Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Showing posts with label Kelahiran si Bayi. Show all posts
Showing posts with label Kelahiran si Bayi. Show all posts

Friday, September 19, 2014

Ibu Hamil, Waspadai Plasenta Lepas

Plasenta yang lepas sudah termasuk kondisi yang membahayakan baik bagi ibu hamil maupun janin. Buruan ke dokter agar segera ditangani secepatnya 
Walau ibu hamil sudah sangat menjaga kandungannya, terkadang hal tak diinginkan bisa terjadi. Salah satu kondisi yang membahayakan adalah lepasnya ari-ari (solusio plasenta) dari tempatnya pada dinding rahim bagian atas. Kasus ini mungkin terjadi pada usia kandungan trimester ketiga. Beberapa kasus lain terjadi sebelum kandungan menginjak 20 minggu.
Lepasnya ari-ari ini bisa dikategorikan menjadi 3 bentuk. Yakni, lepasnya seluruh ari-ari (solusio plasenta totalis), ari-ari terlepas sebagian (solusio plasenta parsialis), atau lepasnya sedikit bagian dari pinggiran ari-ari (ruptura sinus marginalis).
Tingkatan berat ringan. Kasus lepasnya ari-ari jika dikategorikan berdasarkan berat ringannya, terdiri dari 3 tingkatan, yakni:
  • Solusio plasenta ringan: ari-ari terlepas sebagian kecil. Ditunjukkan dengan gejala perut sedikit nyeri, rahim mulai menegang dan keluar darah agak kehitaman
  • Solusio plasenta sedang: seperempat bagian ari-ari telah terlepas. Perut akan nyeri, rahim tak berhenti menegang dan pendarahan dari vagina. Mungkin darahnya tidak banyak tapi sebenarnya pendarahan hebat terjadi di dalam tubuh sekitar 1.000 ml. Ibu hamil akan syok kehilangan kesadaran serta kemungkinan janin meninggal. Jika janin masih hidup, kondisinya sudah gawat.
  • Solusio plasenta berat lebih dari duapertiga bagian ari-ari telah terlepas. Perut akan sangat tegang dan sangat nyeri. Ibu hamil syok dan janin sudah meninggal. Pendarahan kemungkinan tidak sampai keluar karena sudah terjadi pembekuan darah di dalam tubuh.
Akibat. Akibat dari lepasnya ari-ari termasuk berat. Ibu hamil maupun janin bisa meninggal dan darah akan membeku. Janin yang masih bisa diselamatkan hanya pada solusio plasenta ringan. 
Sulit mencari penyebab dari kasus ini, tapi diduga karena:
  • Ibu hamil yang usianya lebih dari 35 tahun
  • Tali pusat kurang panjang
  • Menderita darah tinggi kronis
  • Kurangnya asam folat
  • Mengalami pre-eklampsia (gejala keracunan kehamilan)
Kasus ari-ari terlepas ini memang mirip dengan gejala plasenta menutup jalan lahir (plasenta previa). Dokter bisa membedakan dari gejala yang ditimbulkan. Kalau kasus plasenta lepas, rahim tak berhenti menegang dan terjadi pendarahan dengan warna kehitaman. Sedangkan untuk kasus plasenta previa, terjadi pendarahan berwarna merah segar. Namun untuk memastikan dokter akan melakukan USG (ultrasonografi). 
Penanganan. Dokter akan melakukan penanganan yang berbeda sesuai berat ringannya kasus lepasnya plasenta ini, yakni:
  • Solusio plasenta ringan. Sang ibu akan dirawat dirumah sakit dengan pengawasan khusus jika usia kehamilan kurang dari 36 minggu, pendarahannya berhenti dan ibu tidak merasakan sakit lagi. Namun jika pendarahannya tidak berhenti dan dari USG terdeteksi makin banyak bagian plasenta yang terlepas, kandungan akan diakhiri oleh dokter. Jika janin dideteksi masih hidup, akan diselamatkan dengan operasi caesar. Namun jika janin diketahui sudah meninggal, dokter akan memecahkan ketuban agar janin bisa dilahirkan.
  • Solusio plasenta sedang dan berat. Tindakan yang akan diambil adalah
    • Ibu hamil menerima tranfusi darah
    • Ketuban akan dipecahkan dan diinfus oksitosin agar persalinan bisa dipercepat
    • Jika persalinan dengan cara tersebut gagal, akan diambil tidakan operasi caesar agar nyawa ibu bisa diselamatkan.
Namun, tindakan terbaik adalah sebisa mungkin ibu hamil tak bosan-bosannya menjaga kesehatan kehamilannya agar kejadian tak diinginkan tak terjadi.

Bayi Lahir Caesar Rentan Autisme

inmagine.com

Bayi-bayi yang lahir di minggu ke 37 hingga minggu 39 memiliki risiko tinggi.
Walaupun penyebab pasti autisme belum dapat diketahui, sebuah penelitian terbaru menemukan bayi yang lahir lebih cepat satu minggu memiliki risiko mengidap masalah autisme dan gangguan pendengaran.
Bayi lahir pada minggu ke-39 -titik di mana sebagian besar bedah caesar dilakukan- mengalami kesulitan belajar daripada bayi yang lahir pada minggu ke-40.
Seperti yang dikutip dari Telegraph, peneliti menganalisis sejarah kelahiran 400 ribu anak sekolah yang lahir pada minggu ke-37 hingga 39. Mereka yang lahir pada rentang waktu ini berisiko 5,1 persen mengalami kesulitan belajar dan membutuhkan pendidikan khusus. Sementara mereka yang lahir pada minggu ke-40 memiliki tingkat risiko lebih rendah, empat persen.
Jill Pell, profesor kesehatan masyarakat dan kebijakan kesehatan Universitas Glasgow, mengemukakan para dokter dan calon orangtua harus mempertimbangkan risiko kesulitan belajar saat merencanakan operasi caesar.
“Bedah caesar saat ini sering dilakukan lebih cepat seminggu dari waktu lahir. Maka itu, jika membuat keputusan tersebut, pertimbangkan risiko dan manfaat potensialnya,” katanya.
Adapun bahaya pada bayi yang lahir dalam 24 minggu pertama memiliki risiko kesehatan autisme dan gangguan perilaku yang sangat tinggi. Dari studi yang sama ditemukan sepertiga bayi lahir pada minggu ke-37 hingga minggu ke-39.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, jumlah orangtua yang memilih operasi caesar meningkat secara signifikan.  Dari 400 ribu anak yang diteliti, 18 ribu tergolong memiliki kebutuhan khusus termasuk gangguan perilaku hiperaktif, autis disleksia, tuli serta memiliki penalaran rendah.
Studi ini diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science Medicine

6 Risiko Bayi Sesar

Jika bayi bisa lahir secara alami, mengapa harus disesar? Ternyata, bayi lahir sesar lebih beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan dibandingkan bayi lahir normal. Apa saja gangguan itu? Dr.Erick Fransisco Kan, M.Med, Sp.A dari Siloam Hospital Karawaci membeberkannya.
1. Gangguan pernapasan
TTNB (Transient Tachypnea of the New Born) adalah gangguan pernapasan yang paling sering dikhawatirkan terjadi pada bayi sesar. Gangguan ini terjadi akibat cairan yang memenuhi paru-paru janin selama berada dalam rahim tidak terkompresi mengingat bayi sesar tinggal “terima jadi”. Padahal, proses persalinan per vaginam melewati jalan lahir inilah yang memungkinkan cairan yang memenuhi paru-paru semasa janin berada dalam rahim dipompa habis keluar.
Selain itu, proses kompresi juga terjadi berkat kontraksi rahim ibu secara berkala. Kontraksi yang lama-kelamaan semakin kuat ini akan menekan tubuh bayi, sehingga otomatis cairan dalam paru-parunya ikut keluar. Nah, pada bayi sesar, kedua proses kompresi tadi tidak terjadi dengan sempurna.
2. Rendahnya sistem kekebalan tubuh
Data berdasarkan evidance base memang belum ada. Namun pada proses persalinan normal, bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang berlangsung lama dan melibatkan kontraksi selama berjam-jam. Saat lahir pun, mulut bayi tidak tertutup sehingga banyak kuman yang masuk ke dalam mulut, bahkan sampai ke pencernaan. Imbasnya, bayi mengalami kontak alami dengan mikroba floral dalam jalan lahir ibunya yang kemudian berkoloni di ususnya. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalan tubuhnya.
3. Rentan alergi
Baik dari kondisi “kotor” di jalan lahir yang tidak dilalui si bayi yang dilahirkan secara sesar, maupun tertundanya pemberian ASI sesegera mungkin, membuat risiko alergi pada bayi jadi lebih tinggi. Belum lagi paparan antibiotik yang biasanya diberikan kepada bayi sesar sebagai langkah berjaga-jaga dari kemungkinan infeksi, juga meningkatkan risiko alergi.
4. Emosi cenderung rapuh
Meski belum terbukti melalui penelitian ilmiah, kondisi psikologis bayi sesar diduga cenderung lebih rapuh dibanding bayi yang dilahirkan secara normal. Faktanya, bayi yang lahir normal memang dihadapkan pada kondisi tidak nyaman dimana ia harus melewati jalan lahir yang sempit dan berliku disertai tekanan hebat akibat kontraksi rahim. Perjuangan inilah yang diyakini dapat melatih mental si kecil sejak dini. Boleh jadi faktor ini memberi kontribusi tersendiri terhadap kepribadian si anak kelak.
Akan tetapi pola asuh yang diberikan orangtua dan bagaimana pengaruh lingkungan terbukti lebih ikut memberi warna apakah seseorang lebih tahan banting atau tidak ketika menghadapi stres kehidupan.
5. Terpengaruh anestesi
Kondisi ini mungkin saja terjadi. Karenanya, tim dokter yang terdiri dari dokter kebidanan dan kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi harus berhitung secermat mungkin agar pembiusan pada bayi berpengaruh seminim mungkin. Untuk itu, umumnya anestesi yang digunakan adalah anestesi spinal yang berdosis rendah. Penggunaan bius total membuat bayi terlihat agak ngantuk karena dikeluarkan saat masih di bawah pengaruh anestesi.
6. Minim peluang IMD
Bayi sesar kurang mendapatkan kesempatan untuk menjalani IMD alias inisiasi menyusu dini. Ini karena kondisi bayi sesar berbeda dari kondisi bayi lahir normal yang bisa langsung ditempelkan di dada ibunya dengan refleks yang cukup kuat untuk mencapai payudara ibu. Sementara pada persalinan sesar, hal yang tak bisa segera dilakukan mengingat bayi biasanya langsung dipasangi infus dan selang oksigen guna membantu pernapasannya. Si ibu pun umumnya masih dalam keadaan “teler” akibat pengaruh obat anestesi.

Wednesday, July 2, 2014

Pemeriksaan Lab Untuk Bayi Baru Lahir


Mempunyai anak yang sehat tentu saja adalah harapan semua orang tua, segala upaya akan kita lakukan untuk memastikan anak kita tidak sakit bahkan meskipun pada bayi yang baru lahir. 
Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dibidang kedokteran saat ini banyak penyakit-2 yang sangat serius yang sebenarnya bisa dideteksi sesaat bayi lahir kedunia (skrining neonatus). Pada negara2 yang telah maju pemeriksaan yang wajib dilakukan pada bayi baru lahir sebelum meninggalkan rumah sakit telah dijadikan program wajib dan dibiayai pemerintah, sementara di negara kita pemeriksaan ini belum di biayai pemerintah sehingga harus ditanggung oleh pihak masyarakat sendiri.
Tujuan dari skrining nenonatus ini adalah untuk mengidentifikasi bayi beresiko dan memerlukan pemeriksaan yang lebih definitif, dan jika ditemukan suatu kelainan bisa diobati sedini mungkin sehingga mencapai pertumbuhan normal serta mengurangi morbiditas dan mortalitas. 
Skrining pada bayi lahir sehat dan cukup umur pengambilan sampel pada usia 72 – 120 jam sejak lahir. Bayi prematur atau yang sakit dirawat di RS hingga usia 7 hari. Jika diperiksa sebelum 48 jam maka dilakukan pengambilan sampel ulang sebelum usia 2 minggu.
Pada saat ini saya akan membahas salah satu tes skrining yang dianjurkan untuk dilakukan pada bayi baru lahir yaitu TSH Neonatus.
Tes tersebut dipilih karena dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya dan angka kejadian yang tinggi. Hormon tiroid adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher dan berperan besar dalam: proses pertumbuhan, fungsi metabolisme dan pengaturan cairan tubuh. Hipotiroid bawaan (Congenital Hypothyroidism) merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh tidak adanya/kurangnya hormon tiroid sejak lahir. 
Hipotiroid bawaan dapat menyebabkan keterbelakangan mental padahal hal ini dapat dicegah secara mudah dengan pengobatan yang dilakukan dari awal. Angka kejadian mencapai 1 dari 3500 kelahiran.
Penyebab hipotiroid bawaan dibagi menjadi 2 yaitu:
- Permanent : > 90%
Disebabkan karena kegagalan pembentukan kelenjar tiroid secara total atau parsial atau karena kelenjar tiroid tumbuh pada tempat yang salah. Bisa juga karena gangguan pada proses pembuatan hormon tiroid atau gangguan pada otak yang memproduksi hormon tiroid. Penanganan yang dilakukan adalah dengan memberikan hormon pengganti seumur hidup dan diberikan sedini mungkin pada usia 0 – 3 tahun.
- Sementara : < 20%
Disebabkan karena ibu hamil menggunakan obat-obatan yang menekan produksi hormon tiroid (pada ibu penderita hipertiroid), atau karena kadar yodium yang berlebihan selama kehamilan akibat penggunaan obat yang mengandung yodium pada ibu yang tidak menderita kekurangan yodium. Penanganannya tidak diperlukan pengobatan karena fungsi kelenjar tiroid akan kembali normal dalam waktu bervariasi tergantung penyebabnya, terkadang dilakukan pengobatan pada masa bervariasi karena sulit diketahui pada awal kelahiran apakah kelainan tergolong permanen atau sementara.
Penanda spesifik Hipotiroid bawaan diantaranya: konstipasi, lidah yang besar, kelesuan, puffy face, gangguan pencernaan, hernia umbilicus,kelesuan, masalah makan dan jaundice (kekuningan pada kulit dan mata).

Bagaimana Cara Memandikan Bayi Baru Lahir yang benar

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir


Biasanya untuk beberapa hari setelah melahirkan, urusan memandikan bayi akan diserahkan pada bidan atau ibu ataupun ibu mertua karena merasa tidak pede kalau harus memandikan sendiri bayinya hingga tali pusatnya lepas.
Nah, untuk menambah referensi jika Anda termasuk yang masih canggung untuk memandikan bayi sendiri atau sedang menunggu kelahiran anak pertama, berikut tips cara memandikan bayi baru lahir yang benar agar saat-saat memandikan menjadi saat yang menyenangkan untuk Anda dan si kecil.

cara memandikan bayi baru lahir 300x240 Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Tips cara memandikan bayi baru lahir

Sebenarnya bayi baru lahir tidak perlu dimandikan setiap hari, karena mereka memang masih bersih dan belum berkeringat seperti orang dewasa. Apalagi bila tali pusatnya belum kering dan lepas, sebaiknya jangan memandikannya dengan cara merendam di bak mandi bayi. Cukup dengan menyeka menggunakan kain halus yang sudah dibasahi dengan air hangat. Yang perlu dibersihkan/diseka adalah bagian wajah, leher dan tangan. Kalau bagian-bagian ini memang perlu dibersihkan setiap hari.
Nah, jika tali pusat sudah kering dan lepas sendiri, Bunda bisa mulai memandikan dengan memasukkannya ke bak mandi bayi, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memandikan si kecil :
Sebaiknya, bunda sudah mempersiapkan dulu semua keperluan mandi si kecil sebelum mulai memandikannya seperti handuk, popok, sabun dll. Hal ini agar bunda tidak perlu meninggalkan si kecil pada saat memandikannya untuk mengambil keperluan mandi.
  • Agar bayi tetap nyaman, sebaiknya jangan memandikannya ketika sehabis makan, mengantuk atau terlalu lelah.

Cara memandikan bayi baru lahir – persiapan yang harus dilakukan :

  1. Sebelum memandikan si kecil, pastikan bahwa ruangan tidak terlalu dingin. Jika ruaangan menggunakan AC, sebaiknya matikan dulu AC nya agar bayi tidak kedinginan saat selesai mandi atau mengganti bajunya.
  2. Bila si kecil akan dimandikan menggunakan air hangat menggunakan bak, masukkan air hangat ke dalam bak lalu tes dulu menggunakan siku bunda apakah terlalu panas atau tidak.
  3. Buka pakaian yang digunakan , terlebih dahulu bersihkan bagian wajah menggunakan kain lembut. Untuk bagian telinga luar dan mata, gunakan bola kapas yang dibasahi air hangat dan diperas.
  4. Bila sebelumnya si kecil buang air kecil atau pup, bersihkan dulu bagian yang terkena kencing atau pup tersebut hingga bersih,baru bayi dimandikan.
  5. Sangga badan bayi dengan satu tangan bunda , lalu gunakan tangan yang lainnya untuk membersihkan badannya.
  6. Berikan sabun dan shampo khusus bayi lalu bilas perlahan.
  7. Bersihkan leher, telapak tangan serta ketiak, jangan lupa bersihkan juga semua lipatan pada tubuh bayi seperti pantat dan selangka.
  8. Jika dirasa sudah cukup membersihkannya, angkat dan letakkan tubuh si kecil diatas handuk lembut khusus bayi. Untuk mengeringkan tubuhnya, cukup tekan-tekan tubuhnya menggunakan handuk tersebut jangan dengan menggosoknya.
  9. Setelah kering baru pakaikanlah baju.

Bayi Baru Lahir Normal



Bayi baru lahir normaladalah Bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu dan berat badan 2500-4000 gram.
Asuhan bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi pada jam pertama setelah kelahiran dilanjut sampai 24 jam setelah kelahiran

Bayi baru lahir dapat dibagi menjadi dua
1.   Bayi normal (sehat)
2. Bayi gawat (high risk baby) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan pendarahan
Pada umumnya, kelahiran bayi normal cukup ditolong oleh bidan dengan tangung jawab penuh terhadap keselamatan ibu dan bayi, pada kelahiran abnormal, yang memerlukan pertolongan spesialis, bayi baru lahir diurus oleh bidan dan, bila dirumah sakit yang dilengkapi dengan unit kesehatan bayi, hendaknya ditangani oleh dokter anak.
 
Alat-alat untuk perawatan bayi baru lahir
1.        pengisap lendir (mukus ekstraktor aspirator)
2.        tabung oksigen beserta alatnya untuk membantu pernapasan bayi
3.        alat resusikasi untuk pernapasan.
4.      obat-obatan: Glukosa 40%, larutan Gikarboras natrikus 7,5%, ralorfin sebagai antidotum morfin    dan petidin.
5.        alat pemotong, pengikat, dan antiseptik tali pusat
6.        tanda pengenal bayi (identifikasi) yang sama dengan ibu.
7.        tempat tidur bayi dan inkubator bayi.
8.        stop-watch dan termometer

Pelayanan kesehatan neonatal harus dimulai sebelum bayi di lahirkan, melalui pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil. Berbagai bentuk upaya pencegahan dan penangulangan dini terhadap faktor-faktor yang memperlemah kondisi seorang ibu hamil perlu diprioritaskan. 

Seperti gizi yang rendah, anemia, dekatnya jarak antar kehamilan, dan buruknya higiene. Disamping itu perlu dilakukan pula pembinaan kesehatan pranatal yang memadai dan penanggulangan faktor-faktor yang menyebabkan kematian perinatal yang meliputi: pendarahan, hipertensi, infeksi, kelahiran preterm/bayi berat lahir rendah, asfiksia, hipotermi.
      
Penelitian telah menunjukkan bahawa lebih dari 50% kematian bayi terjadi dalam periode neonatal yaitu dalam bulan pertama kehidupannya. Kurang baiknya penanganan bayi baru lahir yang lahir sehat akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian. Misalnya sebagai akibat hipotermi pada bayi baru lahir dapat terjadi cold stress yang selanjutnya dapat menyebabkan hipoksemia atau hipoglikemia dan mengakibatkan kerusakan otak. 

Akibat selanjutnya adalah pendarahan otak, syok, beberapa bagian tubuh mengeras, dan keterlambatan tumbuh kembang. Contoh lain misalnya, kurang baiknya pembersihan jalan nafas waktu lahir dapat menyebabkan masuknya cairan lambung kedalam paru-paru yang mengakibatkan kesulitan pernapasan, kekurangan zat asam, dan apabila hal ini berlangsung terlalu lama dapat menimbulkan pendarahan otak, kerusakan otak dan kemudian keterlambatan tumbuh kembang. Tak kurang penting adalah pencegahan terhadap infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu pemotongan tali pusat melalui mata, melalui telinga pada waktu persalinan atau pada waktu memandikan/membersihkan bayi dengan bahan, atau cairan atau alat yang kurang bersih.

            Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal merupakan periode yang penting kritis. Pencegahan asfiksia, mempertahankan suhu tubuh bayi, terutama pada bayi berat lahir rendah, pemberian air susu ibu (ASI) dalam usaha menurunkan angka kematian oleh karena diare, pencegahan terhadap infeksi, pemantauan kenaikan berat badan dan stimulasi psikologis merupakan tugas pokok bagi pemantau kesehatan bayi dan anak. Neonatus pada mingu-mingu pertama sangat dipengaruhi oleh kondisi ibu pada waktu hamil dan melahirkan. Manajemen yang baik pada waktu masih dalam kandungan, selama persalinanm segera sesudah dilahirkan, dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi 

Perubahan fisiologi bayi setelah lahir

a.     Gangguan metabolisme karbohidrat
Oleh karena kadar gula darah tali pusat yang 66mg/100ml akan menurun 50 mg/100ml dalam waktu 2 jam sesudah lahir. Energi yang dibutuhkan neonatus pada jam –jam pertama adalah lahir diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah mencapai 120 mg/100ml. Bila oleh suatu hal kadar perubahan glukosa menjadi meningkat dengan adanya gangguan pada metabolisme asam lemak yang tidak dapat memenuhi kebutuhan maka kemungkinan bayi akan menderita hipoglikemia.

b.    Pengaturan suhu
Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuh mereka, sehingga akan mengalami stress dengan perubahan perubahan lingkungan. Pada saat meninggalkan lingkungan rahim ibu yang kemudian bayi masuk kedalam lingkungan ruang bersalin yang jauh lebih dingin. Dingin ini menyebabkan air ketuban menguap lewat kulit, sehingga mendinginkan bayi, pada lingkungan yang dingin, pembentukan suhu yang tanpa mekanisme menggigilkan, usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. Pembentukan suhu tanpa menggigilkan ini merupakan hasil penggunaan lemak coklat yang memproduksi panas. Timbunan lemak coklat terdapat diseluruh tubuh, dan mereka dapat meningkatkan panas tubuh sampai 100%. Guna membakar lemak coklat, seorang bayi harus menggunakan glukosa untuk mendapatkan energi yang akan mengubah lemak menjadi panas. Lemak coklat tidak dapat diproduksi ulang oleh bayi baru lahir. Cadangan lemak ini akan habis dalam waktu singkat, dengan adanya stress dingin, semakin lama usia kehamilan, semakin banyak persediaan lemak coklat bayi.

c.     Perubahan sistem pernapasan
Pernapasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30” sesudah kelahiran. Pernapasan timbul sebagai akibat aktifitas normal susunan jarak pusat dan periker yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainya, seperti termoreseptor karotid yang sangat peka terhadap kekurangan O2, rangsangan hipoksemia sentuhan dan perubahan suhu didalam uterus dan diluar sentuhan dan perubahan suhu didalam uterus dan diluar uterus. Semua ini yang menyebabkan perangsangan pusat pernapasan dalam otak yang melanjutkan rangsangan tersebut untuk menggerakkan diafragma serta otot-otot pernapasan lainya.

d.    Perubahan sistem sirkulasi
Dengan berkembangnya paru-paru, tekanan O2 di dalam alveoli meningkat sebaliknya, tekanan karbondioksida turun. Hal-hal ini tersebut mengakibatkan turunya resistensi pembuluh darah paru, sehingga aliran darah ke alat tersebut meningkat. Ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan alveolus arteriosus menutup. Dengan menciutnya arteri dan vena umbilikalis dan kemudian dipotongnya tali pusat, aliran darah dari plasenta melalui vena cava inferius dan koramen ovale ke atrium kiri tertentu. Dengan diterimanya darah oleh atrium kiri dan paru, tekanan di atrium kiri menjadi lebih tinggi dari pada tekanan diatrium kanan. Sehingga foramen ovale menutup. Sirkulasi bayi berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup diluar badan.

e.    Perubahan sistem Gastrointestinal
sebelum lahir, janin cukup bulan akan mulai menghisap dan menelan, refleks gumoh dan batuk yang matang sudah terbentuk sejak lahir. Kemampuan Bayi baru lahir cukup bulan untuk menelan dan mencerna makanan (selain susu) masih terbatas. Hubungan antara esefagus bawah lambung masih belum sempurna yang mengakibatkan gumoh. Kapasitas lambung sendiri sangat terbatas, kurang dari 30cc untuk seorang bayi cukup bulan. Kapasitas lambung ini akan bertambah secara lambat bersamaan dengan tumbuhnya Bayi baru lahir

f.    Perubahan sistem kekebalan tubuh
sistem imunitas Bayi baru lahir masih belum matang sehingga menyebabkan rentan terhadap infeksi dan alergi. Sistem imunitas yang matang akan memberi kekebalan alami maupun yang didapat. Kekebalan alami terdiri dari struktur pertahanan tubuh yang mencegah / meminimalkan infeksi. Kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel oleh sel darah yang membantu Bayi baru lahir membunuh mikroorganisme asing, tetapi pada Bayi baru lahir sel-sel darah ini masih belum matang, artinya Bayi Baru Lahir belum mampu melokalisasi dan memerangi infeksi secara efisien. Kekebalan yang didapat akan muncul kemudian. Bayi Baru Lahir dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya. Reaksi antibodi keseluruhan terhadap antigen asing masih belum bisa dilakukan sampai awal kehidupan anak, salah satu tugas utama selama masa bayi dan balita adalah pembentukan sistem kekebalan tubuh karena adanya defisiensi kekebalan alami dan didapat ini. Bayi Baru Lahir sangat rentan terhadap infeksi, reaksi Bayi Baru Lahir terhadap infeksi masih lemah dan tidak memadai. oleh karena itu pencegahan terhadap mikroba sangat penting seperti pada praktek persalinan yang aman dan menyusui ASI dini terutama colostrum.

Keadaan bayi baru lahir normal
1.     Pada waktu bayi lahir aktif
2.   Bunyi jantung menit pertama 180 x / menit, turun 30 menit berikutnya 120-140 x / menit
3.    Pernapasan cepat menit I 80 x / menit, disertai dengan pernafasan cuping hidung, retraksi suprastenal dan interkostal, serta rintihan hanya berlangsung 10-15 menit.
4.    Kelanjutan keaktifan yang berlebihan ialah menjadi tegang dan relatif tidak memberi reaksi terhadap rangsangan dalam keadaan ini bayi tertidur untuk beberapa menit.
5.     Pada saat bayi bangun menjadi mudah terangsang, dengan frekuensi jantung meningkat dan perubahan warna dan kadang keluarnya lendir dari mulut.
6.     Setelah masa ini dilampaui, keadaan bayi mulai stabil, daya hisap serta reflek mulai teratur.

Ciri – ciri bayi normal
                      a.     Berat badan 2500 – 4000 gr
                      b.     Panjang badan 48 – 52 cm
                      c.     Lingkar dada 30 -38 cm
                     d.     Lingkar kepala 33 – 35 cm
                    e.     Bunyi jantung dalam menit I ± 180 x/menit, kemudian turun 120 -140 x/menit.
                     f.     Pernafasan pada menit I 80 x / menit, kemudian turun 40-60 x /menit
                g.     Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup tebentuk dan diliputi     vernitas kaseosa.
                     h.     Rambut lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala telah sempurna
                      i.     Kuku agak panjang dan lemas.
                     j.     Genetalia ♀, labya mayora sudah,menutupi labya minora
           Genetalia ♂, testis sudah turun.
                     k.     reflek hisap dan menelan baik
                     l.     reflek moro baik, graft reflek baik
                  m.     eliminasi baik urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan

Pertolongan pada waktu bayi lahir
o  mulai pembersihan lendir pada saat kepala keluar dari pembersihan mulut, hidung, dan mata kapas atau kasa steril
o  jam lahir dicatat dengan stop-watch.
o  Lendir diisap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki dalam posisi sedikit ekstensi, supay lendir mudah keluar.
o  Tali pusat diikat dengan baik dan bekas luka diberi antiseptik kemudian dijepit dengan klem jepit plastik atau diikat dengan pita atau benang tali pusat.
o  Segera setelah lahir, bayi yang sehat akan menangis kuat, bernapas, serta menggerakkan angan dan kakinya, kulit akan berwarna kemerahan.
o  Bayi dimandikan dan dibersihkan dengan air hangat kuku dari lumuran darah, air ketuban, mekonium, dan verniks kaseosa. Ada pula yang membersihkanya dengan minyak kelapa/ zaitun.
o  Jangan lupa menilai bayi dengan nilai apbar.
o  Bayi ditimbang berat badanya dan diukur panjang badan lahirnya kemudian dicatat dalam status.
o  Perawatan mata bayi: mata bayi dibersihkan , kemudian diberikan obat untuk mencegah gonortoe:
·     Metode crede: dengan tetesan nitras argenti 1-2 % sebanyak 2 tetes pada masing-masing mata.
·      Penisilin salep / garamycin salep mata.
o  Diperiksa juga aras, genetalia eksterra, dan jenis kelamin pada bayi. Pada bayi laki-laki, periksa apakah ada kimosis dan apakah descensus festikulorum telah lengkap. Di beberapa negara barat, pada bayi laki-laki segera dilakukan sirkumsisi, apalagi jika terdapat kimosis.
o  Bayi akhirnya diperlihatkan kepada ibu, ayah, dan keluarga yang mendampingi.
Tabel nilai apgar
skor
0
1
2
Angka
A: warna kulit

P: frekuensi jantung
G: reaksi rangsang
A: tonus otot

R: nafas
Pucat


Tidak ada

Tidak ada

Lumpuh

Tidak ada
Badan merah, ekstremitas biru

Di bawah 100

Sedikit gerakan mimic
Ekstremitas dalam fleksi sedikit
Lemak,≠ teratur
Seluruh tubuh kemerah-merahan

Diatas 100

Menangis, batuk / bersin
Gerakan aktif

Menangis kuat




jumlah
…….

Klasifikasi klinik:

•  Nilai 7-10 : bayi normal
•  Nilai 4-6 : bayi asfiksi ringan
•  Nilai 0-3 a; bayi asfiksi berat

Lima hal yang menjadi parameter penilaian kondisi bayi baru lahir di beri skor 0 -2 , dimana 2 adalah skor tertinggi :
-       Aktivitas otot
-       Denyut jantung
-       Ekspresi / mimic
-       Tampilan (warna kulit)
-       Pernafasan (frekuensi nafas dan usaha bernafas)

Penanganan bayi baru lahir

Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir, ialah:
-   membersihkan jalan nafas
-   memotong dan merawat tali pusat
-   mempertahankan suhu tubuh bayi
-   identifikai
-   pencegahan infeksi

Pembersihan jalan nafas, perawatan tali pusat, perawatan mata, dan identifikasi adalah rutin segera dilakukan, kecuali bayi dalam keadaan krisis, dan dokter memberi instruksi khusus.
a.       Membersihkan jalan nafas
Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sbb:
•    letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat.
•    Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang.
•    Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokkan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa steril.
•    Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis.
Kekurangan zat asam pada bayi baru lahir dapat menyebabkan kerusakan otak. Sangat penting membersihkan jalan nafas, sehingga upaya bayi bernafas tidak akan menyebabkan aspirasi lendir (masuknya lendir ke paru-paru
• alat pengisap lendir mulut (delee) atau alat pengisapnya yang steril, tabung oksigen dengan selangnya harus telah siap di tempat.
•   Segera lakukan usaha mengisap mulut dan hidung.
•   Petugas harus memantau dan mencatat usaha nafas yang pertama
•  Warna kulit, adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan.

Bantuan untuk memulai pernafasan mungkin diperlakukan untuk mewujudkan ventilasi yang adekuat
•    dokter atau tenaga medis lain hendaknya melakukan pemompaan bila setelah 1 menit bayi tidak bernafas

b.       Memotong dan merawat tali pusat
 Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak akan mempengaruhi bayi, kecuali pada bayi kurang bulan. Apabila bayi lahir tidak menangis, maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan melakukan tindakan resusitasi pada bayi. 

Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan gunting steril dan diikat dengan pengikat steril, apabila masih terjadi pendarahan dapat dibuat ikatan baru. Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70 % / povidon iodin 10% serta dibalut kasa steril. Pembalut tersebut diganti setiap hari dan atau setiap tali basah/kotor.
Sebelum memotong tali pusat, dipastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik, untuk mencegah terjadinya pendarahan. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan.
•    Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans, dikamar bersalin, ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi.
•    Gunting steril juga siap
•    Pantau kemungkinan terjadinya pendarahan dari tali pusat.
c.       Mempertahankan suhu tubuh bayi
Pada waktu bayi lahiri, bayi belum mampu mengatur tetap suhu nbadanya, dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus dibungkus hangat. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Suhu bayi harus dicatat.
d.       Memberi vitamin K
Kejadian pendarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi, berkisar 0,25-0,5%. Untuk mencegah terjadinya pendarahan tersebut, semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin k peroral 1mg / hr selama 3 hari, sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin k parenteral dengan dosis 0,5-1mg IM
e.       Memberi obat tetes / salep mata
Di beberapa negara perawatan mata bayi baru lahir secara hukum diharuskan untuk mencegah terjadinya oftalmia neunotorum. Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi, setiap bayi baru lahir perlu di beri salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Pemberian obat mata erittomosin 0,5 % atau tetrosiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (PMS).
• Perawatan mata harus dikerjakan segera. Tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesei dengan perawatan tali pusat, dan harus dicatat di dalam status termasuk obat apa yang digunakan.
• Yang lazim di pakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah bayi lahir

f.      Peralatan untuk perawatan mata harus siap diruang penerimaan / persalinan, ruang rawat bayi, termasuk:
•  alat tetes mata
•  gelas obat kecil steril dan kapas.

g.       Perubahan warna dari cairan penetes berarti telah terjadi perubahan kimia, sehingga tak dapat dipakai lagi.
•  Petugas hendaknya secara rutin meneliti terjadinya perubahan warna padacairan obat yang dipakai / adanya kristal yang timbul yang mungkin terjadi apabila suhu ruangan melebihi 34°C

h.       Identifikasi bayi
Apabila bayi dilahirkan di tempat bersalin yang persalinanya mungkin lebih dari satu persalinan, maka sebuah alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir dan harus tetap di tempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.
•    Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan px, dikamar bersalin, dan diruang rawat bayi.
•    Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melikal, tidak mudah sobek, dan tidak mudah lepas.
•    Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum:
-        nama (bayi, nyonya)
-        tanggal lahir
-        nomor bayi
-        jenis kelamin
-        unit
-        nama lengkap ibu
•    disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi.
Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu harus dicetak dicatatan yang tidak mudah hilang. Sidik telapak kaki bayi harus dibuat oleh personil yang berpengalaman menerapkan cara ini, dan dibuat dalam catatn bayi. Bantalan sidik kaki harus disimpan dalam ruangan bersuhu kamar.
Ukurlah berat lahir, panjang bayi, lingkar kepala, lingkar perut dan catat dalam rekam medik.
i.        Pemantauan bayi baru lahir
Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktifitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan.
•        Dua jam pertama sesudah lahir
-  Hal-hal yang dinilai waktu pemantauan bayi pada jam pertama sesudah lahir meliputi:
-     kemampuan mengisap kuat atau lemah.
-    Bayi tampak aktif atai lunglai.
-    Bayi kemerahan atau biru.
•        Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya.
-         Penolong persalinan melakukan tindak lanjut, spt:
-         bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan.
-         Gangguan pernafasan.
-         Hipotermia
-         Infeksi
-         Cacat bawaan dan trauma lahir.
-         Pemantauan tanda-tanda vital
•        Suhu tubuh bayi diukur melalui dubur atau ketiak
•        Pada pernafasan normal, perut dan dada bergerak hampir bersamaan tanpa adanya retraksi, tanpa terdengar suara pada waktu inspirasi maupun ekspirasi. Gerak pernafasan 30-50 x /mnt.
•        Nadi dapat dipantau disemua titik-titik nadi perifer
•        Tekanan darah dipantau hanya bila ada indikasi.
Mencatat hasil pantauan merupakan salah satu cara kerjasama seluruh tim dalam membuat program perawatan, pencegahanlebih bermanfaat daripada pengobatan.

Periode yang terjadi pada  bayi baru lahir
Di saat bayi baru lahir itu mempunyai 2 periode yaitu :
         1. Periode Partunate, dimana masa ini dimulai dari saat kelahiran sampai 15 dan 30 menit setelah kelahiran.
             2. Periode Neonate, dimana masa ini dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai sekitar akhir minggu kedua dari kehidiupan pascamatur.

Masa – masa yang terjadi pada bayi baru lahir

    a. Masa bayi merupakan periode yang tersingkat dari semua periode perkembangan. Masa ini hanya dimulai dari kelahiran sampai tali pusar lepas dari pusarnya
       b. Masa bayi merupakan masa terjadinya penyesuaian yang radikal. Masa dimana suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar.
      c.  Masa bayi merupakan masa terhentinya perkembangan. Ketika periode pranatal sedang berkembang tiba-tiba terhenti pada kelahiran.
    d. Masa bayi merupakan pendahuluan dari perkembangan selanjutnya. Perkembangan individu di masa depan akan tampak pada waktu dilahirkan .
        e.     Masa bayi merupakan periode yang berbahaya. Masa ini berbahaya karena sulitnya menyesuaikan diri pada lingkungan yang baru.

Indikasi yang sering terjadi pada bayi jika bayi mengalami kesulitan kehidupan setelah kelahiran
                    a.          Berkurangnya berat badan
                    b.          Perilaku yang tidak teratur
                    c.          kematian pada bayi

Bahaya pada bayi
            a.  Bahaya fisik, seperti lingkungan pranatal yang tidak baik, persalinan yang sulit dan ruwet, kelahiran kembar, postmatur, premature dan kematian bayi
      b. Bahaya psikologis, seperti kepercayaan tradisional mengenai kelahiran, ketidakberdayaan, individualitas bayi, terhentinya perkembangan bayi, kurangnya rangsanagn,kemurungan orang tua baru, dan sikap yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang berarti.

Kondisi yang mempengaruhi penyesuaian diri pada kehidupan pascanatal
          a. Lingkungan pranatal, dimana pada waktu dilingkungan pranatal tidak di rawat oleh ibunya sehingga dilingkungan pascanatal meempengaruhi perkembangannya.
      b. jenis persalinan, mudah atau sulitnya persalinan mempengaruhi penyesuaian pascanatal.
          c.  Pengalaman yang berhubungan dengan persalinan, ada dua pengalaman yang berpengaruh besar pada penyesuaian pascanatal,yaitu seberapa jauh ibu terpengaruh oleh obat-obatan dan mudah sullitnya bayi bernapas.
           d. Lamanya periode kehamilan, jika bayi yang dilahirkan sebelum waktunya di sebut premature, sedangkan yang terlambat disebut postmatur. Abortus : bayi lahir dengan berat badan kurang dari 500 g, dan / atau usia gestasi kurang dari 20 minggu. Angka harapan hidup amat sangat kecil, kurang dari 1%
         e.  Sikap Orang tua, sikap yang menyenangkan dari orang tua memperlakukan bayinya itu akan mendorong penyesuaian yang baik.
            f.  Perawatan pascanatal, yaitu ada tiga aspek : pertama kebutuhan tubuh, kedua rangsangan yang diberikan dan ketiga kepercayaan orang tua.