Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Thursday, October 29, 2015

Menu makanan anak


Pada umur 1 tahun anak mengalami kesulitan makan/ tidak berselera makan, padahal fase ini anak sangat produktif untuk kecerdasan otaknya jadi harus mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi, dan perkembangan karakter dan kesehatan anak juga sangat baik pada usia 1 tahun.





Pagi Hari
Menu pagi: tim tahu cincang. 
Bahan
  1.  Tahu cincang (50 gr)
  2.  tepung beras (50 gr)
  3. wortel yang telah diparut (50 gr)
  4. garam secukupnya, air (500 cc) 
  5. daun bayam (20 gr)
  6. tomat yang telah diiris tipis (50 gr)
    Cara:

  1. masukkan tahu, wortel dan tepung beras ke dalam mangkuk yang tahan terhadap panas.
  2.  Aduk-aduk adonan tersebut hingga merata lalu tim lah hingga matang. 
  3. Setelah matang masukkan sisa bahan yang telah dipersiapkan. 
  4. Untuk tomatnya sendiri digunakan untuk membuat air tomat. Yaitu rendam tomat ke dalam air mendidih dan hancurkan, ambil airnya. Campurkan sedikit gula pada air tomat lalu siramkan ke dalam tim yang telah anda saring terlebih dahulu. 
Menu Siang Hari

makanan yang mengandung omega 3 dan protein. Seperti ikan laut.
Bahan
  1.  tahu sutera sebanyak 2 potong
  2.  bawang putih satu suing dan sudah di cincang halus, 
  3. daun salam
  4. air perasan jeruk, 
  5. secangkir air, setengah lembar fillet ikan. 
Cara membuat:
  1. Lumuri fillet ikan yang telah disiapkan dengan air jeruk nipis dan jahe cincang kemudian sisihkan
  2. Rebuslah air yang telah disiapkan
  3. setelah mendidih masukkan cincangan bawang dan daun salam
  4. Setelah itu masukkan fillet ikan ke dalam air rebusan tunggu hingga setegah matang lalu masukkan tahu sutera, tunggu hingga masak.
Menu Malam Hari 
Bahan:
  1. Udang yang telah dicincang halus, lada, bawang putih halus, garam secukupnya saja, dan sayuran (brokoli atau wortel yang dipotong memanjang seperti korek api). 
  2. Untuk sumber karbohidratnya dapat menyiapkan nasi lembek dan di tim. 
  3. Untuk lauknya udang
Cara membuatnya:

  • Lumuri udang dengan lada, garam dan bawang halus. 
  • Siapkan kocokan telur, lalu goreng dengan bentuk seperti pancake dan tipis.
  • Letakkan adonan udang ke atas telur yang telah digoreng kemudian di gulung dan di ikat. 
  • Setelah itu kukuslah hingga matang. 
  • Potonglah menjadi beberapa bagian lalu sediakan bersama nasi tim tersebut.

Tips mengatasi perilaku sulit makan si anak

Tips yang bisa dijadikan panduan untuk mengatasi perilaku sulit makan si anak yaitu:

  1.  Hadirkan suasana makan yang nyaman sehingga napsu makan anak bertambah. Beri pengertian tentang arti makanannya karena anak sudah bisa berimajinasi tentang apa yang dikatakan orangtua atau pengasuhnya. 
  2. Sertakan hal-hal yang disenangi sang anak. Misalnya,  musik atau nonton TV, hadirkan anak seusia anak Anda untuk menemaninya makan. Biasanya, jika si teman makan dengan lahap, anak Anda pun akan mengikuti apa yang dilakukan temannya.'' 
  3. Orangtua dan anak bisa makan bersama semeja makan. Anak akan melihat lalu mengikuti apa yang dilakukan orangtuanya di meja makan. Dan bagi orangtua, hal ini juga bisa dijadikan kesempatan untuk mengajarkan cara makan yang baik. 
  4. Perhatikan pemberian susu dan makanan selingan. Untuk balita, pemberian susu cukup dua gelas sehari. Begitu pun makanan selingan, jangan berlebihan. 
  5. Khusus untuk ibu bekerja, disarankan untuk selalu mempersiapkan dan mengawasi apa yang diberikan untuk si balita, termasuk jenis bahan dan jumlahnya.
  6. Tulis pula urutan makanan yang mesti diberikan pada si kecil di tempat yang 'strategis' dan gampang diingat oleh pengasuh, misalnya di pintu lemari es. 
  7. Memantau perkembangan makanan balita Anda. Seandainya tidak mau makan, lekas beri petunjuk pada pengasuh untuk mengganti makanan yang lain. 
  8. Timbang berat badan anak pada waktu-waktu tertentu untuk meyakinkan bahwa makannya dikonsumsi dengan baik.'

Sunday, October 25, 2015

Yang perlu diketahui orang tua menjaga asupan gizi & melatih anak1 tahun


Beberapa hal yang perlu diketahui orang tua menjaga asupan gizi & melatih anak1 tahunagar mau mengkonsumsi makanan yang dihidangkan.
Hidangkan makanan yang sama kepada anak anak anda yang berusia satu tahun seperti yang dimakan oleh anggota keluarga yang lain pada saat yang sama
  1. Jadwalkan waktu yang teratur untuk makanan dan kudapan: tiga kali makanan utama dan dua atau tiga kali kudapan setiap hari
  2. Tawarkan beragam menu makanan segar dari semua kelompok makanan utama
  3. Ibu harus pandai untuk mengatur menu bayi 1 tahun, sediakan pilihan citarasa, warna dan tekstur yang kreatif dan atur makanan untuk menciptakan daya tarik visual,
  4. Izinkan anak anak yang berusia satu tahun untuk merespon tanda-tanda internal mereka sendiri terhadap lapar dan kenyang jangan memaksakan saat memberi mereka makanan
  5. Tawarkan sedikit makanan yang kaya nutrisi setiap kalinya; hindari menawarkan makanan yang mempunyai kandungan kalori yang tinggi namun rendah nutrisi
  6. Usahakan untuk membuat waktu makan menyenangkan dan hindari makanan yang mungkin menyebabkan tersedak seperti buah anggur, roti sosis, jagung berondong, kacang, wortel mentah dan permen keras
  7. Batasi anak-anak untuk mengkonsumsi jus dan minuman-minuman manis lainnya
  8. Jadilah panutan yang baik dengan Anda sendiri mengkonsumsi makanan sehat

Satu hal lain yang tidak boleh diabaikan ketika anak anak mengalami masalah kesuitan makan adalah  memberikan  susu sebagai tambahan makanan bagi anak anak di usia satu tahun. Mengkonsumsi susu sangat bagus pada anak usia satu tahun. Selain sebagai tambahan vitamin D yang bermanfaat bagi pembentukan dan memperkuat tulang dan gigi. Pada saat anak telah berusia antara satu dan dua tahun, anak-anak bisa minum susu utuh yang mengandung lemak-lemak makanan dengan tambahan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan normal dan perkembangan otak. Setelah berusia lebih dari satu tahun produk-produk olahan susu juga dapat diberikan karena bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kalsium untuk tulang dan gigi yang sedang tumbuh.
Dengan mengetahui informasi di atas maka, ibu diharapkan telah mengerti mengenai pengetahuan tentang kesehatan pada anak usia satu tahun terutama dalam hal pemberian makanan dengan gizi lengkap dan seimbang. Pengetahuan ini menjadi sangat penting karena pada usia satu tahun anak-anak masih dalam usia aktif bergerak dan bereksplorasi. Dan satu hal lagi bahwa kesehatan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab bagi ibu sendiri, tetapi juga merupakan tanggung jawab suami sebagai kepala rmah tangga dan orang-orang terdekat. Itulah beberapa hal untuk mensiasati anak yang mengalami masalah dengan makanan, salah satunya dengan memvariasikan menu bayi 1 tahun.

Menu Makanan Bayi 1 Tahun


Bayi 1 tahun  sudah dapat dikenalkan dengan berbagai jenis makanan yang biasanya dikonsumsi oleh orang dewasa.

Perhatikan  kadar gula dan garam, karena apabila terlalu banyak memberikannya akan terjadi gangguan pada kesehatan dan pertumbuhannya.
Selain itu makanan bayi 1 tahun tetap harus dilembutkan walaupun tingkat kelembutannya tidak seperti usia sebelum 1 tahun.
Empat masalah yang sering timbul saat memberikan makanan bayi 1 tahun sampai 5 tahun :
  1. Penolakan terhadap makan, sulit makan, hanya sedikit makanan yang dimakan atau pilih-pilih makanan.
  2. Kebiasaan makan camilan di antara waktu makan utama dapat mengurangi nafsu makan pada waktu makan.
  3. Tingginya konsumsi jus buah atau minuman ringan.
  4. Tingginya konsumsi camilan/kudapan kue, biskuit, keripik, kudapan manis dan permen.

Solusi atau anjuran yang dapat dilakukan adalah :
  • Orang tua harus memberi contoh dengan mengajak makan bersama keluarga. Memperkenalkan makanan secara bertahap, terus mencoba makanan yang baru dan tetap tenang bila anak menolak makan. Tawarkan makanan dilain waktu. Membentuk kebiasaan makan sejak dini adalah yang berbaik dengan memberi contoh dan pujian yang wajar. Bentuk suasana yang nyaman ketika makan.
  • Perhatikan ukuran makanan disesuaikan dengan gigi geligi anak yang masih tumbuh (potongan kecil atau finger food), porsi kecil tapi sering.
  • Pemilihan bahan makanan: pilih sayuran yang muda, buah yang matang, masak daging dan ayam hingga empuk.
  • Snack atau makanan camilan: pilih yang bergizi: susu, potongan buah, puding susu, sereal, yoghurt, roti panggang. Pemberian snack tidak dekat dengan waktu pemberian makanan utama karena akan mengurangi nafsu makan.
  • Agar anak tidak lekas bosan, ibu sebaiknya menyusun menu 10 hari yang bervariasi, silahkan melihat kumpulan resep di buku resep atau majalah/tabloid.
  • Cukup aktivitas fisik: bermain bersama teman, berlari, main sepeda roda tiga. Aktivitas fisik yang cukup meningkatkan nafsu makan anak.

Dalam pemberian makan setiap hari perhatikan selalu jenis, jumlah, dan jadwal makan anak. Pastikan anak makan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Jenis makanan :
Makanlah makanan yang bervariasi dari berbagai kelompok makanan, diantaranya :
  • Makanan pokok : sebagai sumber tenaga dan mengenyangkan.
  • Lauk pauk dari hewani dan nabati sebagai zat pembangun, antibodi atau kekebalan tubuh.
  • Sayur dan buah sebagai zat pengatur dan pelindung, kaya vitamin, mineral dan serat.
  • Susu kaya protein dan kalsium untuk pertumbuahn tulang dan gigi.
  • Cukup minum air putih.

Jumlah : 
Disesuaikan dengan kebutuhan anak.
 
Jadwal makan : 
Buat jadwal makan anak  3 kali makan utama dan 2 kali-3 kali makan snack. Beri kesempatan anak merasa lapar.
Contoh jadwal makan dan menu : 
  •   Jam 07.00 : Makan Pagi : Nasi goreng dan omelet telur
  •   Jam 10.00 : Snack pagi : susu 1 gelas
  •   Jam 12.00 : makan siang : Nasi+sup sayuran+ayam kecap
  •   Jam 15.00 : snack sore: buah potong dan puding
  •   Jam 18.00 : makan malam: nasi soto daging
  •   Jam 20.00 : Snack malam: susu 1 gelas

Thursday, October 22, 2015

Cara Mengatasi Batuk Pada Bayi

  1. Ada banyak cara yang bisa dilakukan saat bayi Anda menderita sakit batuk. Mulai dari obat-obatan dokter, obat herbal dan juga obat tradisional. Di Indonesia sendiri, dahulu obat batuk tradisional lebih sering digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi ataupun pada anak balita. Meskipun sama-sama obat, namun obat tradisional dipercaya lebih kecil risikonya untuk anak dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Berikut ini adalah beberapa tips dan obat alami untuk meredakan batuk pada bayi.
    1. Jeruk Nipis + Madu
    Bagi bayi yang berusia diatas satu tahun, Anda dapat mencoba mengatasinya dengan minuman hangat campuran jeruk nipis dan madu. Campuran madu dan jeruk nipis ini akan meredakan gatal pada tenggorokan dan mampu merangsang keluarnya air liur yang dapat meredakan batuk pada bayi. Untuk bayi usia 1 hingga 5 tahun resepnya adalah setengah sdt madu dengan sedikit jeruk nipis campurkan pada air hangat. Usahakan untuk meminumkan ini pada bayi saat sebelum tidur. Dapat diminum beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.
    1. Kunyit
    Cara mengatasi batuk pada bayi selanjutnya adalah dengan menggunakan ramuan dari bahan kunyit. Selain biasa digunakan oleh orang dewasa, kunyit juga bisa digunakan untuk menyembuhkan batuk pada bayi dan balita. Caranya tidak terlalu rumit, bagi Anda yang memiliki bayi atau balita yang masih menyusu, oleskan bubuk kunyit ke payudara sang ibu sebelum si bayi menyusui. Selain itu ada juga cara lain yaitu dengan mencampurkan bubuk kunyit ke dalam susu. Berikan ramuan kunyit tersebut kepada anak yang sakit batuk sebanyak dua kali sehari. Kunyit mampu mengurangi inflamasi dan memperkuat daya tahan bayi.
    1. Minyak Tradisional
    Ramuan tradisional lainnya yang bisa mengatasi batuk pada bayi adalah minyak tradisional. Minyak yang banyak variannya di Indonesia seperti minyak kayu putih, minyak peppermint, ataupun minyak rosemary, dinilai bisa membantu mempercepat proses penyembuhan sakit batuk pada bayi dan juga balita. Meskipun tidak dengan cara dikonsumsi seperti dua ramuan sebelumnya, namun cara ini juga dinilai cukup efektif membantu mengatasi batuk pada bayi 5 bulan, 1 tahun ataupun pada balita (tidak ada batasan umur). Jangan oleskan minyak tradisional ini dekat wajah bayi Anda, cukup di bagian dada, terlebih dahulu oleskan dalam jumlah sedikit
Mengatasi Batuk pada Bayi Usia Dibawah 6 Bulan

Ada banyak cara yang bisa dilakukan saat bayi Anda menderita sakit batuk. Mulai dari obat-obatan dokter, obat herbal dan juga obat tradisional. Di Indonesia sendiri, dahulu obat batuk tradisional lebih sering digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi ataupun pada anak balita. Meskipun sama-sama obat, namun obat tradisional dipercaya lebih kecil risikonya untuk anak dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Berikut ini adalah beberapa tips dan obat alami untuk meredakan batuk pada bayi.
Bagi bayi yang berusia diatas satu tahun, Anda dapat mencoba mengatasinya dengan minuman hangat campuran jeruk nipis dan madu. Campuran madu dan jeruk nipis ini akan meredakan gatal pada tenggorokan dan mampu merangsang keluarnya air liur yang dapat meredakan batuk pada bayi. Untuk bayi usia 1 hingga 5 tahun resepnya adalah setengah sdt madu dengan sedikit jeruk nipis campurkan pada air hangat. Usahakan untuk meminumkan ini pada bayi saat sebelum tidur. Dapat diminum beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.
Cara mengatasi batuk pada bayi selanjutnya adalah dengan menggunakan ramuan dari bahan kunyit. Selain biasa digunakan oleh orang dewasa, kunyit juga bisa digunakan untuk menyembuhkan batuk pada bayi dan balita. Caranya tidak terlalu rumit, bagi Anda yang memiliki bayi atau balita yang masih menyusu, oleskan bubuk kunyit ke payudara sang ibu sebelum si bayi menyusui. Selain itu ada juga cara lain yaitu dengan mencampurkan bubuk kunyit ke dalam susu. Berikan ramuan kunyit tersebut kepada anak yang sakit batuk sebanyak dua kali sehari. Kunyit mampu mengurangi inflamasi dan memperkuat daya tahan bayi.
Ramuan tradisional lainnya yang bisa mengatasi batuk pada bayi adalah minyak tradisional. Minyak yang banyak variannya di Indonesia seperti minyak kayu putih, minyak peppermint, ataupun minyak rosemary, dinilai bisa membantu mempercepat proses penyembuhan sakit batuk pada bayi dan juga balita. Meskipun tidak dengan cara dikonsumsi seperti dua ramuan sebelumnya, namun cara ini juga dinilai cukup efektif membantu mengatasi batuk pada bayi 5 bulan, 1 tahun ataupun pada balita (tidak ada batasan umur). Jangan oleskan minyak tradisional ini dekat wajah bayi Anda, cukup di bagian dada, terlebih dahulu oleskan dalam jumlah sedikit.
4. 
Berikutnya Anda dapat mencoba dengan bawang putih. Caranya adalah dengan mengeringkan bawang putih, bisa dengan dipanggang. Setelah kering dan dingin, masukkan ke kantong kain dan kemudian taruh di tempat tidur bayi Anda, tapi jangan terlalu dekat atau berada dalam jangkauan si bayi. Untuk bayi berusia diatas 6 bulan, dapat juga dilakukan dengan mengusapkan kantong kain pada dada, tapi jangan dilakukan secara langsung, cek dulu temperaturnya dan pegang dengan tangan.
Selain yang telah disebutkan di halaman sebelumnya, ada lagi beberapa lagi tips untuk meredakan batuk pada bayi. Berikan minum bayi dengan air hangat secara teratur supaya tetap terhidrasi. Kemudian juga berikan bubur sayuran, juga bubur ayam, keduanya dapat membantu mengembalikan imunitas bayi.
Meskipun ramuan tradisional ini efeknya memang relatif lebih lama dibandingkan dengan konsumsi obat-obatan kimia atau obat dari dokter, namun risiko atau efek sampingnya lebih kecil dan relatif lebih aman untuk bayi dan balita. Selain bahannya yang alami, daya tahan tubuh bayi juga masih belum terlalu kuat untuk banyak mengonsumsi obat-obatan kimia.
Saat bayi Anda mulai terserang penyakit batuk atau pilek, jangan panik. Cara pertama yang mungkin bisa Anda lakukan jika Anda masih awam dan tidak tahu harus mengobati dengan cara apa, segeralah bawa bayi ke dokter. Konsultasikan kepada dokter khusus anak dan minta tips kepada dokternya tentang bagaimana cara mengatasi batuk pilek pada bayi.
Selain memeriksakan ke dokter anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk pada bayi usia dibawah 6 bulan. Biasanya penyakit pada bayi yang satu ini disebabkan oleh alergi ataupun infeksi. Yang membuat orang tua panik saat buah hati menderita sakit batuk pilek biasanya adalah gejala demam, hidung meler, mata berair, dan sebagainya, tapi itu adalah hal yang biasa terjadi.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan tambahan porsi ASI. kandungan nutrisi pada ASI dinilai bisa meningkatkan daya tahan tubuh si anak. Selain itu fakta juga mengatakan bahwa gerakan bayi ketika sedang mengisap ASI dari payudara sang ibu akan menutup saluran eustachius, yaitu saluran penghubung antara hidung dan telinga. Nah, hal ini mampu memperkecil risiko terjadinya infeksi di dalam telinga yang diakibatkan oleh bakteri dalam hidung atau tenggorokan.
Tips mengatasi batuk pada bayi selanjutnya adalah dengan menjemurnya di sinar matahari pagi. Meskipun cara ini juga pada umumnya dilakukan oleh semua ibu, namun cara ini memang dinilai cukup efektif untuk membantu proses penyembuhan bayi yang menderita batuk. Sinar matahari pagi sangat bagus untuk membantu membasmi virus, bakteri atau jamur yang ada dalam tubuh. Jika anak Anda hidungnya tersumbat, keluarkanlah cairan tersebut dengan cara menyedotnya atau dengan bantuan alat penyedot.
Untuk bayi berumur dibawah 6 bulan ini, Anda juga dapat mencoba tips menggunakan bawang putih yang telah disebutkan diatas, uap dari bawang putih ini dapat meredakan batuk dan melegakan hidung tersumbat pada bayi.
Jika dengan cara tersebut bayi Anda masih belum juga sembuh apalagi sudah melewati 7 hari, segeralah bawa ke dokter atau ke rumah sakit agar mendapat pengobatan profesional. Bayi dan balita memang sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit, oleh karena itu jagalah kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga Anda sebaik-baiknya.

Penyebab Muntah dan Penanganannya


Muntah adalah suatu gejala bukan merupakan sebuah penyakit. Gejala ini berupa keluarnya isi lambung dan usus melalui mulut dengan paksa atau dengan kekuatan. Muntah merupakan refleks protektif tubuh karena dapat berfungsi melawan toksin yang tidak sengaja tertelan. Selain itu, muntah merupakan usaha mengeluarkan racun dari tubuh dan bisa mengurangi tekanan akibat adanya sumbatan atau pembesaran organ yang menyebabkan penekanan pada saluran pencernaan. Secara umum, muntah terdiri atas tiga fase, yaitu mual, retching atau manuver awal untuk muntah, dan regurgitasi atau pengeluaran isi lambung, usus ke mulut.


Muntah adalah keluarnya isi lambung sampai ke mulut. Isi muntahan dapat berupa cairan bercampur makanan atau cairan lambung saja. Dalam keadaan muntah, sering kadang disertai cairan kuning atau bahkan sedikit bercak darah. Pada gangguan yang lebih berat dan berbahaya seperti sumbatan saluran cerna atau ileus dapat mengakibatkan warna muntah hijau. 
Muntah pada anak sering menimbulkan kecemasan bagi orang tua. Hal tersebut sangat wajar karena muntah yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) yang merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan pada anak.
Muntah terjadi melalui mekanisme yang sangat kompleks. Terjadinya muntah dikontrol oleh pusat muntah yang ada di susunan saraf pusat otak. Muntah terjadi apabila terdapat kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah. Rangsangan pusat muntah kemudian dilanjutkan ke diafragma atau suatu sekat antara dada dan perut dan otot-otot lambung, yang mengakibatkan penurunan diafragma dan kontriksi atau pengerutan otot-otot lambung. 
Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam perut khususnya lambung dan mengakibatkan keluarnya isi lambung sampai ke mulut. Beberapa kondisi yang dapat merangsang pusat muntah di antaranya berbagai gangguan di saluran pencernaan baik infeksi termasuk gastroenteritis karena rotavirus dan non infeksi seperti obstruksi saluran pencernaan, toksin (racun) di saluran pencernaan, gangguan keseimbangan, dan kelainan metabolik.
Inilah 15 Penyebab Muntah
Catatan : Penyebab sering (no 1-2) dan penyebab jarang (no. 3-15)
1.  Infeksi virus dan gastroentritis akut. 
Penyebab paling sering adalah infeksi virus di antaranya adalah gastroenteristis akut biasanya oleh virus khususnya rotavirus. Infeksi diare pada anak paling sering disebabkan karena infeksi rotavirus. Infeksi diare karena rotavirus ini sering diistilahkan muntaber atau muntah berak. Gejala infeksi rotavirus atau virus lainnya berupa demam ringan, diawali muntah sering, diare hebat, dan atau nyeri perut. Muntah dan diare merupakan gejala utama infeksi rotavirus dan dapat berlangsung selama 3-7 hari. Infeksi rotavirus dapat disertai gejala lain yaitu anak kehilangan nafsu makan, dan tanda-tanda dehidrasi. Infeksi rotavirus dapat menyebabkan dehidrasi ringan dan berat, bahkan kematian. Infeksi virus bukan rotavirus biasanya hanya terdapat keluhan muntah sering tanpa diikuti diare yang hebat
    
2. Penderita alergi dan hipersensitif saluran cerna. 
Pada anak penderita alergi khususnya dengan gastrooesephageal refluks. Pada penderita ini, biasanya keluhan muntah atau gumoh sering saat usia di bawah usia 6- 12 bulan. Setelah usia itu keluhan berangsur berkurang dan akan membaik palaing lama setelah usia 5-7 tahun. Pada umumnya usia 3-6 bulan muntah hanya 2-5 kali perhari dan kan membaik dengan pertambahan usia. Serangan gangguan muntah akan lebih berat saat terjadi infeksi saluran napas atau infeksi virus lainnya. Keluhan infeksi virus biasanya disertai keluhan demam, badan hangat, badan pegal, nyeri otot, sakit kepala, nyeri tenggorokan, batuk atau pilek. Makanan pada penderita alergi makanan bisa menyebabkan muntah tetapi hanya lebih ringan dan dalam beberapa saat akan berkurang. Penderita alergi dengan GER biasanya disertai dengan alergi pada kulit, hidung dan saluran napas.
    
3. Stenosis pilorus 
Ini merupakan gangguan yang terjadi pada bayi berupa penyempitan pada bagian ujung lubang tepat makanan keluar menuju ke usus halus. Akibat penyempitan tersebut, hanya sejumlah kecil makanan bisa masuk ke usus, selebihnya akan dimuntahkan sehingga anak mengalami penurunan berat badan. Kondisi ini biasanya menyebabkan "muntah proyektil" sangat kuat dan merupakan indikasi untuk operasi mendesak.
4. Obstruksi usus (sumbatan pada saluran cerna)
5. Terlalu banyak makan
6. Peritonitis (radang pada selaput perut yang membungkus seluruh organ perut dan membatasi rongga  perut)
7.  Ileus (berhentinya untuk sementara kontraksi normal dinding usus)
8. Kolesistitis (peradangan pada kandung empedu), pankreatitis(peradangan pada pankreas), usus buntu, hepatitis (peradangan pada hati)
9. Keracunan makanan
10.  Sistem sensorik dan otak 
Penyebab dalam sistem sensorik di antaranya adalah gerakan, motion sickness (yang disebabkan oleh overstimulation dari labirin kanal-kanal telinga), dan penyakit ménière (kelainan yang memengaruhi bagian dalam telinga). Penyebab di otak di antaranya, gegar otak, perdarahan otak, migrain, tumor otak, yang dapat menyebabkan kerusakan kemoreseptor dan intrakranial jinak hipertensi dan hidrosefalus.
11. Gangguan metabolik
Ini mungkin mengganggu baik pada perut dan bagian-bagian otak yang mengkoordinasikan muntah, hypercalcemia (kadar kalsium tinggi), uremia (penumpukan urea, biasanya karena gagal ginjal), adrenal insufisiensi, hipoglikemia dan hiperglikemia.
 
12. Hiperemesis (mual berlebihan pada saat kehamilan), morning sickness.
13.  Reaksi obat 
Muntah dapat terjadi sebagai respon somatik akut, efek dari alkohol, opioid, selective serotonin reuptake inhibitor. Banyak obat kemoterapi dan beberapa entheogen (seperti peyote atau ayahuasca) menyebabkan muntah.
14  Penyakit akibat virus norwalk, flu babi dan berbagai penyakit infeksi lainnya.
15.  Lain-lain:
-  Gangguan makan (anoreksia nervosa atau bulimia nervosa)
-  Untuk menghilangkan racun tertelan (beberapa racun tidak boleh dimuntahkan karena mereka mungkin lebih beracun ketika dihirup atau disedot, karena lebih baik untuk meminta bantuan sebelum menginduksi muntah)
-  Beberapa orang yang terlibat dalam pesta minuman keras akan mengalami muntah guna memberi ruang dalam perut mereka untuk konsumsi alkohol lebih lanjut.
-  Pasca operasi (mual dan muntah pasca operasi)
-  bau atau pikiran (seperti materi membusuk, muntah orang lain, memikirkan muntah), dll
-  Nyeri ekstrim, seperti sakit kepala yang intens atau infark miokard (serangan jantung)
-  Kekerasan, emosi
-  Sindrom muntah siklik (Cyclic Vomiting Syndrome/CVS) (kondisi buruk-dipahami dengan serangan muntah)
-  Dosis tinggi radiasi pengion kadang-kadang akan memicu refleks muntah di korban
-  Batuk, cegukan, atau asma
-  Gugup
-  Melakukan aktivitas fisik (seperti berenang) segera setelah makan.
-  Dipukul keras di perut.
-  Kelelahan (melakukan latihan berat terlalu banyak dapat menyebabkan muntah tak lama kemudian).
-  Sindrom ruminasi, gangguan kurang terdiagnosis dan kurang dipahami yang menyebabkan penderita memuntahkan makanan yang tak lama setelah dikonsumsi.
Dampak dan komplikasi
-  Dehidrasi. Pada saat muntah, maka isi perut yang kebanyakan adalah cairan akan keluar, sehingga membuat tubuh kehilangan cairan yang tadinya penting untuk berperan dalam homeostasis. Dehidrasi ini akan berimplikasi hipovolemik pada tubuh, kulit kering, rasa haus, lemas, anak gelisah. Bila berat dapat terjadi napas cepat, tekanan darah turun, gangguan jantung, kejang, penurunan kesadaran, bahkan dapat mengancam jiwa.
-  Acidosis metabolik, akibat kekurangan H+ pada lambung.
- Kerusakan gigi akibat tergerus asam lambung (perimylolysis). Pada saat muntah, asam lambung akan keluar bersamaan dengan isi perut. Ketika asam lambung keluar dan berada di dalam mulut, maka akan merusak email gigi sehingga gigi menjadi rapuh dan gampang rusak.
Penanganan
-  Pemberian cairan (minum) untuk menggantikan cairan yang telah hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi.
-   Posisikan anak pada posisi telungkup atau miring (miring ke kiri atau ke kanan) untuk menghindari isi muntahan masuk ke saluran napas.
-  Perhatikan tanda-tanda dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi dapat terjadi apabila anak muntah terus-menerus. Dehidrasi yang berat dapat mengancam nyawa.
-   Tetap berikan cairan. Pemberian cairan (minum) sangat penting untuk mencegah anak dehidrasi. Apabila anak menolak, tetap bujuk anak untuk minum. Untuk Bayi, bila anda masih menyusui, berikan ASI. Dokter mungkin akan menambahkan cairan elektrolit (oralit). Bila bayi anda mendapatkan susu formula, dokter mungkin akan menggantikan sementara susu formula dengan oralit selama 12-24 jam pertama, atau menganjurkan untuk memberikan susu formula yang 2 kali lebih encer dibandingkan susu formula yang biasa diberikan. 
Untuk anak yang lebih besar dapat diberikan air, air bercampur gula (1 sendok teh gula dalam 120 ml air), dan oralit. Berikan cairan dalam jumlah sedikit-sedikit tapi sering (1 sendok teh tiap 1-2 menit). Apabila toleransi anak baik atau tidak muntah lagi, tingkatkan jumlah cairan secara bertahap. Apabila anak tetap muntah, tunggu 30-60 menit terhitung sejak muntah terakhir, lalu berikan 1 sendok teh cairan setiap 1-2 menit. Pemberian cairan dalam jumlah sedikit namun frekwensinya sering relatif lebih mudah ditoleransi anak dari pada pemberian dalam jumlah banyak sekaligus.
-  Modifikasi pola makan. Hindari pemberian makanan yang padat, berserat dan keras dan berlemak karena makanan tersebut relatif lebih lama dicerna dan dapat merangsang muntah.
-  Saat muntah berlebihan atau melebihi 5 kali sehari sebaiknya dipuasakan sementara sambil minum obat muntah. Setelah 1 jam baru boleh minum sedikit-sedikit tapi sering.

Tuesday, October 13, 2015

Perilaku khas anak 1 tahun


   
Hobi Bilang TIDAK
Membantah salah satu cara anak untuk menunjukkan self-autonomy. Tenang; anak sedang belajar untuk membuat keputusan, dan sudah semestinya Anda mendukung tugas belajarnya itu. 

Tantrum
Tetap tenang dan kenali penyebab balita tantrum. Ada 2 jenis tantrum, yaitu tantrum aktif (protes dan sosial)  dan tantrum pasif (merengek dan tidak kooperatif). Setiap tantrum butuh penanganan yang berbeda. 

Tidak Mau Berbagi 
“Berbagi”. Untuk beberapa anak, mudah saja melakukannya. Namun bagi anak balita, berbagi memang sulit. Anak balita tidak mengerti perbedaan antara berbagi suatu benda dengan menyerahkan kepemilikan atas benda tersebut. Dukung perkembangan sosialisasinya dengan mengajarkannya berbagi

Dot Teman Setiaku
Usia 1 tahun, seharusnya balita mulai diajarkan lepas dari dot dan beralih ke gelas. Namun seringkali orang tua tidak tega melihat anak menangis meminta dotnya. Padahal pertumbuhan giginya bisa terganggu jika mengisap dot terlalu lama. Perkembangan bicara juga bisa berpengaruh lho. Ajarkan minum dari gelas

Serba Takut
Rasa takut adalah bagian dari tahap perkembangan, muncul sebagai kondisi alami yang membantu anak menyesuaikan diri dengan pengalaman baru dan menghadapi bahaya. Dukung balita jadi pemberani

Cemburu
Anak 1-2 tahun merasa dirinya adalah pusat dunia. Sehingga menginginkan seluruh perhatian hanya tercurah padanya dan segala sesuatu berjalan sesuai kemauannya. Membantu anak mengolah rasa cemburu di usia dini dapat membantunya mengelola emosi dan mengikis rasa cemburu yang mungkin akan dialaminya lagi kelak.  

Memukul dan Mengigit
Balita umumnya belum paham bahwa memukul atau menyubit akan menyakiti orang yang dipukul atau dicubit. Sebabnya ia belum tahu cara mengekspresikan rasa marah, mulai menyadari fungsi dan kekuatan tangan, belum bisa bicara sehingga menggunakan bahasa tubuh, kelebihan energi dan tidak tahu cara menyalurkannya, tidak tahu akibat pukulannya terhadap orang, ingin menarik perhatian orang lain, dan mengira perilakunya lucu. Jangan didiamkan, apalagi menganggap ini lucu.     

Wednesday, October 7, 2015

HINDARI KATA TIDAK UNTUK BALITA


Kira-kira berapa kali Anda sudah berkata “Tidak” pada si kecil setiap harinya? Bisa jadi, si kecil paling malas jika mendengar Anda berkata “TIDAK” ketika tengah melakukan sesuatu yang seru. Tujuan Anda tentu ingin menjaga si kecil agar tetap bermain aman. Namun menurut Bruce Grellong, Ph.D, kepala psikologi anak dan keluarga di Jewish Board of Family and Children's ServicesNew York, beberapa anak memang tidak cukup memahami bila hanya dengan mendengar kata ‘TIDAK’. Beberapa ahli juga menuturkan, terlalu sering melontarkan larangan tanpa alasan dapat perburuk kemampuan berbahasa anak dibandingkan mereka yang mendapat respon positif dari orangtuanya. Kemampuan berpikir dan berbahasa si tiga tahun yang semakin terampil menjadikannya mudah diajak diskusi dan kompromi kok! Ini kiatnya, melarang secara halus namun tetap berjalan mulus:

1. “Boleh, asalkan….”
           “Bunda, aku boleh makan kue-kue manis ini?” Anda bisa menjawab, “Boleh, asalkan kamu sudah menghabiskan makan siangmu. Dan sebelum tidur jangan lupa menyikat gigi, ya?” Memberikan ‘lampu hijau’ atas permintaan si kecil boleh Anda lakukan, selama permintaannya masih berada pada batas wajar, menurut Anda. Cara ini akan menyenangkan hati si kecil dan Anda juga sekaligus dapat melindunginya dari kekhawatiran sakit gigi.

2. “Kita lihat yang lain dulu, yuk!”
          Umumnya, si kecil suka ‘lapar mata’ atau mudah tertarik terhadap sesuatu, dan juga mudah dialihkan. Oleh sebab itu, manfaatkan kebiasan si kecil mudah dialihkan ini. Segera alihkan perhatiannya jika ia mulai merengek minta sesuatu yang tidak perlu atau membahayakan. Misalnya, ajak anak melihat pertunjukan yang biasa diadakan di hall mol, jika ia merengek minta dibelikan mainan yang sudah ia miliki di rumah.

3. Berikan alasan
          Si kecil yang kritis jelas tidak mempan bila Anda hanya menggunakan kata “TIDAK BOLEH”. Ia butuh penjelasan kenapa keinginannya Anda larang. Usahakan untuk memberikan alasan setelah Anda melarang si kecil. Berikan alasan yang mudah dimengerti anak, dan pastikan alasan Anda selalu konsisten. Misalnya pada saat si kecil merebut gadget milik pamannya karena ingin bermain game. Berikan alasan bahwa game yang ada di gadget paman adalah game yang diperuntukkan untuk orang dewasa. Lalu berikan game yang boleh ia mainkan.

4. Gunakan bahasa isyarat
          Ada kalanya Anda tidak dapat menegur langsung si kecil, bahkan bersuara karena sedang berada di tempat ibadah dan rumah duka. Tetapi, Anda dapat mengkomunikasikan larangan lewat isyarat. “Sssst….(Sambil meletakkan jari telunjuk di bibir Anda). Kita bicaranya pelan-pelan saja, ya, nanti mengganggu tante dan om di sebelah yang sedang berdoa.” Usai perayaan selesai, jelaskan alasan dibalik ‘instruksi’ Anda tadi. Tujuannya agar kelak jika hal tersebut terjadi lagi, si kecil paham bahwa jari telunjuk di letakkan di bibir pertanda tidak boleh berisik.

5. Buat kesepakatan
          Anda baru saja meninggalkan lantai ruang keluarga dalam keadaan bersih dan masih basah. Tiba-tiba, si kecil membawa peralatan piknik dan  menjadikan ruang keluarga sebagai taman. Sebelum Anda mengeluarkan kata “TIDAK BOLEH”, buat kesepakatan dengan cara memberikan dua pilihan. “Kamu boleh bermain di ruang keluarga, tetapi hanya bisa duduk manis di sofa karena lantai masih basah. Atau kamu boleh bermain piknik-piknikan di kamar dan kamu bisa bebas bermain bersama boneka-bonekamu di lantai. Kamu pilih yang mana?” Memberikan pilihan pada anak akan membuatnya memiliki otoritas, dan ia lebih senang jika mendapatkan otoritasnya. Hal ini juga sekaligus mengajarkan anak untuk konsisten dan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

6. Sentuh hatinya
          Trik ini merupakan trik jitu karena Anda membuat anak berpikir dan bermain dengan perasaannya. Misalnya, si kecil baru saja membuang makanan ke rumput taman. Anda dapat mengatakan, “Kalau kamu membuang makanan ke rumput, kasian petugas kebersihan di taman karena harus bekerja membersihkan makananmu. Dan Bunda juga harus membeli makanan jika nanti kamu lapar. Padahal sudah tidak ada uang lagi di dompet Bunda. Kamu tidak boleh melakukan ini lagi, ya.” Hal ini dapat mengasah sisi emosional dan kepedulian si kecil terhadap perasaan orang lain sejak dini.

KEMAMPUAN BICARA BALITA 1-2 TAHUN

 
Ada rentang lebar untuk bisa disebut normal pada soal bicara. 


Pergeseran dari babbling atau menceloteh ke pengucapan kata nyata adalah sebuah proses perlahan yang dimulai segera setelah anak lahir. Setiap kali Anda merespon tangisnya, berarti Anda telah menyemangati bahasa ekspresifnya. Pada usia 12 bulan, deguk dan dekutnya telah berganti menjadi beberapa jenis suara konsonan, seperti “m”, “b”, “c” dan “d.” intonasi celotehnya pun seharusnya sudah turun naik seperti sebuah kalimat dan bisa jadi terdiri dari satu atau dua kata yang Anda kenal. 

Walaupun mungkin batita Anda hanya mengucap sedikit kata dengan jelas-umur 15 bulan umumnya anak mengucap tiga kata tambahan untuk kata “mama” dan “papa”- ia paham apa yang Anda katakana. Anda akan menyadari penerimaan bahasa ini beraksi ketika ia sukses mengikuti intruksi sederhana dari Anda, seperti “Ayo nak, bawa cangkirmu ke sini.” 
Pada usia ini, seharusnya pula ia sudah kenal dirinya dengan tahu namanya, mampu menunjuk pada obyek, mampu menunjuk pada obyek, mengidentifikasi beberapa anggota tubuhnya dan melambaikan tangan untuk berpisah. 

Bila lambat. Bila balita 1 tahun Anda hanya mampu menyuarakan huruf hidup (vokal) atau nampaknya ia tidak memahami banyak kata-kata Anda, maka sekarang waktunya berkonsultasi ke ahli. 
Lemah pendengaran adalah penyebab paling umum kelambatan bahasa eskpresif dan reseptif. Kebanyakan bayi baru lahir akan diperiksa fungsi pendengarannya sebelum meninggalkan rumah sakit, tapi tetap saja ada bayi yang tidak dites atau mengalami kehilangan dengar setelah beberapa waktu. Adanya cairan di telinga atau infeksi telinga kronis juga dapat mempengaruhi kemapuan bayi untuk menangkap suara dan memahami bicara. 

Bila Anda dan dokter anak mendeteksi adanya problem, bawa anak ke audiologist atau ahli pendengaran, untuk pemeriksaan yang lengkap. Ada juga dokter yang pendekatannya dengan menunggu hingga anak berusia 18-24 bulan dengan pengamatan penuh. Tapi jika sampai pada usia ini anak Anda belum juga mengucap sepatah katapun, hubungi pakar profesional untuk bantuan. Mungkin saja ia membutuhkan terapis wicara untuk membantunya mengembangkan kemampuan bicara. 

Ahli patologi bicara akan dapat mendeteksi kelainan lain yang mungkin diderita, termasuk apraxia (kelainan yang menyebabkan otot-ototo mulut di wajah tak dapat mengucapkan kata dengan tepat) dan kelambatan perkembangan seperti cerebral palsy atau autisme. Kelambatan bicara berdasar pada banyak faktor, dan tidak semuanya punya konsekuensi jangka panjang. Faktor keturunan juga berperan, batita yang lambat bicara sering pula akibat ada anggota keluarga yang juga lambat bicara. 

Jika bayi belum tumbuh gigi?

Apa yang harus dilakukan jika bayi umur 8 bulan belum tumbuh gigi?


 Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan gigi, diantaranya:
1. Memberi mainan yang berguna untuk menstimulus pertumbuhan gigi sering disebut dengan teether. Sebenarnya penggunaan mainan ini dianjurkan sejak umur 5 bulan, sebab dipercaya bahwa teether memang bergunan untuk mempercepat tumbuh gigi. Pilihlah teether terbuat dari bahan yang aman. Pada umumnya semuanya terbuat dari karet.Kandungan kalsium pada susu juga sangat membantu pertumbuhan gigi anak, oleh karena itu walaupun anak sudah lebih dari 6 bulan usahakan tetap memberi ASI yang cukup (susu bantu).

Beri makanan pembantu ASI yang mengandung kalsium seperti ikan laut dan beberapa jenis sayuran.Orang tua jangan terlalu khawatir, sebab banyak juga bayi baru tumbuh gigi pada umur 10 bulan bahkan 1 tahun.

Tanda-tanda bayi akan tumbuh gigi:
Si kecil sering gigit jari atau benda, kadang digigit seperti orang yang gemas bahkan jari kitapun kalau diletakkan digenggamannya akan diarahkannya mulut untuk digigit.Tampak pembengkakan jelas pada gusi bayi, biasanya lebih dulu terlihat pada gusi bawah. Untuk itu ketika umur bayi sudah mencapai 6 - 7 bulan sebaiknya jangan meletakkan sembarangan benda di dekat mereka. Sebab saat ini anak sangat suka menggigit apapun yang dapat dijangkaunya. Selalu pastikan mereka mengenakan pakaian yang bersih dan tidak ada juntaian mainan atau pernak pernik pada baju tersebut, akan sangat berbahaya jika pernak-pernik tersebut digigit dan tertelan.Bayi mau tumbuh gigi akan sedikit lebih rewel gampang menangis dari biasanya, hal ini wajar saja sebab mereka merasakan nyeri pada gusi yang bengkak tersebut.
Tenangkan si kecil dengan pelukan atau mengendongnya berjalan sekitar rumah. Sikap gampang menangis ini tidak akan lama, setelah gigi tumbuh sikap rewel ini juga akan hilang.Kesimpulannya; secara umum bayi tumbuh gigi pada usia 6 - 7 bulan, tapi banyak juga anak umur 8 bulan belum tumbuh gigi. Orang tua tidak perlu khawatir karena lambatnya pertumbuhan gigi si kecil, selama berat badan dan perkembangan psikisnya terlihat nor

Saat bayi berusia 10 bulan

Bayi 10 bulan


Hal penting yang bayi anda akan lakukan ketika usia 10 bulan
● Bayi anda sudah mahir duduk dan mengatur posisi tubuhnya sendiri
● Bayi sudah bisa merambat dan memakai bantuan dari berbagai barang didekatnya dan sudah bisa berdiri dalam waktu yang lama
Anda sudah bisa mulai menatihnya dan bayi akan mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan.
● Bayi mulai bisa menggunakan dua tanggan dengan lebih baik.
● Bayi juga sudah bisa mengenggam dan melakukan gerakan dengan tangannya.
● Bayi anda sudah bisa bertepuk tangan dengan lincahnya ketika anda mengatakan tepuk tangan
● Jika anda memberikan pujian kepada bayi anda, bayi anda akan kembali melakukan gerakan atau tindakan yang sama dengan yang dia lakukan tadi
● bayi lebih takut ditinggal oleh orang tuanya.
● Bayi juga tidak akan mudah diajak oleh orang lain.
● Bayi akan senang sekali mencari segala hal yang baru yang ada disekitarnya.

Tips

Pada perkembangan bayi 10 bulan, bayi sudah mahir melakukan gerakan dengan jari-jarinya oleh karena itu, ibu harus tetap mengawasi semua makanan yang dimasukkan kemulutnya. Ibu juga bisa melatih bayi menggunakan sendok untuk makan. Pilihlah makanan yang mengandung banyak gizi untuk anak anda. Latihlah anak agar punya waktu makan jadi bayi anda tidak akan makan di waktu yang bukan jam makannya. Ini akan membuat bayi anda mandiri dan disiplin. Bayi anda perlu pujian dan hadiah jika melakukan hal yang benar dan baik.Sumber : Perkembangan Bayi 10 Bulan -