Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Monday, November 23, 2015

Makanan Pemicu Alergi Anak, Deteksi , Gejala dan Penangannya

Semua makanan bisa menimbulkan alergi pada anak. 20% anak usia 1 tahun pernah mengalami reaksi terhadap makanan, termasuk reaksi alergi."
Makanan yang bisa memicu anak alergi:

Susu sapi
Bagi bayi, susu sapi termasuk protein asing, sebaiknya diberikan setelah ia berusia 1 tahun, susu sapi bisa menimbulkan reaksi alergi yang pertama, dengan gejala berupa diare dan muntah. Alergi bisa menetap sampai akhir masa kanak-kanak (susu murni atau olahan susu (es krim, keju, kue)
 Alergi terhadap susu sapi tidak selalu alergi terhadap daging sapi atau bulu sapi.

Telur ayam
Anak yang alergi terhadap telur ayam belum tentu alergi terhadap daging ayam atau bulu ayam. Cuma, bisa timbul reaksi bila diberikan vaksin yang ditanam pada kuning telur, seperti vaksin campak.

Ikan
Alergen yang kuat, khususnya ikan laut. Bentuk reaksi alergi yang sering muncul adalah asma. Dengan hanya mencium bau yang sedang dimasak, anak yang sangat sensitif bisa sesak napas dan bersin-bersin. Makanan laut lain yang juga sering menyebabkan alergi adalah udang kecil, udang besar (lobster), dan kepiting. Gejala yang sering muncul adalah asma.
Alergi terhadap makanan jenis ini tidak selalu berarti alergi terhadap ikan laut.

Kacang-kacangan
Kacang tanah, kacang mede, dan sejenisnya bisa memicu reaksi, meski sifatnya ringan. Gejalanya bisa berupa gatal-gatal di tenggorokan. Catatan: Kacang kedelai mempunyai sifat alergenitas yang rendah. Sering digunakan sebagai pengganti susu sapi pada anak yang alergi terhadap susu sapi. Sifat alergenitasnya akan berkurang dengan pemanasan.

Sayur dan buah-buahan
Bisa menimbulkan reaksi alergi, yakni gatal-gatal pada mulut. Sifat alerginya akan hilang jika dimasak selama 2 menit atau diletakkan dalam freezer selama 2 minggu.
Catatan: Alergi terhadap sayur dan buah-buahan sering dialami pada penderita yang alergi terhadap serbuk bunga. Anak yang alergi terhadap sayur dan buah-buahan ini biasanya juga alergi terhadap kacang-kacangan, apel, peach, cherry, pear, atau wortel. Jeruk sering juga menyebabkan kemerahan pada kulit bayi dan anak.

Gandum
Dalam bentuk tepung, bisa menyebabkan reaksi alergi (bila dihirup). Kalau dimakan, tidak selalu menimbulkan reaksi alergi. Ini karena gandum akan dicerna oleh enzim pencernaan di lambung.

Gejala
Gejala dapat berupa terserang syok anafilaksis atau kondisi dimana tenggorokan membengkak, sehingga saluran udara tertutup dan tekanan darah merosot secara drastis.
Paramedis menyuntikkan stimulan epinefrin dan steroid untuk menghentikan peradangan.
P3K bagi anak yg alergi dengan membawa EpiPens (tabung semprot berisi cairan yang mengandung epinefrin). Meningkatnya kasus alergi terhadap makanan adalah bagian dari melonjaknya kasus alergi secara umum di seluruh dunia


Penyebab
·         Riwayat genetik (membaik ketika anak berusia 2-7 tahun)
·         Ketidakmatangan saluran pencernaan (membaik ketika anak berusia 2-7 tahun)
·         Paparan makanan yang bersifat alergen terlalu dini.
·         Teori lain menyatakan karena perubahan di zaman modern ini sepeti kondisi air kotor karena tidak difilterisasi, debu, serta hewan berkeliaran—sehingga sistem imunitas seseorang melemah dan bereaksi secara berlebihan terhadap hal yang sebetulnya tidak berbahaya. Akibatnya hal yang sepele bisa mengakibatkan pertahanan tubuh bereaksi secara tak terkendali.
·         Pemicu alergi lain  adalah polusi dan jenis makanan yang beragam, sehingga paparan anak terhadap zat penyebab alergi lebih banyak
·         Higienitas yang rendah tingkat kebersihannya atau sebaliknya alergi makanan semata-mata disebabkan lingkungan yang terlalu steril

Gejala
Sel-sel imunitas tubuh yang overeaktif melepaskan histamin dan zat-zat kimia lain yang terkait dengan peradangan, tubuh juga memperlihatkan gejala, seperti bintik-bintik merah, gatal, diare, dan, dalam kasus tertentu, anafilaksis. Gejala yang hampir selalu muncul beberapa menit setelah makan adalah:
• Mual
• Muntah
• Diare
• Gatal (tenggorokan, mulut, mata, kulit, dan telinga)
• Bibir bengkak
• Ruam merah (bintik atau bentol besar seperti eksim)
• Tenggorokan tersumbat (sulit menelan atau bernapas)
• Lidah bengkak dan memenuhi mulut
• Dada sakit
• Pusing
• Wajah pucat atau membiru, denyut nadi melemah dan kehilangan kesadaran.


Pada reaksi alergi ringan, seperti sakit perut atau ruam merah, perhatikan kondisi si kecil bila keadaannya memburuk, dan hubungi dokter.

Penanganan:
1. Telusuri ada tidaknya riwayat alergi dalam keluarga.
2. Menunda pemberian makanan padat hingga si kecil berusia 6 bulan.
3. Mengurangi asupan makanan yang bersifat alergen dari menu sehari-hari bisa membantu menjauhkan anak dari paparan makanan alergen.
4.Beri antihistamin sesuai dosis dan berat badan anak.
5. Jika anak mengalami reaksi alergi relatif berat, seperti tenggorokan tersumbat, bibir membengkak, atau kehilangan kesadaran, segera hubungi nomor darurat rumah sakit (perlu menyimpan epinefrin).
6. iap sedia antihistamin atau suntikan epinefrin.

Deteksi dan terapi 

  1. Melalui skin prick test, yaitu mengoleskan sejumlah kecil alergen pada kulit, atau tes darah untuk mendeteksi keberadaan antibodi yang terkait dengan reaksi alergi. 
  2. Tes alergi sekadar mengkonfirmasi kecurigaan terhadap alergi makanan tertentu.
  3. Pengobatan dengan memberikan kekebalan dengan cara memberi makanan penyebab alergi dalam dosis tertentu bersamaan dengan asupan zat yang mampu menekan reaksi imunitas tubuh. 
  4. Pengobatan lainnya adalah memberi makanan penyebab alergi dalam porsi kecil, yang ditambah jumlahnya dari waktu ke waktu. 

Sunday, November 22, 2015

Peter siap menerima MPASI



Tanda-tanda bayi sudah siap menerima MPASI yaitu:
• Kekuatan kepala: mampu menahan kepalanya dalam posisi tegak dengan stabil.
• Untuk bisa menyimpan makanan dalam mulutnya untuk kemudian ditelan, bayi harus mulai berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya.
• Duduk dengan baik sambil bersandar: untuk bisa menelan dengan baik, tentu saja bayi harus sudah bisa duduk dengan tegak, walaupun dengan bersandar.
• Pada sebagian bayi, seringkali mereka akan terlihat “kelaparan”, walaupun sudah 8-10 minum ASI/Sufor dalam sehari.
• Mulai tertarik dengan makanan kita



Hal yang perlu diperhatikan dalam pengenalan MPASI adalah sebagai  berikut:
1. MPASI diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi, agar terbiasa dengan teksturnya.
2. Pemberian MPASI dilakukan di sela-sela pemberian ASI dan dilakukan secara bertahap pula. Misalnya untuk pertama 1 kali dalam sehari, kemudian meningkat menjadi 3 kali dalam sehari.
3. Tepung beras sangat baik digunakan sebagai bahan MPASI karena sangat kecil kemungkinannya menyebabkan alergi pada bayi. Tepung beras yang baik adalah yang berasal dari beras pecah kulit yang lebih banyak kandungan gizinya.
4. Pengenalan sayuran sebaiknya didahulukan daripada pengenalan buah, karena rasa buah yang lebih manis lebih disukai bayi, sehingga jika buah dikenalkan terlebih dahulu, dikhawatirkan akan ada kecenderungan bayi untuk menolak sayur yang rasanya lebih hambar. Sayur dan buah yang dikenalkan pun hendaknya dipilih yang mempunyai rasa manis.
5. Hindari penggunaan garam dan gula. Utamakan memberikan MPASI dengan rasa asli makanan, karena bayi usia 6-7 bulan, fungsi ginjalnya belum sempurna. Untuk selanjutnya, gula dan garam bisa ditambahkan tetapi tetap dalam jumlah yang sedikit saja. Sedangkan untuk merica bisa ditambahkan setelah anak berusia 2 tahun.
6. Untuk menambah cita rasa, MPASI bisa menggunakan kaldu ayam, sapi, atau ikan yang dibuat sendiri, & bumbu seperti daun salam, daun bawang, seledri.
7. Jangan terlalu banyak mencampur banyak jenis makanan pada awal pemberian MPASI, namun cukup satu per satu saja. Berikan dulu dalam 2-4 hari untuk mengetahui reaksi bayi terhadap setiap makanan yang diberikan, untuk mengetahui jika ia memiliki alergi terhadap makanan tertentu.
8. Perhatikan bahan makanan yang sering menjadi pemicu alergi seperti telur, kacang, ikan, susu dan gandum.
9. Telur bisa diberikan kepada bayi sejak umur 6 bulan, tetapi pemberian bagian kuning terlebih dahulu, karena bagian putih telur dapat memicu reaksi alergi.
10. Madu sebaiknya diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun karena madu seringkali mengandung suatu jenis bakteri yang bisa menghasilkan racun pada saluran cerna bayi yang dikenal sebagai toksin botulinnum (infant botulism).
11. Pengolahan MPASI harus higienis dan alat yang digunakan juga diperhatikan kebersihannya.

Tahapan pengenalan MPASI:

Mulai usia 6 bulan
Tekstur makanan : semi cair.
Mulailah dengan makanan lunak seperti biskuit yang diencerkan pakai air atau susu. Kenalkan pula bubur susu dalam jumlah sedikit demi sedikit. Bubur susu sebaiknya dibuat sendiri dari tepung beras yang dicampur dengan ASI atau susu formula. Untuk pengenalan rasa, selingi dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning.
Mulai pemberian sayuran yang dijus, kemudian buah yang dhaluskan atau di jus. Sayur dan buah yang disarankan yaitu: zicchini, pisang, pir, alpukat, jeruk.

Pemberian ASI atau susu formula di selang seling waktu makan utama.Untuk kebutuhan susu/cairan dihitung dari kebutuhan cairan per usia dan berat badan bayi. Kebutuhan cairan pada usia bayi trimester pertama sekitar 150cc/hari/berat badan.Trimester kedua sebesar 125cc/kg BB/hr dan trimester ketiga 110 cc/kg BB/hr.Contoh usia 12 bulan bb 10 kg, kebutuhan cairan sebesar 110 cc x 10 kg = 1.100 cc

Mulai usia 7 bulan
Perkenalkan dengan tekstur yang lebih kasar (semi padat) yaitu bubur tim saring. Coba terus seandainya bayi menolak atau muntah karena tahapan ini harus dilaluinya. Jika tidak nanti bayi akan malas mengunyah.
Perhatikan asupan zat besi seperti hati sapi karena di usia ini cadangan zat besi bayi mulai berkurang.
Setelah secara bertahap pemberian tim saring, bayi bisa dikenalkan dengan nasi tim tanpa disaring.
Jenis sayur dan buah yang disarankan: asparagus, wortel, bayam, sawi, bit, lobak, kol, mangga, blewah, timun suri, peach.
Bisa juga ditambahkan ayam, sapi, hati ayam/sapi, tahu, tempe.

Mulai usia 9 bulan
Mulai dikenalkan dengan bubur beras atau nasi lembek, lauk pauk dengan sayuran seperti sup.
Pada usia lebih dari 1 tahun, anak sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga.
Contoh Jadwal Pemberian MPASI
Sebagai acuan, untuk memberikan MPASI, jadwal dibawah dapat sesuaikan dengan anak:

Untuk Bayi Usia 6-7 bulan:
06.00 : ASI/ susu formula.
08.00 : biskuit yang diencerkan dengan air/ASI/susu formula.
10.00 : buah.
12.00 : bubur susu.
13.00 : ASI/ susu formula.
14.00 : biskuit yang diencerkan dengan air/ ASI/ susu formula.
16.00 : ASI/ susu formula.
18.00: Bubur susu.
19.00 : ASI/susu formula.

Untuk Bayi Usia 7-8 bulan:
06.00 : ASI/ susu formula.
08.00 : biskuit/ bubur susu.
10.00 : buah.
12.00 : bubur saring.
13.00 : ASI/ susu formula.
14.00 : bubur susu.
16.00 : ASI/ susu formula.
18.00 : bubur saring.
19.00 : ASI / susu formula.

Untuk Bayi Usia 9-12 bulan:
06.00 : ASI/ susu formula.
08.00 : bubur susu.
10.00 : buah.
12.00 : bubur tim/ nasi lembek.
13.00 : ASI/ susu formula.
14.00 : bubur susu/ biskuit/ snack.
16.00 : ASI/ susu formula.
18.00 : Nasi tim/ nasi lembek.
19.00 : ASI/ susu formula.



Tanda-tanda yang bisa menjadi ukuran ketika anak kenyang…
1. Duduk bersandar di kursinya
2. Berpaling setiap kali Anda sodorkan makanan
3. Mulai memainkan makanan atau sendoknya
4. Tidak mau membuka mulutnya

Saturday, November 21, 2015

BIASAKAN ANAK MAKAN TEPAT WAKTU

Saya berupaya mendidik Peter  makan pada waktunya, termasuk selingan, sehingga ia terbiasa makan teratur, membiasakannya makan bersama di meja makan, makan makanan sehat dan meningkatkan interaksi antar anggota keluarga. Masalah yang sering  pada balita: susah makan, tidak suka makan buah/sayur, hingga picky eater.



Tips mendidik Peter
makan pada waktunya:

  • Menunjukkan cara makan yg baik,  menghidangkan makanan di meja makan dan menunjukkan betapa nikmatnya hidangan tersebut tanpa harus menyuruh balita mencobanya, dapat merangsang keingintahuannya.
  • Sedikit jual mahal.  usia 2-3 tahun menunjukkan otonominya, yang diprintahkan biasanya dijawab tidak , jadi kita berespon netral/ jual mahal, shg memutuskan sendiri
  • Menghormati rasa lapar dan kenyang anak. Jangan memaksa balita menghabiskan porsi makananya bila ia merasa kenyang, mulai dengan porsi kecil
  • Cegah anak terbiasa makan dengan ‘tidak sadar,  sembari menonton televisi
  • Membiasakan anak makan di meja makan.
Makanan yang disukai balita yaitu:  

  • Tekstur makanan mudah dikunyah, lembut atau renyah.    
  • Aroma  tidak terlalu tajam, dan citarasanya tidak terlalu asin, manis atau berbumbu.
  • Suhu jangan terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Warna tidak kusam atau pucat. Bila menggunakan pewarna, gunakan jenis yang alami –misalnya warna hijau dari daun suji atau warna kuning dari kunyit.
  • Bentuk menarik, dan bila mungkin lucu. Gunakan cetakan kue atau alat pemotong khusus untuk memotong keju, roti tawar, sayuran atau buah dan atur letaknya, misalnya potongan apel menjadi kelopak bunga, atau roti tawar sebagai sebentuk wajah. 
  • Ukuran tidak terlalu besar, sehingga mudah dipegang anak, namun tidak juga terlalu kecil agar anak tidak tersedak.
  • Kaya variasi,  berbeda setiap hari, shg menerima tambahan asupan zat gizi yang beragam

Friday, November 20, 2015

MEMBUAT BALITA PETER SENANG MAKAN



Salah satu problem saya soal makanan adalah memilih makanan yang disukai agar disantap oleh Peter. Di usia 1-2 tahun, balita biasanya lebih susah makan, karena sedang masa perkembangan ia suka mengeksplorasi lingkungan. Banyak hal menarik di sekitarnya, bermain sering lebih menarik ketimbang makan.

 Berikut tip mencuri perhatian balita yang sulit makan:

  1. Saya BUBUHKAN CERITA buat Peter ttg hal-hal yang menyenangkan
  2. Memberi  KEJUTAN-KEJUTAN spt makanan kesukaannya atau mainan favoritnya
  3. Membuat hal yang sedikit KONYOL dengan mencari hal lucu yangmenarik spt makanan mobil-mobilan atau huruf abjad bisa menjadi tampilan menarik
  4. Menyajikan makanan dengan SENI, menarik. Membantu anak  kreatif –cth menghias seporsi nasi kuning dengan abon sapi, telur dadar, timun dan daun kemangi, semangkuk sup sayuran dengan taburan keju potongan crouton atau roti tawar.
  5. Jadi contoh yang baik. Makanlah bersama balita Anda, ia meniru pola makan kita
  6. Penyajian makanan menarik membuat anak melahap makanannya.
  7. Libatkan dalam pembuatan makanan, biarkan dia membantu spt mengambil lauknya sendiri.
  8. Berikan makanan sesuai usianya.
  9. Sediakan makanan dalam jumlah kecil (yg penting habis)
  10. Berikan alternatif makanan pengganti makanan yang tidak ia sukai (nasi, diganti roti).
  11. Bersabarlah dalam menghadapi anak yang tidak mau makan.
  12. Cari tahu penyebabnya, memudahkan memberinya makan, walaupun hanya itu yang ia mau.
  13. Kreatif dalam menangani anak yang sulit makan
Peter & Mama...



Penyebab dan solusi anak yang mengemut makanan

Usia satu tahun, idealnya anak sudah bisa mengonsumsi makanan yang sama dengan menu keluarga yang lain, termasuk struktur makanan, variasi, dan bumbu-bumbunya. Tetapi struktur olahannya harus disesuaikan dan kemudian baru ditingkatkan sampai anak bisa makan sesuai menu keluarga
Sejak awal saya hampir jengkel dengan kebiasaan Peter mengemut makanan, waktu makannya sangat lama Saya mulai mencari tahu solusinya untuk menghentikan kebiasaan mengemut makanan karena dengan membiarkan makanan terlalu lama di dalam mulut (lama menelan) akan sangat merugikan.

 Kerugian mengemut seperti:
  • Menggangu kesehatan gigi, bakteri berkembang di mulutnya akan berfementasi menghasilkan asam yang memicu merusak gigi
  •  Rahang tidak berkembang optimal bisa merangsang pertumbuhan rahang yang sesuai ukuran gigi tetap dan lebih besar dibandingkan dengan gigi susu
  •   Menggangu kemampuan bicara anak.



Penyebab Anak Mengemut Makanan 
  1. Gangguan persepsi sensorik pada proses menelan, hiposensitif  terhadap rasa makanan, sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk makanan berada di dalam mulut anak
  2. Adanya gangguan sistem pencernaan
  3. Upaya anak mencari rasa aman, misalnya karena ia mengalami trauma akibat dipaksa makan
  4. Makanan terasa membosankan.
  5. Gerakan lidah yang belum terampil mengelola makanan.
  6. Belum bisa mengunyah dengan lembut sehingga kesulitan menelan
  7. Sedang Tumbuh Gigi kala makanan menyentuh gusinya, ia merasa sakit atau tak nyaman, atau mungkin ada makanan yang sangkut, ketaknyamanan karena gigi yang sedang bertumbuh
  8. Penyakit/infeksi spt sakit gigi atau sariawan, shg sakit saat mengunyah dan menelan (temporer)
  9. Tak diajarkan cara makan yang benar saat tahapan pemberian makanan dari makanan cair ke semi padat, lalu padat. Perlu diajarkan tentang makanan padat perlu dikunyah lalu ditelan, dan perlu gerakan lidah serta rahang sedemikian rupa hingga makanan bisa masuk ke kerongkongan (sering di usia 8 bulan ke atas hingga 2-3 tahun).
  10. Dipaksa makan, akibatnya protes dgn mengemutnya,“dosa” orangtua yang kadang terlalu “perhatian” dengan pertumbuhan anaknya menjejalinya dengan segala macam makanan bergizi
  11. Kelamaan menggunakan dot hingga terbiasa mengisap dan mengemut.
  12. Menu makanan tak bervariasi/ membosankan
  13. Jangka waktu pemberian makan tidak tepat, mengemut makanan karena masih kenyang
  14. Suasana makan terburu-buru  membuat anak  terpaksa, sehingga anak mengemut.
  15.  Merasa aktivitas makan bukan hal menyenangkan
Solusi agar anak tak mengemut makanan melalui:
  1. Ajarkan cara makan yang baik dari awal, beri contoh dengan memperlihatkan bagaimana kita menggerak-gerakkan mulut.
  2. Biasakan makan di meja makan sehingga membuat perhatiannya teralihkan
  3. Pilih alat makan yang menarik
  4. Bantu anak memotong makanan dalam ukuran kecil sehingga proses mengunyahnya mudah.
  5. Memberi tekstur makananberagam supaya lidahnya terbiasa dengan aneka tekstur makanan
  6. Beri motivasi tanpa harus memarahinya
  7. Beri pujian atau perlakuan yang membuatnya senang ketika berhasil menelan makanan
  8. Miliki konsep bahwa makan bukan suatu hal yang menyiksa bagi anak, melainkan menyenangkan dan menghibur (biarkan ia pegang sendok atau piringnya sendiri, meski meja atau lantai jadi kotor, tak masalah, justru kita harus siap dengan kekotoran itu)
  9.  Baca cerita sambil makan, berpura-pura menerbangkan sendok ke mulutnya untuk mengalihkan perhatiannya dari mengemut makanan.
  10.  Melatih memberikan makanan padat sesuai dengan usianya 
  11. Beri kepercayaan padanya untuk makan sendiri agar tidak spt"dikomando", tidak pasif dan belajar mengukur waktu untuk menelan makanannya.
  12.   Beri susu setelah makan supaya tidak kekenyangan
  13.  Libatkan anak dalam pemilihan menu (saat 3 tahun sudah bisa diikutsertakan dalam menentukan jenis masakan hari ini agar bersemangat untuk makan 
  14. Buatlah makanan yang bervariasi, baik dari segi rasa maupun bentuk agar anak bereaksi positif terhadap makanan. 
  15.  Percepat waktu makan anak dengan memberi minum (hanya solusi sementara) 
  16. Agar makan lebih cepat, sediakan weker dan pasang pada waktu tertentu yang biasanya diperlukan anak untuk makan. Misal, 30 menit hingga  waktu yang layak untuk selesai makan (tanpa pemaksaan, tapi permainan sehingga anak senang melakukannya).
  17. Tidak memberi iming-iming kalau mau makan supaya ia makan konsisten dengan benar.


 MENGEMUT MAKANAN PERLU DIKONSULTASIKAN KE DOKTER BILA:
Jika sudah dicari-cari tapi tak juga ditemukan penyebab mengemut makanan, kemungkinan ia mengalami infeksi yang lama mengendap di tubuhnya, seperti infeksi paru-paru atau saluran kencing, hingga mempengaruhi selera makannya, sehingga ia senang mengemut makanan.



Pemenuhan gizi anak usia 1-5 tahun



Terdapat beberapa masalah gizi saat anak usia 1-5 tahun/ Balita yaitu:
  1. Penolakan terhadap makan, sulit makan, hanya sedikit makanan yang dimakan atau pilih-pilh makanan
  2. Camilan di antara waktu makan utama (nafsu makan kurang pada waktu makan)
  3. Tingginya konsumsi jus buah atau minuman ringan
  4. Tingginya konsumsi camilan/kudapan- kue, biskuit, keripik, kudapan manis dan permen

Strategi penanganan :
  • Mengajak makan bersama keluarga, memperkenalkan makanan secara bertahap, mencoba makanan baru, tetap tenang bila anak menolak makan, tawarkan makanan dilain waktu.
  • Membentuk kebiasaan makan sejak dini dengan memberi contoh dan pujian yang wajar.
  • Suasana makan yang nyaman .
  •  Ukuran makanan disesuaikan dengan gigi geligi anak, potongan kecil, porsi kecil tapi sering
  • Pilih sayuran muda, buah matang, daging masak yang empuk.
  • Camilan yang bergizi: susu, potongan buah, puding susu, sereal, yoghurt, roti panggang (waktu snack jauh dari pemberian makanan utama)
  • Menu makan 10 hari yang bervariasi 
  • Aktivitas fisik yang cukup meningkatkan nafsu makan anak seperti bermain bersama teman, berlari, main sepeda roda tiga..


Pemenuhan kebutuhan gizi perlu memperhatiakan 3 J (jenis, jumlah, jadwal makan)
  1. Jenis: bervariasi dari berbagai kelompok makanan pokok (sumber tenaga) lauk pauk dari hewani dan nabati (zat pembangun, antibodi atau kekebalan tubuh), sayur dan buah (zat pengatur, pelindung, kaya vitamin, mineral dan serat), susu kaya protein & kalsium (pertumbuahn tulang dan gigi), cukup minum air putih
  2. Jumlah: sesuai kebutuhan anak 
  3. Jadwal makan,  3 x makan utama dan 2 -3x makan snack (beri kesempatan anak merasa lapar). 

Jadwal makan Peter dan menu
o    Jam 07.00 : Makan Pagi : Nasi goreng dan omelet telur
o    Jam 10.00 : Snack pagi : susu 1 gelas
o    Jam 12.00: makan siang : Nasi+sup sayuran+ayam kecap
o    Jam 15.00: snack sore: buah potong dan puding
o    Jam 18.00: makan malam: nasi soto daging
o    Jam 20.00 : Snack malam: susu 1 gelas

Jumlah zat gizi dan porsi makan sesuai dengan kebutuhan anak yang berbeda beda, usia 1-3 tahun membutuhkan energi  1.000 kkal, usia 4-6 tahun 1.550 kkal.

Pilihan
Bahan makanan
Porsi anak 1-3 tahun
Energi: 1000 Kkal per hari
Porsi  anak 4-6 tahun;
Energi: 1.550 Kkal per hari
Sumber karbohidrat-pati (nasi, roti, kentang)
1 porsi senilai dengan:
·        4 sendok makan nasi
·        1 lembar roti tawar
·        1 buah kentang sedang
3 – 4 porsi



7-8 porsi


Lauk Pauk Hewani dan Nabati: ikan, daging, telur, ayam/unggas
Satu porsi senilai dengan:
·        1 butir telur ayam,
·        1 potong ayam dada sebesar kotak korek api
·        1 potong ikan ukuran sedang, 1 potong tenggiri 75 gram
·        2 potong tempe sebesar @ kotak korek api
·        3 potong tahu sebesar @ kotak korek api
2-3  porsi

3-4 porsi

Sayuran
1 porsi: setengah mangkuk sedang, ½ gelas belimbig
2 porsi
3-4 porsi
Buah 1 porsi senilai dengan:
·        1 buah jeruk sedang
·        pepaya potong 1 mangkuk sendang
·        apel setengah buah
2 porsi
3 porsi
Susu
·        1 gelas: 200 ml
2-3 gelas:
2-3 gelas;

 Kita perlu membatasi makanan berlemak, bergula dan tinggi garam 

Membentuk Kebiasaan Peter my son Menjadi Sehat




Saya tahu saat anak saya Peter berusia antara 1-3 tahun akan mengalami transisi dalam pemilihan makanan dan kebiasaan makan. Saya mulai menggunakan pola makan orang dewasa, karena pola makan dimulai sejak dini dalam kehidupan, jadi saya mengembangkan seleranya terhadap makanan sehat. Untuk merangsang minat terhadap makanan sehat, saya hidangkan beragam makanan dengan warna yang menarik, tekstur yang berbeda dan citarasa baru. Saya mulai mengajak Peter yang belajar berjalan makan bersama seluruh keluarga pada jam makan.

Nafsu makannya kadang berkurang setelah 1 tahun,. ia menjelajahi makanan sendiri, pertama-tama dengan jari dan kemudian menggunakan alat-alat sejak usia 15 sampai 18 bulan. Saya coba beri peluang melatih keterampilan ini, namun berikan bantuan jika timbul frustrasi. Saya biarkan keterampilannya berkembang, saya memberikan kudapan bergizi tambahan 1-4x  makanan biasa, dengan beragam makanan spt bijian, buah-buahan, sayur-sayuran, susu, daging, kacang-kacangan dan minyak-minyakan.

Susu penting karena memberi kalsium dalam pembentukan, kepadatan tulang dan gigi, serta vitamin D. Anjurkan minum susu utuh dengan lemak untuk pertumbuhan normal dan perkembangan otak saat usia 1-2 tahun. Setelah usia dua tahun, diet harian anak harus ditambah dengan susu dan produk-produk susu guna memenuhi kebutuhan kalsium untuk tulang dan gigi yang sedang tumbuh.

Menghadapi anak kecil yang baru belajar berjalan dan susah makan
Saat diproses sebagai ibu dengan perilaku anak saya seperti:
  • Menolak makan
  • Memainkan makanan alih-alih memakannya
  • Makan lebih sedikit daripada biasa
  • Tidak menyukai dan menolak sayur-sayuran, buah-buahan, daging atau susu
  • Mengeluh tentang mengunyah
  • Meminta makanan yang sama pada setiap waktu makan
  • Lebih menyukai ‘makanan bergizi rendah' daripada makanan sehat
  • Membuat meja makan berantakan
  • Marah-marah tentang makanan
Saya mencoba segala hal untuk memastikan bahwa zat-zat gizi yang baik dikonsumsinya, memutuskan makanan dan kudapan sehat apa yang akan ditawarkan dan kapan menawarkannya. Saya ingin pola yang baik dengan 3x makan dan 2-3x kudapan setiap hari. Pemberian makanan yang terjadwal, kurangi jus atau susu di antara waktu makan.



  • Hidangkan makanan yang sama seperti  dimakan  anggota keluarga pada saat yang sama
  • Jadwalkan waktu makan dan kudapan teratur: 3x makanan utama & 2-3 x kudapan per hari
  • Makanan segar dan beragam dari makanan utama
  • Citarasa, warna dan tekstur yang kreatif, atur makanan dgn daya tarik visual
  • Jangan memaksa memberi makanan agar ada respon internal lapar dan haus
  • Beri makanan kaya nutrisi, rendah kalori
  • Buat waktu makan menyenangkan & waspada tersedak
  • Batasi konsumsi jus & minuman manis
  • Didik minum dengan gelas.
  • Semangati dengan kegiatan fisik
  • Monitor pertumbuhannya
  • Menjadi panutan denganmengkonsumsi makanan sehat 

Thursday, November 19, 2015

Aturan konsumsi susu



Terdapat aturan baru konsumsi susu anak balita sejak usia 1 tahun. Setelah usia 1 tahun, anak-anak harus minum susu skim 1 persen. Utamakan lemak jenuh dibandingkan jumlah total lemak ketika bicara soal susu. Lemak tak jenuh tunggal ditemukan pada minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian, lemak yang bagus dalam diet anak. AAP merekomendasikan susu rendah lemak untuk anak 1 - 2 tahun yang berisiko kelebihan berat badan atau obesitas.

Aturan konsumsi Susu

ASI atau susu formula biasanya merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi bayi, tapi setelah usia 1 tahun porsinya dikurangi. Makanan telah menyediakan kalori dan nutrisi yang cukup bagi bayi/ anak untuk pertumbuhan. Antara usia 1 dan 2 tahun, balita juga sudah menjadi aktif & masalah sulit makan sering terjadi.
Minum susu mengandung banyak Vitamin D, tapi minum terlalu banyak bisa menurunkan kadar zat besi dan bisa menyebabkan anemia.

  1. Untuk anak usia 2 -5 tahun, 2 cangkir sehari ,16 ons cukup Vitamin D dan zat besi.
  2. 1 tahun, berikan 2 -3 cangkir, 24 ons per hari. Minum yogurt , keju, dikurangi jlhnya
  3. Untuk anak usia 2 - 8 tahun,  2 cangkir
  4. Untuk usia 9 tahun dan lebih,  3 cangkir.


Susu terlalu banyak merusak nafsu makan anak, kerusakan gigi jadi perlu air & makanan ringan.
Air putih menjadi pilihan yang lebih baik bila banyak bermain dibanding jus, susu, atau minuman air bergula untuk menjaga tubuhnya tetap terhidrasi.

Mengatur Pola Makan Peter sejak Bayi

Saya berusaha membangun kebiasaan baik pada anak dengan memberikan pola makan sehat, mengkombinasikan makanan dengan optimal.



Makanan bayi sebaiknya sebagai berikut :
  1. Murni buatan sendiri dengan bahan alami & higienis. Makanan kemasan harus dipastikan bahan yang terkandung dalam kemasan tanpa bahan pengawet, penyedap rasa, tambahan gula dan garam & kadaluarsa tepat
  2. Kenalkan sayur terlebih dulu sebelum pada buah, dengan strategi memberikan sayuran yang cenderung berasa manis semacam wortel, labu siam, kentang dan lainnya. Anak >1 tahun strategi dengan rebus sayuran dengan menambahkan sedikit gula. Dalam mengenalkan makanan harus sabar, karena bayi membutuhkan 15-20 kali mencoba hingga bisa
  3. Setelah >1 tahun beri  telur, ikan serta selai kacang dioles tipis pada roti, terkadang memicu alergi bayi ttp aman jika tidak ada riwayat alergi makanan. Telur diberi sejak 8 bulan (kuning telur saja), ikan seperti ikan salmon & tenggiri.
  4. Bubur beras makanan utama bagi bayi/anak, jarang alergi dan aman, dgn mencampurnya dengan brokoli, daging merah dengan kandungan gizi yang banyak
  5. Tentukan jadwal makan memasuki usia 8 bulan, untuk mengetahui kapan dia lapar atau kenyang
  6. Kenalkan makanan padat pada usia 6 bulan, membantu pencernaan menerima asupan selain ASI.
  7. Memberikan waktu beradaptasi pada rasa makanan (3-4 hari) dan deteksi reaksi alergi makanan 




Porsi Makanan Anakku Peter

Saya menyusun menu Peter dengan panduan piramida makanan memuat semua sumber zat gizi spt  karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat.  


Karbohidrat diperlukan 3-8 porsi per hari, sesuai kebutuhan kalori, usia anak dan aktivitas anak. Karena berfungsi sebagai sumber energi utama maka perlu lebih banyak, shg terletak paling bawah dalam susunan piramida makanan (1 gram karbohidrat = 4 gram kilo kalori).
Anak usia 1-3 tahun membutuhkan energi  1125 kilo kalori dan 155 gram karbohidrat
Usia 4-6 tahun membutuhkan energi 1600 kilo kalori dan 220 gram karbohidrat.
1 porsi nasi (100 gram atau ¾ gelas)= 40 gram karbohidrat,
1 hari karbohidrat perlu  4-5, 5 porsi.

Vitamin, Mineral dan Serat
Buah dan sayur sumber vitamin, mineral dan serat terbanyak. Sayur dikonsumsi sebanyak 3-5 porsi dan buah 2-3 porsi dalam sehari. Satu porsi sayur =  100 gram atau 1 gelas ukuran sedang setelah dimasak dan ditiriskan.
 Besaran porsi buah
1 porsi alpukat = ½ buah besar
1 porsi apel = 1 buah sedang
1 porsi anggur = 10 biji
1 porsi pepaya = 1 potong sedang
1 porsi pisang = 1 buah sedang
Kandungan serat menjaga kesehatan pencernaan si kecil.
1 hari anak membutuhkan serat 16-22 gram (berdasarkan AKG 2013).

Protein
Sumber ada dua yaitu protein nabati dan protein hewani, perlu dikonsumsi 2-3 porsi per hari.
Protein nabati dari tahu, tempe dan kacang-kacangan, protein hewani dari daging, telur, ayam, ikan, dan makanan laut.
Kebutuhan protein anak =26-35 gram per hari (AKG 2013). Berikan 1 porsi tahu atau tempe sebesar 1 potong sedang, 1 butir telur, 1 potong sedang ikan/daging dan 1 genggam kacang-kacangan.

Lemak dan zat gizi tambahan
Puncak tertinggi piramida makanan = minyak, gula dan garam, krn jumlah ter hrs batas
Kebutuhan garam anak =  2-3 gram sehari.
Kebutuhan gula max 5% dari total karbohidrat (8 gr,1,5 sendok teh) dan anak usia 4-6 tahun maksimal 11 gram atau 2 sendok teh. Umumnya minyak, gula dan garam hanya digunakan sebagai pelengkap ketika memasak.


Cara Efektif Mendisiplin Anak



Kekerasan fisik bisa menyebabkan keseimbangan emosi anak terganggu, perilaku 'liar', & dapat berlanjut ke kekerasan fisik.

3 disiplin efektif dibandingkan memukul, yaitu:

1. Mendiamkan atau memberikan mereka merenungi kesalahannya lalu berkomunikasi
2. Memberikan anak tugas rumah tambahan.
3. Melarang melakukan aktivitas favoritnya untuk sementara. Cth: melarang bermain internet dan menonton teve selama seminggu.

Kekerasan memang bukan solusi terbaik. Karena kekerasan dapat membuat anak cenderung mudah stres dan tidak percaya diri. Kuncinya adalah konsistensi. Lebih banyak dampak negatif dari kekerasan fisik. Pelajaran yang didapat anak justru, jika sedang marah pada seseorang, kita diperbolehkan untuk memukul.

Kuncinya adalah memiliki beragam bentuk hukuman yang tergantung pada usia anak. Pada anak yang masih di bawah 5 tahun, lebih baik diberi hukuman dengan mendiamkannya. Sedangkan bagi anak yang berusia di atas lima tahun, akan lebih baik jika diberi hukuman tambahan tugas rumah dan tidak diizinkan melakukan aktivitas favorit anak untuk sementara. 

Konsekuensi Memukul Anak


Pemukulan (spanking)  adalah tindakan memukul pantat anak dengan tangan terbuka, memukul dengan sabuk ikat pinggang, mengayunkan benda (seperti tongkat atau sendok kayu yang besar) dan menampar dengan telapak tangan terbuka di wajah.Tidak ada alasan untuk melakukan tindakan fisik terhadap anak ketika ada taktik lain yang lebih efektif mendisiplinkan anak,” Pemukulan (spanking) sebagai tindakan penyiksaan, dapat membahayakan keselamatan anak dan dapat menimbulkan kerusakan psikologis, menyebabkan agresif, dan kenakalan di masa remaja. Komite merekomendasikan alternatif lain, seperti teguran dengan kata-kata (bukan berteriak), mengambil hak istimewanya, dan memberikan time out untuk menghadapi perilaku yang tidak baik.

Tradisi KeluargaSaat usia anak 2 tahun (the terrible twos) dan 3 tahun (trying threes) cenderung banyak menguji kesabaran orang tua dibandingkan dari fase-fase usia lainnya. Penelitian menunjukkan kemungkinan menjadi pemukul (spanker) bergantung pada daerah tempat tinggal orang tua. Metode pendisiplinan anak sering kali diturunkan dari generasike generasi dan mengakar di dalam budaya dan tradisi keluarga yang kuat.
Kebiasaan Memukul Anak Menurun
Seseorang yang sering mendapat hukuman fisik di masa kanak-kanak hampir 50 persen berkemungkinan mendisiplinkan anak dengan cara yang sama. Pukulan keras yang terus menerus didapatkan sewaktu kecil kadang membuat seseorang bertanggung jawab untuk setiap perbuatannya, dan dia menanamkan hal yang sama pada anaknya. Anak laki-laki secara stereotip lebih kasar dan cepat marah daripada anak perempuan, cederung lebih sering dipukul, karena mereka lebih agresif seperti merebut mainan dari tangan anak lain, menarik ekor anjing, sampai menggigit saudara sekandung–merupakan alasan utama mengapa orang tua memukul anaknya.

Kebenaran Tentang Memukul
Banyak bukti menunjukkan tindakan memukul anak bisa menjadi bumerang, yang membuat anak semakin, bukan berkurang, tidak bisa dikendalikan, menunjukkan tindakan bermusuhan pada usia 5 tahun. Di sisi lain, sekelompok ahli berpendapat bahwa pukulan tangan terbuka pada bagian pantat tidaklah menyakitkan– dan kenyataannya bisa membantu, & pemukulan adalah sebuah cara yang telah terbukti dapat menjadi taktik untuk menerapkan disiplin ringan. Para peneliti menyimpulkan bahwa memukul anak yang tidak patuh usia 2-6 tahun sama baiknya dengan memperbaiki perilaku mereka dengan 13 pendekatan alternatif disiplin (seperti memberi time out, berargumen dengan anak, dan mengambil hak istimewa) sepanjang orang tua menjelaskannya dengan penuh kasih sayang dan rasional tentang alasan tindakan mereka. Banyak anak-anak di usia yang lebih besar mau bekerjasama ketika diberi time out dan mereka tidak menghendaki adanya hukuman fisik lagi. Anak-anak kadang belajar melalui pemukulan untuk lebih serius memperhatikan peringatan dari orang tua.

Orang tua Memukul Anak Ketika Marah
Orang tua yang memukul anaknya sebagai bentuk pendisiplinan sangat berbeda dengan orang memukul dengan tujuan menyakiti anak, kedua hal ini memberikan dampak yang sangat berbeda.Orang tua cenderung memukul anak ketika mereka marah, stres, atau letih.

Dari penelitin menunjukkan anak yang dipukul secara signifikan berisiko lebih tinggi menjadi  agresif, depresi, dan bermasalah dalam berhubungan baik sebagai anak, maupun sebagai orang dewasa nanti. Butuh kesabaran panjang mendisiplin anak dengan cara tenang dan terkendali. Banyak orang tua tidak berniat menghentikan hukuman fisik, & masih sulit melakukan tindakan kekerasan dengan penuh dengan kasih sayang. Sekalipun benar bahwa anak-anak yang telah dipukul tidak pernah mengalami masalah yang serius, jangan mau mengambil risiko karena masih ada cara-cara yang lebih sehat untuk membesarkan anak berperilaku baik.

Wednesday, November 18, 2015

Dilarang memukul anak


Orangtua dilarang memukul anaknya, berisiko menggunakan kekerasan yang lebih parah lagi, kekerasan yang dilakukan justru bisa memperparah perilaku buruk yang dimiliki anak. Memukul memang pilihan yang mudah, tapi cara ini tidak dibenarkan, tetapi diberikan perlindungan yang sama seperti orang dewasa terhadap serangan fisik.
Peneliti memperkirakan sekitar 100 anak meninggal setiap tahunnya atau mengalami kecacatan fisik akibat luka-luka yang didapatkannya dari hukuman pukulan atas kesalahan yang dilakukan.

Seandainya perlu memukul sebaiknya:
1.    Pukulan tidak menimbulkan bekas atau luka,
2.    Tidak keras
3.    Tidak menyebabkan masalah kesehatan mental dalam jangka waktu panjang,
4.    Tidak di daerah wajah,
5.  Tidak menggunakan alat, karena bisa mengembangkan masalah-masalah perilaku atau mental.
6.   Cukup memberikan tepukan ringan jika anak melakukan kesalahan dengan kata-kata positif agar anak tahu apa kesalahannya.

Memukul anak suatu hal yang wajar
Ternyata banyak orangtua mengaku bahwa mereka pernah mengalami berbagai bentuk hukuman fisik di masa lalu dalam intensitas yang beragam yakni jarang, cukup sering, atau sangat sering di masa kecil.

Alternatif hukuman

Cara lain tanpa kekerasan untuk disiplin anak dengan penguatan perilaku positif. Penelitian membuktikan ada hubungan antara kekerasan pada anak dan risiko gangguan mental di kemudian hari, tetapi tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Tuesday, November 17, 2015

MERANGSANG PETER CEPAT BICARA



Di usia 3 tahun awal, anak mulai belajar bicara, dimana usia 12—18 bulan, ia sudah mampu mengucapkan 1—5 kata agak jelas. Seperti papa, mama, bola, maem, dan sebagainya. Ada juga kata-kata yang kurang jelas, tapi cenderung diucapkannya berulang-ulang. Misal, kata “tak” untuk menyebut cicak atau “num” untuk minum. Bila usia 18 bulan, anak belum mengucapkan kata pertama, belum babbling “ba… ba” “da… da” “ma… ma” “pa…pa” serta belum mengerti nama-nama anggota tubuh utama, seperti tangan, kaki, kepala, pertanda anak memiliki keterlambatan bicara, sehingga harus segera ditangani ahli..


Stimulasi agar anak cepat bicara:

  1. Banyak menga­jak anak bicara, kata-kata terse­but akan diingatnya dan diekspresikannya saat sudah bisa bicara.
  2. Hati-hati dalam memilih kata, jangan men­gucapkan kata kotor/umpatan, yang orangtua bicarakan, akan ditiru saat anak bicara.
  3. Ajak anak ngo­brol dalam suasana menyenangkan, menyanyikan lagu-lagu tentang yang dibicarakan
  4. Bicara dengan menarik perhatian anak, matanya melihat ke arah kita/benda yang kita tun­jukkan
  5. Berikan makanan padat untuk merangsang otot bicaranya.
  6. Terus mengajaknya bicara sampai lancar.


PENYEBAB DAN CARA MENGATASI ANAK TERLAMBAT BICARA


Usia 1,5 tahun anak mampu mengucapkan minimal 5 kata secara konsisten seperti memanggil mama, papa, ini, itu, apa, nggak, usia 2 tahun anak mam pu merangkai kata sederhana.Digolongkan terlambat bicara jika umur 2 atau 3 tahun tapi belum bisa berbicara lancar bicara, hanya mengucapkan potongan kata saja.



Keterlambatan bicara pada anak cenderung dialami anak laki-laki ketimbang perempuan karena:
  1. Mengalami hambatan pendengaran secara otomatis menyebabkan anak kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa. Penyebab biasanya infeksi telinga.
  2. Hambatan perkembangan otak mengakibatkan ketidakefisienan  hubungan di daerah otak untuk menghasilkan bicara, anak kesulitan menggunakan bibir, lidah, & rahang menghasilkan bunyi.
  3. Masalah keturunan, memiliki riwayat keluarga yang mengalami gangguan yang sama.
  4. Minimnya komunikasi antara orangtua dengan anak 
  5. Faktor televisi, anak pendengar pasif, menerima tanpa mencerna dan memproses informasi yang masuk, traumatis karena adegan perkelahian, kekerasan, dan seksual.

Tindakan keterlambatan bicara pada anak:
  1. Konsultasikan anak ke dokter atau psikolog
  2. Beri kesempatan berinteraksi, bermain dengan teman sebayanya, memotivasi belajar bicara karena bermain berkomunikasi verbal.
  3. Tetap berkomunikasi meskipun berbicara belum lancar, membacakan dongeng dan bernyanyi.
  4. Mengajarkan kata dengan jelas, tunjukkan gerakan bibir mengucapkan kata-kata tersebut. Misalnya, susu bukan cucu