Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Wednesday, December 3, 2014

Bayi Tidur Nungging, Normalkah?

Bayi Tidur Nungging, Normalkah?

Anshar (11 bulan) sepertinya senang sekali tidur dengan posisi menungging. Mamanya selalu berusaha membetulkan posisi tidurnya jadi telentang, tetapi ia akan kembali lagi ke posisi menungging. 

“Tampaknya itu benar-benar posisi tidur favoritnya. Tapi, apa tidak apa-apa ya, ia tidur dengan posisi begitu?” tanya Lalita, mamanya, dari Pondok Pinang, Jakarta.

Tiap anak akan membangun kebiasaan tidur masing-­masing. Ada yang lebih menyukai posisi telentang, ada pula yang lebih menyukai posisi miring, atau bahkan tengkurap. Anak yang senang tidur dengan posisi tengkurap pun bisa memiliki berbagai ‘gaya’, misalnya sambil menungging seperti Anshar. 

Selama ia terlihat nyaman dan Anda melihat posisi itu tidak menghalangi pernapasannya, tentu tidak apa-apa. Tapi, tidak ada salahnya bila Anda ingin memperbaiki posisi itu. Perubahan posisi yang Anda lakukan, lama-lama juga akan membuatnya terbiasa sehingga ia bisa tidur dengan posisi yang lebih baik.  

Pastikan agar bantal yang ia pakai tidak ‘menenggelamkan’ kepala­nya agar pernapasannya tidak terganggu. Tidur dengan bantal tipis atau bahkan tanpa bantal akan lebih baik bagi otot-otot leher dan perkembangan tulang belakangnya. Bantal yang terlalu tinggi justru akan membebani kepala dan membuat otot-otot leher menegang dan tidak bisa relaks. 

Hindarkan pula ia dari kemungkinan terbelit atau tertutup selimut. Sebaiknya Anda juga tidak meletakkan boneka yang terlalu besar di dekatnya agar tidak menutupi dan mengganggu pernapasannya.

No comments:

Post a Comment