Apa yang harus dilakukan jika bayi umur 8 bulan belum tumbuh gigi?
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan gigi, diantaranya:
1. Memberi mainan yang berguna untuk menstimulus pertumbuhan gigi sering disebut dengan teether. Sebenarnya penggunaan mainan ini dianjurkan sejak umur 5 bulan, sebab dipercaya bahwa teether memang bergunan untuk mempercepat tumbuh gigi. Pilihlah teether terbuat dari bahan yang aman. Pada umumnya semuanya terbuat dari karet.Kandungan kalsium pada susu juga sangat membantu pertumbuhan gigi anak, oleh karena itu walaupun anak sudah lebih dari 6 bulan usahakan tetap memberi ASI yang cukup (susu bantu).
Beri makanan pembantu ASI yang mengandung kalsium seperti ikan laut dan beberapa jenis sayuran.Orang tua jangan terlalu khawatir, sebab banyak juga bayi baru tumbuh gigi pada umur 10 bulan bahkan 1 tahun.
Tanda-tanda bayi akan tumbuh gigi:
Si kecil sering gigit jari atau benda, kadang digigit seperti orang yang gemas bahkan jari kitapun kalau diletakkan digenggamannya akan diarahkannya mulut untuk digigit.Tampak pembengkakan jelas pada gusi bayi, biasanya lebih dulu terlihat pada gusi bawah. Untuk itu ketika umur bayi sudah mencapai 6 - 7 bulan sebaiknya jangan meletakkan sembarangan benda di dekat mereka. Sebab saat ini anak sangat suka menggigit apapun yang dapat dijangkaunya. Selalu pastikan mereka mengenakan pakaian yang bersih dan tidak ada juntaian mainan atau pernak pernik pada baju tersebut, akan sangat berbahaya jika pernak-pernik tersebut digigit dan tertelan.Bayi mau tumbuh gigi akan sedikit lebih rewel gampang menangis dari biasanya, hal ini wajar saja sebab mereka merasakan nyeri pada gusi yang bengkak tersebut.
Tenangkan si kecil dengan pelukan atau mengendongnya berjalan sekitar rumah. Sikap gampang menangis ini tidak akan lama, setelah gigi tumbuh sikap rewel ini juga akan hilang.Kesimpulannya; secara umum bayi tumbuh gigi pada usia 6 - 7 bulan, tapi banyak juga anak umur 8 bulan belum tumbuh gigi. Orang tua tidak perlu khawatir karena lambatnya pertumbuhan gigi si kecil, selama berat badan dan perkembangan psikisnya terlihat nor
Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives
Showing posts with label Pertumbuhan Gigi bayi. Show all posts
Showing posts with label Pertumbuhan Gigi bayi. Show all posts
Wednesday, October 7, 2015
Monday, April 27, 2015
Saat Gigi Susu Tumbuh
Kapan Gigi Susu Tumbuh?

Pada usia berapa gigi susu anak tumbuh?
Gigi susu mulai terbentuk saat janin baru berusia 6 minggu dan sudah lengkap sempurna saat bayi dilahirkan. Gigi pertama tumbuh saat bayi berusia antara 6 - 9 bulan. Pada usia 3 tahun biasanya semua gigi susu sudah tumbuh secara lengkap.
Gigi susu bertahan cukup lama dalam masa pertumbuhan anak. Gigi depan akan mulai tanggal pada usia 6 atau 7 tahun, sedangkan gigi-gigi geraham akan tanggal ketika anak berusia 12 atau 13 tahun.
Gigi susu berperan penting untuk menentukan posisi tumbuh gigi tetap nantinya. Jangan lupa, gigi sangat diperlukan untuk menggigit dan mengunyah makanan demi tumbuh-kembang anak.
Beberapa penelitian menemukan bahwa anak-anak yang giginya rusak lebih besar kemungkinan mengalami masalah dalam pertumbuhannya dan lebih rentan menderita obesitas. Itu karena masalah pada gigi bisa mempengaruhi selera makan anak (pasti tak enak kan, harus makan saat sakit gigi), juga membuat proses pencernaan makanan kurang sempurna.
Penyakit pada gusi juga bisa terkait dengan penyakit jantung di kemudian hari. Maka dari itu, Mama harus benar-benar merawat gigi anak sejak baru tumbuh.
Penyebab Gigi Anak Bisa Keropos

Pernah melihat anak kecil dengan gigi hitam bahkan keropos? Rasanya cukup sering ya, Ma. Tak hanya di Indonesia, bahkan di Australia pun para dokter gigi melihat kenaikan jumlah kasus gigi rusak pada bayi usia 12 bulan. Selain gigi berlubang, banyak juga kasus kerusakan email gigi pada anak-anak.
Email adalah lapisan luar yang melindungi gigi. Ada anak-anak yang emailnya kurang bagus sehingga mereka lebih rentan mengalami gigi sensitif dan gigi berlubang. Masalah email gigi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, misal: penyakit yang diderita mama dan obat yang dikonsumsi saat mengandung, kelahiran prematur, atau penyakit yang diderita saat bayi.
Namun penyebab paling sering dari kerusakan gigi pada bayi adalah pemberian susu dengan botol, baik itu susu formula maupun ASI. Kedua jenis susu tersebut sama-sama mengandung laktosa, satu jenis gula yang bersama plak gigi akan menyebabkan pengikisan email gigi susu hingga akhirnya gigi berlubang.
Hal ini akan terjadi jika Anda sering membiarkan anak tidur sambil minum susu dengan botol. Meningkatnya konsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi seperti sari buah juga berperan dalam menyebabkan kerusakan gigi pada anak.
Faktor Penentu Kesehatan Gigi Anak

Faktor Penentu Kesehatan Gigi Anak
Kebiasaan makan dan tidur anak punya pengaruh terhadap kesehatan giginya. Banyak kasus kerusakan gigi anak disebabkan oleh kebiasaan memberikan susu botol sampai anak tertidur. Karena itu coba Mama terapkan rutinitas makan, bermain, membersihkan gigi lalu tidur bagi anak. Dengan demikian ia tidak terbiasa ‘ngedot’ di tempat tidur.
Australian Dental Association merekomendasikan untuk melatih anak minum menggunakan gelas ketika ia berusia 12 bulan. Tujuannya untuk mengurangi kontak gigi-geliginya dengan kandungan gula dalam minuman. Selain itu, hindari menambah gula, madu atau lemon ke dalam makanan dan minuman si kecil. Terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis maupun asam turut berperan dalam proses kerusakan gigi. Kalau bayi sudah mulai makan makanan padat, pastikan ia mengonsumsi beragam jenis makanan yang kaya nutrisi terutama yang tinggi kandungan kalsiumnya.
Terakhir nih Ma, jaga juga kebersihan gigi dan mulut Anda. Bayi terlahir tanpa adanya bakteri di mulut dan kemudian mendapatkannya lewat berbagai sumber, termasuk orangtua yang mengasuhnya. Transfer bakteri bisa terjadi saat Mama meniup-niup makanan anak, mencicip makanannya, bahkan saat menciumnya. Intinya semakin baik kesehatan gigi dan mulut Anda maka semakin baik pulakesehatan gigi dan mulut anak Anda.
Mengatasi Bayi Rewel Saat Gigi Tumbuh
Rewel, lebih banyak mengeluarkan air liur, gusinya memerah, bahkan demam merupakan gejala-gejala bayi yang akan tumbuh gigi. Supaya proses ini berlangsung agak nyaman bagi bayi, berikut hal-hal yang bisa Mama lakukan:
• Oleskan teething gel yang kandungan bahan aktifnya bisa mengurangi rasa sakit pada gusi bayi dan mengurangi risiko radang
• Berikan teething toys. Simpan mainan tersebut di kulkas sebelum digunakan karena menggigiti benda dingin membuat gusinya terasa lebih nyaman. Tapi jangan simpan mainan tersebut di freezer ya Ma, soalnya benda yang keras atau beku malah bisa menyebabkan gusinya sakit. Hindari juga teething ring yang mengandung cairan, karena jika robek atau bocor cairannya bisa tertelan oleh bayi.
• Berikan potongan-potongan buah dingin untuk ia gigit dan kunyah. Atau biarkan ia menggigiti waslap atau handuk kecil bersih yang direndam dalam air es untuk mengurangi ketidaknyamanan pada gusinya.
• Selalu pastikan mainan dan waslap yang ia gigit dalam keadaan bersih dan cukup besar sehingga tidak mungkin tertelan oleh bayi.
Solusi saat bayi tumbuh gigi
Tanda-tanda bayi tumbuh gigi- Rewel dan sulit ditenangkan
- Sering menggigit-gigit handuk, mainan, tangan, selimut, seprai, bantal, atau barang lembut lain disekitarnya. Kadang, ia menggigit gigit sambil menangis.
- Kurang mau minum susu
- Lebih sering minta digendong
- Sering sulit tidur
- Mengeces
- Menggaruk atau menarik telinga, bahkan bisa sampai berdarah di bagian atas dan bawahnya.
- Menggosok-gosok muka
- Gusi bengkak
- Suhu badan naik
1. Dinginkan mainan khusus bayi tumbuh gigi
2. Obat khusus bayi tumbuh gigi
3. Berikan handuk dingin
4. Berikan punggung jari tangan bila darurat
Tips -tips lainnya
- Bila ia minum susu formula, dinginkan dot nya. Ia akan senang meminum susu itu karena terasa nyaman di gusinya.
- Alihkan perhatiannya ke TV. buku, atau mainan. Walaupun tidak bisa bertahan lama, minimal ada interupsi pada tangisannya.
- Ajaklah bicara dan bercanda. Bayi berusia 4-6 bulan sudah bisa tertawa. Ajaklah bercanda agar ia tertawa.
Bayi tumbuh gigi sering kali menggigit-gigit gemas sambil menangis.
Bila bayi berusia sekitar 4 – 6 bulan menjadi sangat rewel dibandingkan sebelumnya, mungkin ia akan mengalami tumbuh gigi pertamanya. Perhatikanlah tingkah lakunya ketika ia rewel. Apakah ada sesuatu yang berbeda dari biasanya? Mari kita membahas lebih jauh tentang bayi tumbuh gigi.
Pada umumnya, bayi tumbuh gigi memiliki satu atau beberapa perilaku berikut ini :
Jarang sekali bayi yang tidak mengalami ciri-ciri di atas ketika akan tumbuh gigi. Bila ada bayi yang tidak mengalaminya, sangat beruntunglah dia.
Kita sebagai orang tua sering kali tidak tega melihat bayi kita menangis kesakitan. Bila ia sudah menggigit-gigit tangan atau mainan dengan gemas sambil menangis-nangis, rasanya ingin sekali kita bisa memindahkan rasa sakit itu kepada diri kita saja. Begitulah orang tua, selalu merasa lebih sakit daripada yang anak kita rasakan.
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu bayi tumbuh gigi. Cobalah beberapa cara berikut ini :
Mainan ini biasanya berisi air atau jel, bentuknya beraneka ragam tetapi memiliki lingkaran yang dapat digenggam oleh jari-jari kecil bayi. Mainan ini berisi air atau jel supaya lunak, fleksibel, serta bila dimasukkan ke kulkas akan terasa dingin. Bayi tumbuh gigi senang menggigit mainan dingin ini, karena rasa dingin dapat mengurangi rasa sakit pada gusinya.
Penting : jangan memasukkannya ke freezer. Mainan yang beku dapat merusak gusi bayi dan membuatnya tambah sakit karena keras.
Di apotik tersedia beberapa merk obat untuk bayi tumbuh gigi. Oleskan obat tersebut pada gusi bayi. Cara kerja obat ini seperti obat bius oles. Tidak lama setelah dioleskan obat, gusinya akan mati rasa dan bayi tidak rewel lagi. Gunakan obat ini hanya bila diperlukan.
Bayi tumbuh gigi sangat senang menggigit handuk atau kain, karena kain bersifat fleksibel dan dapat mengikuti rongga mulutnya. Dinginkan handuk dan berikanlah, ia akan menghabiskan waktu lama untuk menggigitnya. Tetapi, pilihlah handuk yang bulunya kuat dan pendek, supaya tidak termakan bayi.
Bila terpaksa, berikan punggung jari tangan Anda untuk digigit-gigit. Janganlah memberikan ujung tangan karena kuku kita tidak selalu bersih.
Ini adalah cara yang saya lakukan untuk mengurangi rasa sakit bayi saya :
Bayi yang menyusu ASI seringkali menggigit puting bila ia sedang gemas. Kita akan berteriak karena tiba-tiba sakit, sedangkan bayi kita mungkin tertawa-tawa karena dia kira kita mengajaknya bermain.
Jangan menarik puting secara kasar bila digigit bayi. Pencetlah hidung bayi selama 1 detik, maka ia akan otomatis membuka gigitannya
Tanda atau gejala pertumbuhan gigi pada bayi
Berikut adalah 12 tanda atau gejala akan dimulainya pertumbuhan gigi pada bayi. Namun tanda-tanda ini bukan berarti semua bayi akan mengalaminya. Seperti disebutkan di atas, kadang ada bayi yang mengalami beberapa tanda di bawah ini, ada yang sebagian kecil atau bahkan tidak mengalami tanda-tanda sama sekali

12 Tanda Pertumbuhan Gigi pada Bayi
- Pengeluaran air liur. Perlu diketahui bahwa pertumbuhan gigi merangsang pengeluaran air liur dan peristiwa ini pada umumnya terjadi pada bayi usia 10 minggu hingga 3 atau 4 bulan.
- Ruam pada dagu atau wajah. Jika bayi anda sedang dalam masa pertumbuhan gigi dan dia mengeluarkan sangat banyak air liur, kemungkinan akan mengalami ruam kulit yang kering yang muncul di sekitar area mulut, dan juga dagu (kadang juga muncul di area leher) bisa saja terjadi. Penyebabnya dalah kontak langsung dengan air liur itu sendiri. Mengusap air liur si bayi dengan sapu tangan atau sejenisnya bisa membantu mengurangi kemungkinan timbulnya ruam. Menggunakan krim kulit khusus untuk bayi juga bisa dilakukan.
- Batuk. Banyaknya air liur juga bisa membuat bayi menjadi tersedak dan batuk. Jika tidak disertai dengan tanda-tanda flu, pilek ataupun alergi, tentu tanda yang satu ini tidak perlu dikhawatirkan.
- Bayi Sering Menggigit. Tekanan yang ditimbulkan oleh gigi yang akan keluar melalui gusi biasanya menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut pada akhirnya dilampiaskan melalui gigitan, kepada apapun itu mulai dari mainan yang memang didesain untuk bayi yang giginya sedang tumbuh hingga puting susu (jika bayi masih menyusui) dan juga jari.
- Rasa sakit. Peradangan yang terjadi pada jaringan lunak pada gusi bisa menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat pada beberapa bayi walaupun kadang sama sekali tidak berpengaruh pada bayi yang lain. Gigi-gigi pertama biasanya adalah yang paling menyakitkan saat tumbuh (termasuk juga gigi geraham yang diketahui sebagai yang paling menyakitkan). Walaupun begitu, beberapa bayi pada akhirnya merasa biasa dengan rasa sakit yang timbul saat pertumbuhan gigi sehingga mereka tidak lagi menghiraukannya.
- Rewel. Mulut bayi anda akan terasa sakit saat gigi kecilnya menekan area gusi yang segera timbul keluar. Karena hal ini, sangatlah wajar jika peristiwa ini membuat bayi menjadi tidak tenang. Beberapa bayi mungkin hanya akan rewel selama beberapa jam saja, akan tetapi, beberapa bayi yang lain mungkin akan terus rewel untuk beberapa hari atau bahkan minggu.
- Menolak untuk makan. Karena merasa tidak nyaman, bayi yang sedang rewel bisa saja ditenangkan dengan memberikan botol bayi atau Air Susu Ibu. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa menyusui bisa saja membuat gusi yang terasa sakit serasa semakin buruk saja. Karena alasan itulah bayi yang giginya sedang tumbuh menjadi rewel (baik karena mereka merasa sangat tidak nyaman ataupun juga merasa lapar). Bayi yang sudah bisa mengkonsumsi makanan padat juga biasanya menolak untuk makan selama masa pertumbuhan ini (walaupun begitu, hal ini perlu dicek kembali kepada dokter anak untuk memastikan bahwa bayi anda tidak menghindari beberapa jenis makanan).
- Diare. Para ahli sebenarnya sudah menentukan beberapa pokok masalah yang umum muncul saat masa pertumbuhan gigi, akan tetapi, beberapa orang tua mendapatkan fakta bahwa bayi mereka
- Demam rendah. Sepertinya para dokter enggan menghubungkan pertumbuhan gigi dengan demam, karena mungkin saja hal ini terjadi di waktu yang sama saat gigi pertama muncul yang bersamaan dengan rendahnya tingkat imunitas bayi yang menyebabkan mereka rentan terkena infeksi dan juga ganguan kesehatan. Walaupun begitu, sama halnya dengan jenis peradangan yang mungkin terjadi di bagian tubuh yang lain, gusi yang sedang meradang kadang juga bisa menyebabkan demam rendah. Demam semacam ini bisa ditangani dengan perawatan yang sama dengan demam rendah yang lain dan juga konsultasi dokter jika demam berlangsung hingga 3 hari.
- Lemah. Pertumbuhan gigi tidak hanya bekerja pada siang hari saja. Bersamaan dengan munculnya gigi bayi anda, rasa tidak nyaman juga akan dialaminya pada saat malam hari tiba (bahkan saat dia berhasil tidur nyenyak di malam sebelumnya). Untuk memberinya kenyamanan, pastikan dia bisa kembali tenang. Jika ternyata tidak bisa, anda bisa membantunya dengan menepuknya atau menyanyikan lagi nina bobo untuk menghidari pemberian susu di malam hari (yang akan menjadi masalah bagi anda kelak saat proses pertumbuhan gigi selesai).
- Hematoma gusi. Pertumbuhan gigi juga mungkin menyebabkan pendarahan dibawah gusi yang Nampak seperti gumpalan kemerahan. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena bisa sembuh dengan segera dengan bantuan kompres dingin.
- Tarikan telinga; gosokan pipi. Bayi yang tumbuh giginya bisa dengan kesal menarik telinga mereka atau pipi ataupun dagu mereka. Gusi, telinga dan juga pipi berbagi jaringan yang sama oleh karena itu, rasa sakit pada gusi (terutama karena tumbuhnya gigi geraham) bisa saja menjalar ke area lain. Jika hal ini terjadi, anda harus berkonsultasi dengan dokter anak jika anda merasa bahwa bayi anda terganggu tidak hanya karena pertumbuhan gigi yang dialaminya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
