Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Showing posts with label Perkembangan bayi dan anak. Show all posts
Showing posts with label Perkembangan bayi dan anak. Show all posts

Friday, January 29, 2016

Menstimulasi Anak Berbicara.

Cara Menstimulasi Anak Berbicara:

1. Banyaklah Berbicara Kepada Anak
Katakan setiap hal kepada anak, hal apapun mulai dari ketika bangun pagi saat si kecil baru membuka matanya, kemudian saat dikecil akan mandi, menonton Tv, ceritakan dan berikan gambaran apa yang ditonton, bicarakan mengenai hal apapun yang anda lalui bersamanya, mereka akan mulai mengikuti dan merespon setiap percakapan yang kita buat.

2. Berikan Kesempatan Anak  Merespon
Ciptakan perbincangan mengenai hal apapun  & berikan kesempatan padanya merespon apa yang anda katakan, mengungkapkan apa yang ingin ia katakan, melihat usahanya mengatakan sesuatu dalam bentuk ocehan, selalu beri stimulasi berulang-ulang.

3. Bernyanyi
Suara musik dan runtuyan nada yang indah, menstimulasi anak berbicara, bernyanyi untuk memperkenalkan berbagai variasi suara pada anak-anak, sangat menyenangkan, anda bisa bernyanyi-nyanyi setiap pagi atau ketika memandikan si kecil. Disadari atau tidak lagu-lagu yang anda nyanyikan akan mulai direkam oleh sikecil dan lambat laun mereka akan mulai meniru untuk mengeluarkan suara.

4. Pengulangan
Semakin sering mendengar banyak kata yang terus-menerus diulangi maka akan membuat kemungkinan anak untuk meniru lebih besar, seringlah mengulang kata-kata yang anda ucapkan. Dengan demikian anak-anak akan mulai menyerap perkataan yang anda sebutkan dan mulai meniru perkataan tersbeut.

5. Berikan Anak Pujian
Ketika anak berhasil menyebutkan sebuah kosa kata dari mulutnya. Meskipun itu hanya kosa kata yang sederhana seperti menyebutkan 'ba', maka berikanlah ia sebuah pujian, agar merasa dihargai dan ingin berusaha untuk mengeluarkan kosa kata lain.


Tuesday, November 17, 2015

MERANGSANG PETER CEPAT BICARA



Di usia 3 tahun awal, anak mulai belajar bicara, dimana usia 12—18 bulan, ia sudah mampu mengucapkan 1—5 kata agak jelas. Seperti papa, mama, bola, maem, dan sebagainya. Ada juga kata-kata yang kurang jelas, tapi cenderung diucapkannya berulang-ulang. Misal, kata “tak” untuk menyebut cicak atau “num” untuk minum. Bila usia 18 bulan, anak belum mengucapkan kata pertama, belum babbling “ba… ba” “da… da” “ma… ma” “pa…pa” serta belum mengerti nama-nama anggota tubuh utama, seperti tangan, kaki, kepala, pertanda anak memiliki keterlambatan bicara, sehingga harus segera ditangani ahli..


Stimulasi agar anak cepat bicara:

  1. Banyak menga­jak anak bicara, kata-kata terse­but akan diingatnya dan diekspresikannya saat sudah bisa bicara.
  2. Hati-hati dalam memilih kata, jangan men­gucapkan kata kotor/umpatan, yang orangtua bicarakan, akan ditiru saat anak bicara.
  3. Ajak anak ngo­brol dalam suasana menyenangkan, menyanyikan lagu-lagu tentang yang dibicarakan
  4. Bicara dengan menarik perhatian anak, matanya melihat ke arah kita/benda yang kita tun­jukkan
  5. Berikan makanan padat untuk merangsang otot bicaranya.
  6. Terus mengajaknya bicara sampai lancar.


Thursday, October 22, 2015

Cara Mengatasi Batuk Pada Bayi

  1. Ada banyak cara yang bisa dilakukan saat bayi Anda menderita sakit batuk. Mulai dari obat-obatan dokter, obat herbal dan juga obat tradisional. Di Indonesia sendiri, dahulu obat batuk tradisional lebih sering digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi ataupun pada anak balita. Meskipun sama-sama obat, namun obat tradisional dipercaya lebih kecil risikonya untuk anak dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Berikut ini adalah beberapa tips dan obat alami untuk meredakan batuk pada bayi.
    1. Jeruk Nipis + Madu
    Bagi bayi yang berusia diatas satu tahun, Anda dapat mencoba mengatasinya dengan minuman hangat campuran jeruk nipis dan madu. Campuran madu dan jeruk nipis ini akan meredakan gatal pada tenggorokan dan mampu merangsang keluarnya air liur yang dapat meredakan batuk pada bayi. Untuk bayi usia 1 hingga 5 tahun resepnya adalah setengah sdt madu dengan sedikit jeruk nipis campurkan pada air hangat. Usahakan untuk meminumkan ini pada bayi saat sebelum tidur. Dapat diminum beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.
    1. Kunyit
    Cara mengatasi batuk pada bayi selanjutnya adalah dengan menggunakan ramuan dari bahan kunyit. Selain biasa digunakan oleh orang dewasa, kunyit juga bisa digunakan untuk menyembuhkan batuk pada bayi dan balita. Caranya tidak terlalu rumit, bagi Anda yang memiliki bayi atau balita yang masih menyusu, oleskan bubuk kunyit ke payudara sang ibu sebelum si bayi menyusui. Selain itu ada juga cara lain yaitu dengan mencampurkan bubuk kunyit ke dalam susu. Berikan ramuan kunyit tersebut kepada anak yang sakit batuk sebanyak dua kali sehari. Kunyit mampu mengurangi inflamasi dan memperkuat daya tahan bayi.
    1. Minyak Tradisional
    Ramuan tradisional lainnya yang bisa mengatasi batuk pada bayi adalah minyak tradisional. Minyak yang banyak variannya di Indonesia seperti minyak kayu putih, minyak peppermint, ataupun minyak rosemary, dinilai bisa membantu mempercepat proses penyembuhan sakit batuk pada bayi dan juga balita. Meskipun tidak dengan cara dikonsumsi seperti dua ramuan sebelumnya, namun cara ini juga dinilai cukup efektif membantu mengatasi batuk pada bayi 5 bulan, 1 tahun ataupun pada balita (tidak ada batasan umur). Jangan oleskan minyak tradisional ini dekat wajah bayi Anda, cukup di bagian dada, terlebih dahulu oleskan dalam jumlah sedikit
Mengatasi Batuk pada Bayi Usia Dibawah 6 Bulan

Ada banyak cara yang bisa dilakukan saat bayi Anda menderita sakit batuk. Mulai dari obat-obatan dokter, obat herbal dan juga obat tradisional. Di Indonesia sendiri, dahulu obat batuk tradisional lebih sering digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi ataupun pada anak balita. Meskipun sama-sama obat, namun obat tradisional dipercaya lebih kecil risikonya untuk anak dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Berikut ini adalah beberapa tips dan obat alami untuk meredakan batuk pada bayi.
Bagi bayi yang berusia diatas satu tahun, Anda dapat mencoba mengatasinya dengan minuman hangat campuran jeruk nipis dan madu. Campuran madu dan jeruk nipis ini akan meredakan gatal pada tenggorokan dan mampu merangsang keluarnya air liur yang dapat meredakan batuk pada bayi. Untuk bayi usia 1 hingga 5 tahun resepnya adalah setengah sdt madu dengan sedikit jeruk nipis campurkan pada air hangat. Usahakan untuk meminumkan ini pada bayi saat sebelum tidur. Dapat diminum beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.
Cara mengatasi batuk pada bayi selanjutnya adalah dengan menggunakan ramuan dari bahan kunyit. Selain biasa digunakan oleh orang dewasa, kunyit juga bisa digunakan untuk menyembuhkan batuk pada bayi dan balita. Caranya tidak terlalu rumit, bagi Anda yang memiliki bayi atau balita yang masih menyusu, oleskan bubuk kunyit ke payudara sang ibu sebelum si bayi menyusui. Selain itu ada juga cara lain yaitu dengan mencampurkan bubuk kunyit ke dalam susu. Berikan ramuan kunyit tersebut kepada anak yang sakit batuk sebanyak dua kali sehari. Kunyit mampu mengurangi inflamasi dan memperkuat daya tahan bayi.
Ramuan tradisional lainnya yang bisa mengatasi batuk pada bayi adalah minyak tradisional. Minyak yang banyak variannya di Indonesia seperti minyak kayu putih, minyak peppermint, ataupun minyak rosemary, dinilai bisa membantu mempercepat proses penyembuhan sakit batuk pada bayi dan juga balita. Meskipun tidak dengan cara dikonsumsi seperti dua ramuan sebelumnya, namun cara ini juga dinilai cukup efektif membantu mengatasi batuk pada bayi 5 bulan, 1 tahun ataupun pada balita (tidak ada batasan umur). Jangan oleskan minyak tradisional ini dekat wajah bayi Anda, cukup di bagian dada, terlebih dahulu oleskan dalam jumlah sedikit.
4. 
Berikutnya Anda dapat mencoba dengan bawang putih. Caranya adalah dengan mengeringkan bawang putih, bisa dengan dipanggang. Setelah kering dan dingin, masukkan ke kantong kain dan kemudian taruh di tempat tidur bayi Anda, tapi jangan terlalu dekat atau berada dalam jangkauan si bayi. Untuk bayi berusia diatas 6 bulan, dapat juga dilakukan dengan mengusapkan kantong kain pada dada, tapi jangan dilakukan secara langsung, cek dulu temperaturnya dan pegang dengan tangan.
Selain yang telah disebutkan di halaman sebelumnya, ada lagi beberapa lagi tips untuk meredakan batuk pada bayi. Berikan minum bayi dengan air hangat secara teratur supaya tetap terhidrasi. Kemudian juga berikan bubur sayuran, juga bubur ayam, keduanya dapat membantu mengembalikan imunitas bayi.
Meskipun ramuan tradisional ini efeknya memang relatif lebih lama dibandingkan dengan konsumsi obat-obatan kimia atau obat dari dokter, namun risiko atau efek sampingnya lebih kecil dan relatif lebih aman untuk bayi dan balita. Selain bahannya yang alami, daya tahan tubuh bayi juga masih belum terlalu kuat untuk banyak mengonsumsi obat-obatan kimia.
Saat bayi Anda mulai terserang penyakit batuk atau pilek, jangan panik. Cara pertama yang mungkin bisa Anda lakukan jika Anda masih awam dan tidak tahu harus mengobati dengan cara apa, segeralah bawa bayi ke dokter. Konsultasikan kepada dokter khusus anak dan minta tips kepada dokternya tentang bagaimana cara mengatasi batuk pilek pada bayi.
Selain memeriksakan ke dokter anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk pada bayi usia dibawah 6 bulan. Biasanya penyakit pada bayi yang satu ini disebabkan oleh alergi ataupun infeksi. Yang membuat orang tua panik saat buah hati menderita sakit batuk pilek biasanya adalah gejala demam, hidung meler, mata berair, dan sebagainya, tapi itu adalah hal yang biasa terjadi.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan tambahan porsi ASI. kandungan nutrisi pada ASI dinilai bisa meningkatkan daya tahan tubuh si anak. Selain itu fakta juga mengatakan bahwa gerakan bayi ketika sedang mengisap ASI dari payudara sang ibu akan menutup saluran eustachius, yaitu saluran penghubung antara hidung dan telinga. Nah, hal ini mampu memperkecil risiko terjadinya infeksi di dalam telinga yang diakibatkan oleh bakteri dalam hidung atau tenggorokan.
Tips mengatasi batuk pada bayi selanjutnya adalah dengan menjemurnya di sinar matahari pagi. Meskipun cara ini juga pada umumnya dilakukan oleh semua ibu, namun cara ini memang dinilai cukup efektif untuk membantu proses penyembuhan bayi yang menderita batuk. Sinar matahari pagi sangat bagus untuk membantu membasmi virus, bakteri atau jamur yang ada dalam tubuh. Jika anak Anda hidungnya tersumbat, keluarkanlah cairan tersebut dengan cara menyedotnya atau dengan bantuan alat penyedot.
Untuk bayi berumur dibawah 6 bulan ini, Anda juga dapat mencoba tips menggunakan bawang putih yang telah disebutkan diatas, uap dari bawang putih ini dapat meredakan batuk dan melegakan hidung tersumbat pada bayi.
Jika dengan cara tersebut bayi Anda masih belum juga sembuh apalagi sudah melewati 7 hari, segeralah bawa ke dokter atau ke rumah sakit agar mendapat pengobatan profesional. Bayi dan balita memang sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit, oleh karena itu jagalah kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga Anda sebaik-baiknya.

Wednesday, October 7, 2015

HINDARI KATA TIDAK UNTUK BALITA


Kira-kira berapa kali Anda sudah berkata “Tidak” pada si kecil setiap harinya? Bisa jadi, si kecil paling malas jika mendengar Anda berkata “TIDAK” ketika tengah melakukan sesuatu yang seru. Tujuan Anda tentu ingin menjaga si kecil agar tetap bermain aman. Namun menurut Bruce Grellong, Ph.D, kepala psikologi anak dan keluarga di Jewish Board of Family and Children's Services, New York, beberapa anak memang tidak cukup memahami bila hanya dengan mendengar kata ‘TIDAK’. Beberapa ahli juga menuturkan, terlalu sering melontarkan larangan tanpa alasan dapat perburuk kemampuan berbahasa anak dibandingkan mereka yang mendapat respon positif dari orangtuanya. Kemampuan berpikir dan berbahasa si tiga tahun yang semakin terampil menjadikannya mudah diajak diskusi dan kompromi kok! Ini kiatnya, melarang secara halus namun tetap berjalan mulus:

1. “Boleh, asalkan….”
           “Bunda, aku boleh makan kue-kue manis ini?” Anda bisa menjawab, “Boleh, asalkan kamu sudah menghabiskan makan siangmu. Dan sebelum tidur jangan lupa menyikat gigi, ya?” Memberikan ‘lampu hijau’ atas permintaan si kecil boleh Anda lakukan, selama permintaannya masih berada pada batas wajar, menurut Anda. Cara ini akan menyenangkan hati si kecil dan Anda juga sekaligus dapat melindunginya dari kekhawatiran sakit gigi.

2. “Kita lihat yang lain dulu, yuk!”
          Umumnya, si kecil suka ‘lapar mata’ atau mudah tertarik terhadap sesuatu, dan juga mudah dialihkan. Oleh sebab itu, manfaatkan kebiasan si kecil mudah dialihkan ini. Segera alihkan perhatiannya jika ia mulai merengek minta sesuatu yang tidak perlu atau membahayakan. Misalnya, ajak anak melihat pertunjukan yang biasa diadakan di hall mol, jika ia merengek minta dibelikan mainan yang sudah ia miliki di rumah.

3. Berikan alasan
          Si kecil yang kritis jelas tidak mempan bila Anda hanya menggunakan kata “TIDAK BOLEH”. Ia butuh penjelasan kenapa keinginannya Anda larang. Usahakan untuk memberikan alasan setelah Anda melarang si kecil. Berikan alasan yang mudah dimengerti anak, dan pastikan alasan Anda selalu konsisten. Misalnya pada saat si kecil merebut gadget milik pamannya karena ingin bermain game. Berikan alasan bahwa game yang ada di gadget paman adalah game yang diperuntukkan untuk orang dewasa. Lalu berikan game yang boleh ia mainkan.

4. Gunakan bahasa isyarat
          Ada kalanya Anda tidak dapat menegur langsung si kecil, bahkan bersuara karena sedang berada di tempat ibadah dan rumah duka. Tetapi, Anda dapat mengkomunikasikan larangan lewat isyarat. “Sssst….(Sambil meletakkan jari telunjuk di bibir Anda). Kita bicaranya pelan-pelan saja, ya, nanti mengganggu tante dan om di sebelah yang sedang berdoa.” Usai perayaan selesai, jelaskan alasan dibalik ‘instruksi’ Anda tadi. Tujuannya agar kelak jika hal tersebut terjadi lagi, si kecil paham bahwa jari telunjuk di letakkan di bibir pertanda tidak boleh berisik.

5. Buat kesepakatan
          Anda baru saja meninggalkan lantai ruang keluarga dalam keadaan bersih dan masih basah. Tiba-tiba, si kecil membawa peralatan piknik dan  menjadikan ruang keluarga sebagai taman. Sebelum Anda mengeluarkan kata “TIDAK BOLEH”, buat kesepakatan dengan cara memberikan dua pilihan. “Kamu boleh bermain di ruang keluarga, tetapi hanya bisa duduk manis di sofa karena lantai masih basah. Atau kamu boleh bermain piknik-piknikan di kamar dan kamu bisa bebas bermain bersama boneka-bonekamu di lantai. Kamu pilih yang mana?” Memberikan pilihan pada anak akan membuatnya memiliki otoritas, dan ia lebih senang jika mendapatkan otoritasnya. Hal ini juga sekaligus mengajarkan anak untuk konsisten dan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

6. Sentuh hatinya
          Trik ini merupakan trik jitu karena Anda membuat anak berpikir dan bermain dengan perasaannya. Misalnya, si kecil baru saja membuang makanan ke rumput taman. Anda dapat mengatakan, “Kalau kamu membuang makanan ke rumput, kasian petugas kebersihan di taman karena harus bekerja membersihkan makananmu. Dan Bunda juga harus membeli makanan jika nanti kamu lapar. Padahal sudah tidak ada uang lagi di dompet Bunda. Kamu tidak boleh melakukan ini lagi, ya.” Hal ini dapat mengasah sisi emosional dan kepedulian si kecil terhadap perasaan orang lain sejak dini.

KEMAMPUAN BICARA BALITA 1-2 TAHUN

 
Ada rentang lebar untuk bisa disebut normal pada soal bicara. 


Pergeseran dari babbling atau menceloteh ke pengucapan kata nyata adalah sebuah proses perlahan yang dimulai segera setelah anak lahir. Setiap kali Anda merespon tangisnya, berarti Anda telah menyemangati bahasa ekspresifnya. Pada usia 12 bulan, deguk dan dekutnya telah berganti menjadi beberapa jenis suara konsonan, seperti “m”, “b”, “c” dan “d.” intonasi celotehnya pun seharusnya sudah turun naik seperti sebuah kalimat dan bisa jadi terdiri dari satu atau dua kata yang Anda kenal. 

Walaupun mungkin batita Anda hanya mengucap sedikit kata dengan jelas-umur 15 bulan umumnya anak mengucap tiga kata tambahan untuk kata “mama” dan “papa”- ia paham apa yang Anda katakana. Anda akan menyadari penerimaan bahasa ini beraksi ketika ia sukses mengikuti intruksi sederhana dari Anda, seperti “Ayo nak, bawa cangkirmu ke sini.” 
Pada usia ini, seharusnya pula ia sudah kenal dirinya dengan tahu namanya, mampu menunjuk pada obyek, mampu menunjuk pada obyek, mengidentifikasi beberapa anggota tubuhnya dan melambaikan tangan untuk berpisah. 

Bila lambat. Bila balita 1 tahun Anda hanya mampu menyuarakan huruf hidup (vokal) atau nampaknya ia tidak memahami banyak kata-kata Anda, maka sekarang waktunya berkonsultasi ke ahli. 
Lemah pendengaran adalah penyebab paling umum kelambatan bahasa eskpresif dan reseptif. Kebanyakan bayi baru lahir akan diperiksa fungsi pendengarannya sebelum meninggalkan rumah sakit, tapi tetap saja ada bayi yang tidak dites atau mengalami kehilangan dengar setelah beberapa waktu. Adanya cairan di telinga atau infeksi telinga kronis juga dapat mempengaruhi kemapuan bayi untuk menangkap suara dan memahami bicara. 

Bila Anda dan dokter anak mendeteksi adanya problem, bawa anak ke audiologist atau ahli pendengaran, untuk pemeriksaan yang lengkap. Ada juga dokter yang pendekatannya dengan menunggu hingga anak berusia 18-24 bulan dengan pengamatan penuh. Tapi jika sampai pada usia ini anak Anda belum juga mengucap sepatah katapun, hubungi pakar profesional untuk bantuan. Mungkin saja ia membutuhkan terapis wicara untuk membantunya mengembangkan kemampuan bicara. 

Ahli patologi bicara akan dapat mendeteksi kelainan lain yang mungkin diderita, termasuk apraxia (kelainan yang menyebabkan otot-ototo mulut di wajah tak dapat mengucapkan kata dengan tepat) dan kelambatan perkembangan seperti cerebral palsy atau autisme. Kelambatan bicara berdasar pada banyak faktor, dan tidak semuanya punya konsekuensi jangka panjang. Faktor keturunan juga berperan, batita yang lambat bicara sering pula akibat ada anggota keluarga yang juga lambat bicara. 

Friday, March 13, 2015

Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan

Bulan ke-5 merupakan masa transisi bagi bayi anda di mana ia mulai mencoba berbicara (benar-benar berbicara) dan mengeksplorasi berbagai suara yang bisa ia buat. Berikut ulasan singkat pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 5 bulan yang bisa anda harapkan dicapai buah hati anda.Baca juga:Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan pada Bayi Bulan ke BulanPertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 1 BulanPertumbuhan, Perkembangan dan Perawatan Bayi Usia 2 BulanPertumbuhan, Perkembangan dan Perawatan Bayi Usia 3 BulanPertumbuhan, Perkembangan dan Perawatan Bayi Usia 4 BulanPertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 6 BulanPertumbuhan bayi 5 bulan: Kemampuan motorik kasarBayi usia 5 bulan sudah bisa duduk tegak untuk waktu yang lebih lama. Kebanyakan bayi menyukai posisi ini di mana ia bisa melihat tubuhnya dan hal menarik lainnya di sekitarnya. Anda mungkin masih harus menyangga bayi anda tapi biasanya ia sudah bisa duduk tanpa disangga selama beberapa saat.Ada bayi yang sudah bisa berguling dari posisi telentang ke tengkurap di usia ini. Begitu ia sudah bisa berguling ia akan mencoba menggerakkan kakinya, mempersiapkan diri untuk kemampuan baru yang akan dicapainya beberapa bulan lagi yaitu merangkak dan bergerak maju. Jika ia sudah bisa berguling, jangan pernah meninggalkannya di ranjang atau permukaan tinggi lainnya di mana ia bisa berguling tanpa sadar sehingga terjatuh dan terluka.Perkembangan bayi 5 bulan: Kemampuan motorik halus Genggaman bayi 5 bulan semakin kuat. Ia bisa menarik benda ke dekatnya, menggenggamnya dan dengan ahlinya memindahkannya ke tangan yang lain. Ia bahkan mungkin bisa memegang botol atau gelas sendiri.Pertumbuhan bayi usia 5 bulan: TidurKebanyakan bayi umur 5 bulan bisa tidur sepanjang malam walaupun tidak semua. Memandikannya dengan air hangat kemudian menggendong atau mengayunkannya sambil bernyanyi atau bercerita akan membuatnya mengantuk.Pada siang hari bayi masih membutuhkan dua kali tidur (pagi dan sore). Usahakan untuk tidak menunda tidurnya sampai ia terlalu capek atau rewel. Tidurkan bayi anda jika ia kelihatan mengantuk.Perkembangan bayi usia 5 bulan: Indera Penglihatan bayi 5 bulan terus berkembang. Pada tahap ini, bayi masih belum memiliki penglihatan 20/20, tapi ia bisa melihat dengan baik dari berbagai jarak dan kedua matanya sudah bisa fokus bersamaan tanpa juling. Ia juga sudah bisa membedakan berbagai warna tapi biasanya masih lebih menyukai warna primer seperti merah, biru dan kuning.Tumbuh kembang bayi usia 5 bulan: Komunikasi Bayi umur 5 bulan sudah mengetahui berbagai bunyi yang bisa ia buat dengan lidah dan bibirnya. Perhatikan suara bayi yang penuh kegembiraan yang disertai percikan busa. Ia mulai mengeluarkan suara celotehan yang terdiri dari huruf konsonan dan vokal seperti "ba-ba" atau bahkan mungkin "ma-ma" atau "da-da" (walaupun belum bisa mengasosiasikannya). Ia mengeksplorasi suara yang bisa ia buat dan mungkin mengulangnya terus menerus. Semua ini merupakan bentuk awal dari perkembangan bahasa dan komunikasinya, dan ia sedang berlatih.Suara berharga lainnya yang sering dan ingin anda dengar terus adalah suara tertawa pertamanya. Dukung tumbuh kembang bayi 5 bulan anda dengan menciptakan waktu bergembira dan tertawa bersama bayi anda, coba gelitiki bayi anda, ikut tertawa dengan lelucon yang mungkin dibuatnya atau lakukan hal yang mungkin menggelikan bagi bayi anda dan mengundang tawanya.Pada umur 5 bulan, bayi mulai mengerti suara yang didengarnya seperti gonggongan anjing atau suara mesin. Walaupun belum mengerti kata, ia mungkin merespon ketika namanya dipanggil.Ia juga belajar cara memberi tahu anda apa yang dibutuhkannya lewat suara yang dibuatnya. Perhatikan dan coba bedakan suara yang dipakainya pada berbagai kondisi seperti saat ia lapar, capek atau ingin bermain.Perkembangan bayi minggu ke minggu di usia lima bulan:Minggu ke-18: Sinkronisasi suara dengan gerakanMinggu ke-19: Lebih senang musik daripada percakapanMinggu ke-20: Memahami jalurMinggu ke-21: Mencocokkan suara dengan gerakanPerawatan bayi usia 5 bulan: Pemberian makanan padat Saat ini, banyak praktisi kesehatan anak sepakat bahwa waktu terbaik untuk memulai makanan padat pada bayi adalah di atas usia 6 bulan,bahkan sampai umur 9 bulan, sumber utama nutrisi bayi masih dari asi atau susu formula. Namun jika pada usia 5 bulan bayi anda kelihatan tertarik dengan makanan serta tidak cukup kenyang dengan pemberian asi atau susu formula saja maka anda bisa mempertimbangkan pemberian makanan padat. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak anda sebelum memulai pemberian makanan padat di usia ini.Beberapa tanda bayi sudah siap menerima makanan padat:Memperlihatkan tanda-tanda tertarik dengan makanan misalnya memperhatikan makanan anda, menyentuhnya, mengambil, dan memasukkan makanan dari piring anda ke mulutnya.Bayi sudah bisa menopang kepalanya dengan baik.Kemampuan koordinasi bibir bawah untuk menyedot makanan dari sendok.Usus bayi sudah cukup matang untuk mencerna makanan padat atau sudah memproduksi enzim pencernaan tertentu.Bayi harus belajar menelan dengan cara mendorong makanan padat ke belakang mulut.Makanan padat pertama yang anda berikan untuk mendukung tumbuh kembang bayi usia 5 bulan sebaiknya berupa makanan yang mudah dicerna dan rasanya sudah akrab di lidah bayi seperti sereal, bubur beras atau gandum yang dicampur dengan asi atau sufor. Pure pisang, labu, ubi, pir, saus apel dan wortel juga bisa menjadi pilihan makanan padat pertama bayi anda.Perhatikan reaksi bayi anda terhadap makanannya. Jika ia menolak dan melepehkannya kemungkinan ia belum siap menerima makanan padat. Tunggu beberapa hari sebelum memulai pemberian makanan padat kembali.Tips pengasuhan dan perawatan bayi usia 5 bulanBayi menyukai musik. Mainkan segala jenis lagu mulai dari klasik, jazz sampai pop. Bayi anda akan girang, tersenyum dan bahkan mungkin berceloteh.Berikan bayi anda mainan warna warni yang simple seperti balok lunak atau giring-giring. Sebutkan nama benda yang anda berikan untuk mengajari bayi anda kosakata baru.Pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 5 bulan berlangsung cepat, tidak lama lagi ia akan bergerak makin jauh. Jika anda belum mengamankan rumah anda, lakukan sesegera mungkin. Tutup colokan listrik, taruh produk pembersih dan barang berbahaya lainnya di tempat yang jauh dari jangkauan bayi. Jangan meninggalkan minuman panas, setrikaan,dsbnya di tempat yang bisa dijangkau bayi anda.

Monday, January 19, 2015

Perlengkapan Bayi Umur 3 Bulan

Cari perlengkapan bayi umur 3 bulan? Menurut anda apa saja yang perlu dibeli untuk anak 3 bulan? mari kita kaji bersama, tentang kebutuhan dan perilaku anak di usia 3 bulan. Pada usia ini anak sudah mulai belajar menegakkan kepala, sudah tidak memakai bedong lagi, dan makanannya hanya susu saja. Berdasarkan perilaku tersebut berarti penambahan perlengkapan tidak banyak. Adapun yang perlu dimiliki pada usia ini:
  1. Baju kaos lentur, karena bayi sudah tidak mengenakan bedong lagi sebaiknya jangan beri baju kemeja lagi karena jika menggunakan baju kemeja, mereka cenderung mudah masuk angin. Baju kaos karet ini biasanya dijual lusinan, harga per lusin Rp. 100.000. Untuk celana, jika anda tinggal di daerah panas maka siapkan dua jenis celana yakni celana trening panjang dan juga celana pendek. Disiang hari yang panas kenakan celana pendek dan di malam hari selalu kenakan celana panjang.
  2. Perlengkapan makan belum diperlukan pada umur 3 bulan ini, namun jika anda seorang wanita karir atau seorang pegawai / karyawan, maka sebaiknya beli botol penyimpanan susu ASI, biasanya dijual bersama alat pompa asi. Alat bantu pemompa asi ini bisa tidak dibeli, karena ASI lebih mudah dipompa diperas dengan tangan daripada menggunakan alat bantu. Harga produk penyimpan ASI ini satu set Rp. 750.000 (botol asi, dot, alat pemanas, pensteril botol, tas asi, alat pompa dan ada beberapa produk lainnya dalam satu set) 
  3. Pada umur 3 bulan bayi suah dapat dimandikan dengan cara berendam. Agar mereka bisa berendam dengan nyaman belilah pelampung, produk ini sangat membantu agar bayi senang di dalam air dan bergerak aktif, 1 buah pelampung mandi Rp. 35.000 (harga di daerah saya)
  4. Penghisap ingus, ini diperlukan ketika anak terserang flu, mereka tidak bisa mengeluarkan ingus sendiri, untuk itu diperlukan alat penghisap ingus.
  5. Pada umur 3 bulan sudah mulai aktif mendengarkan bunyi-bunyian, jadi beli mainan yang bisa bergerak kiri-kanan dan mengeluarkan bunyi. Contohnya bola, boneka gantung dan lain-lain.
  6. Aktifitas bayi 3 bulan masih kebanyakan untuk tidur, jadi perlengkapan tidur sebaiknya dilengkapi, seperti; kelambu, selimut, bantal dan lainnya.

Tingkah laku bayi umur 3 bulan

Tingkah laku bayi sangat penting kita ketahui agar tidak salah dalam menilai dan mengambil tindakan untuk perkembangan anak. Pada umur 3 bulan dia sudah memiliki perkembangan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan perkembangannya pada usia 2 bulan. Secara umum berikut ini perilaku (tingkah laku) bayi umur 3 bulan:
  1. Mengangkat kapala, nah pada usia 3 bulan ini bayi sudah mulai bisa mengangkat kepalanya secara tegak dalam keadaan tengkurap.
  2. Tertawa, dia sudah bisa bercengkrama dan tertawa ketika dimain-maini oleh orang disekitarnya.
  3. Pada usia 3 bulan anak umumnya sudah bisa membalas senyuman orang yang tersenyum atau mengajaknya berbicara.
  4. Mengoceh atau mengatakan kata-kata baru yang terkadang terdengar lucu secara sepontan, terkadang bayi umur 3 bulan sudah bisa merespon sesuatu dengan ocehan yang lucu dan imut.
Respon dan tindakan yang perlu kita lakukan untuk perkembangan anak umur 3 bulan diantaranya:
  1. Sesering mungkin menengkurapkan bayi, agar tulang leher mereka mualai terlatih untuk menegakkan kepala.
  2. Sering menggerakkan benda kekiri dan kekanan pada anak umur tiga bulan hal ini untuk melatih respon mata mereka. Gerakan kekiri-dan kekanan ini dilakukan disekitar jangkauan pandangan mata mereka saja.
  3. Mulai perdengarkan berbagai bunyi-bunyian pada anak usia tiga bulan ini. (minimal sering ajak berbicara)
  4. Beri mainan yang aman berukuran besar dan memiliki warna-warni yang cerah.
Perlengkapan bayi yang mungkin perlu dibeli di usia 3 bulan ini diantaranya:
  1. Pelampung (baju pelampung) untuk bayi, anak 3 bulan sudah bisa diajak mandi berendam dengan menggunakan pelampung. Hal ini akan melatih tulang leher, gerakan kaki dan tangan di dalam air. Walau demikian tetap beri pengawasan penuh ketika memandikannya dengan pelampung, sebab terkadang dia akan menengkurapkan badannya atau meminum air yang ada dipermukaan pelampung.
  2. Mainan ukuran besar dan berwarna cerah, seperti bola atau boneka dari karet. Sebaiknya jangan beri mainan yang berbulu mudah rontok sebab anak bayi di usia ini sudah mulai memasukkan apa saja yang ada di tangan mereka kedalam mulut.
  3. Kolam/ bak  mandi, bisa juga dari Waskom besar.
  4. Penghisap ingus, untuk menghisap ingus bayi ketika ada ingus menyumbat hidung
  5. Pemotong kuku, anak sudah cukup kuat mencengkram sehingga bila kuku mereka panjang bisa saja mereka mencakar muka sendiri dan ini memang sering terjadi. Belilah produkpemotong kuku untuk bayi yang ukurannya kecil dan nyaman, potong kukunya minimal 3 hari sekali.
  6. Perlengkapan mandi ketika umur 1 dan 2 bulan masih diperlukan semua, kecuali terpal mandi.
  7. Baju dan celana yang elastis dan mudah dikenakan, (kaos oblong berkaret elastis dan celana trening). Bedong sudah tidak diperlukan lagi.
  8. Papmers instant atau clodi, jika anda ingin hemat bisa memperbanyak clodi (dippers) sebab clodi bisa menampng pipis hingga 3 kali pipis bayi.
Itulah beberapa tingkah laku umum bayi pada umur 3 bulan beserta perkembangan dan perlengkapan yang sebaiknya dimiliki untuk menunjang perawatan yang baik dan efisien. Sumber tambahan tulisan ini dari buku posyandu dan pengalaman.

Ajarkan Berenang Sejak Usia Bay

Ajarkan Berenang Sejak Usia Bayi, Tapi Perhatikan Syarat Ketat Ini
Swimmingpracticeplans
Mengajari bayi berenang.

Bayi di atas usia tiga bulan bisa Anda mulai ajak berenang. Sebab, bila usianya kurang dari dua bulan, sistem imunitas bayi belum sempurna dan masih rawan terkena penyakit dari lingkungan sekitar seperti diare, infeksi telinga, dan saluran pernafasan.
Hal lain yang patut mendapat perhatian orangtua, sebelum usia enam bulan, bayi belum mampu meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Jadi, hindari mengajak bayi beraktivitas di kolam yang dingin. Gunakan air hangat bersuhu antara 27-30 derajat Celcius.
Perihal lokasi, ada spa yang memiliki fasilitas khusus untuk bayi bermain air. Umumnya berupa kolam air hangat yang dapat digunakan secara privat oleh bayi. Atau bisa juga bayi diajak ke kolam renang umum. Pilihan lainnya, dengan memanfaatkan kolam plastik yang banyak dijual di pasaran. Bila ingin memanfaatkan kolam renang umum atau spa hendaknya perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Lingkungan kolam yang termonitor.
Pilih kolam renang yang disertai penjaga, yakni seseorang yang mengerti bagaimana memberikan pertolongan pertama pada bayi dalam kondisi darurat.
2. Perhatikan kadar klorin.
Cermati kadar klorin kolam renang. Di beberapa kolam renang ada papan khusus untuk informasi ini. Namun bila tidak ada tanyakan kepada pengelola kolam renang. Kadar klorin dalam kolam renang sebaiknya tidak terlalu tinggi karena dapat mengiritasi kulit bayi yang sensitif.
Idealnya pemakaian klorin agar tidak menjadi polutan menurut American Chemistry Council antara 2,0 sampai 4,0 ppm (parts per million) meski tidak perlu, sampai di bawah 1,0 ppm.
3. Pilih suhu air kolam renang yang hangat.
Bayi belum mampu meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Untuk itu, hindari suhu kolam renang/spa yang terlalu dingin. Idealnya, pilih kolam renang dengan suhu hangat dan terkontrol.