Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Wednesday, July 2, 2014

Melahirkan Bayi

Kelahiran merupakan sebuah proses di mana anak dikeluarkan dari tubuh ibunya. Dalam kasus manusia, anak yang belum lahir disebut dengan fetus, sesudah masa embrio. Biasanya, Ibu hamil akan melahirkan bayinya antara minggu ke 39 serta 41 usia kehamilan. Akan tetapi karena lama kehamilan tiap orang berbeda, maka banyak Ibu hamil melahirkan bayi di salah satu minggu itu tanpa menunjukkan adanya tanda prematur atau lahir terlambat. Di bulan-bulan akhir masa kehamilan, tubuh Ibu hamil akan memproduksi progesteron dengan tujuan untuk melunakkan jaringan di sekitar servix (leher rahim penghubung uterus dan vagina) serta pelvis (panggul) sebagai persiapan untuk proses melahirkan. Melahirkan bayi di mulai ketika kontraksi rahim mulai meregang jaringan di sekirar serviks.




Tanda akan melahirkan bayi diawali dengan rasa nyeri di selangkangan dikarenakan adanya tekanan karena posisi kepala janin telah turun ke bawah, ke daerah rangka tulang pelvis. Karena janin menekan pada kandung kemih, maka ibu hamil jadi sering buang air kecil, sakit perut, mulas, sering buang air besar, serta buang angin. 

Selain itu, saat akan melahirkan bayi, juga ditandai dengan sakit panggul serta tulang belakang yang disebabkan karena adanya pergeseran serta pergerakan janin yang mulai menekan pada tulang belakang. Selanjutnya, akan keluar lendir kental bercampur darah. Selama masa kehamilan, bayi tersumbat di dalam rahim oleh mucus atau gumpalan lendir lengket yang ada di leher rahim. 

Ketika proses persalinan dimulai serta serviks mulai membuka, maka gumpalan mucus jadi terhalau. Dan dalam waktu yang bersamaan, membran yang mengelilingi bayi serta cairan amniotik sedikit memisah dari dinding rahim. Penampakan darah serta mocus yang keluar telihat seperti cairan lengket warna merah muda ini adalah tanda kalau Bunda akan segera menjalani proses melahirkan bayi.

Awalnya, kontraksi akan tersasa seperti sakit di punggung bawah, yang berangsur bergeser pada bagian bawah perut. Ada yang menggambarkannya mirip seperti mulas saat haid.
Rahim tersusun atas otot-otot longitudinal involuntary, yakni otot yang tidak bisa anda kontrol dengan sesuka hati. 


Selama proses melahirkan bayi, otot-otot itu akan makin menebal serta memendek seiring pada tiap kontraksi, dan ketika itu juga otot-otot tersebut akan berangsur berhenti menipis, atau menghapus serviks. Proses ini berlanjut sampai pembukaan serviks jadi penuh, ukuran lebar antara 8 hingga 10 cm. 

Selanjutnya, akan terjadi pecah Air Ketuban. Dalam sejumlah kasus, membran masih utuh sampai akhir pada tahap pertama persalinan. Selanjutnya, desakan kontraksi serta tekanan kepala bayi di mulut serviks akan menyebabkan pecahnya air ketuban. Ketika air ketuban mulai bocor, anda akan merasa adanya semburan air atau hanya rembesan saja, akan tetapi, persitiwa sebenarnya dari pecahnya air ketuban tak terasa, hal itu dikarenakan membran tak mempunyai syaraf. 

Tugasnya ialah menampung 2 liter air amniotik steril, yang ketika keluar sekaligus juga untuk membersihkan jalur melahirkan bayi. Seiring pecahnya membran, maka proses melahirkan bayi juga akan berlangsung dengan cepat. Kepala bayi akan berupaya keras untuk menekan serviks, untuk membuka dan merangsang pelepasan prostaglanding,sehingga dapat memacu kontraksi Bunda.

No comments:

Post a Comment