Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Wednesday, October 15, 2014

Memerah ASI: Memilih Alat perah ASI

Alat Perah ASI Manual
Memang sebaiknya kita tetap mempelajari dan mencoba memerah ASI dengan tangan, selain lebih murah dan tanpa biaya, memerah ASI dengan tangan lebih efektif dan kita dapat dengan mudah mencari bagian dari payudara kita yang belum dikosongkan.
Jenis-jenis alat perah juga bermacam-macam, ada yang manual, dimana kita memerahnya menggunakan tangan untuk memompa ASI keluar. Ada mini elektrik, biasanya pompa ini menggunakan mesin perah kecil sebagai alat perah, kecepatan dan kekuatannya bisa diatur. Ada juga yang elektrik, biasanya pompa ini digunakan di Rumah Sakit dengan kapasitas dan hisapan yang lebih kuat dan dapat digunakan beberapa ibu sekaligus.
Apabila kita memutuskan menggunakan alat perah, maka sangat baik kita memikirkan beberapa tips berikut yang kami ambil dari www.asi-perah.blogspot.com:
1. Aman
Umumnya bentuk pompa ASI sama, yaitu terdiri atas corong untuk bagian payudara, alat memompa serta botol penampungan ASI.
2. memiliki kecepatan dan kekuatan mengisap yang bisa diatur.
3. sebaiknya bisa bekerja dengan efektif, sehingga merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak.
4. Vakum yang dipasang pada areola (lingkaran daerah berwarna hitam di sekitar puting) yang dapat disesuaikan. Setiap wanita memiliki tubuh yang berbeda, jadi sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda.
Pilih Ukuran Corong Yang sesuai
Pilih Ukuran Corong Yang sesuai
5. Praktis.
Ada baiknya jika Anda memilih pompa ASI yang berukuran lebih kecil, praktis, ringan, memiliki wadah yang praktis untuk dibawa-bawa. Sediakan kantong penyimpanan ASI sekaligus di dalamnya.Jika Anda ingin dapat tetap bekerja sembari memompa ASI, Anda bisa memilih pompa yang dapat dioperasikan dengan menggunakan kaki, sehingga tangan Anda tetap bebas bergerak selama Anda sedang memompa ASI.
6. Mudah dibersihkan dan digunakan.
Pilihlah alat pompa mudah dibongkar pasang, yang dapat dicuci semua bagiannya, kecuali tempat baterai/mesinnya. Hindari pompa yang hanya terdiri atas balon (pemompa) dan corong karena bagian balon tidak dapat dicuci.
7. Kapasitas lebih besar
Ada jenis pompa yang hanya bisa digunakan untuk memompa satu payudara dalam satu kesempatan (biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit) tapi ada juga yang dapat sekaligus memompa sepasang payudara dalam satu kesempatan. Dengan demikian, Anda dapat lebih menghemat waktu.
8. pilihlah pompa yang tidak mengeluarkan suara atau pastikan suara yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu.
Pompa ASI yang terlalu bising bisa memengaruhi konsentrasi ketika sedang memerah dan pada akhirnya memengaruhi jumlah perahan ASI.
Alat perah ASI yang tidak direkomendasikan
Alat perah ASI yang tidak direkomendasikan
Alat perah ASI yang tidak direkomendasikan
Alat perah yang berbentuk trompet ini banyak beredar dan mudah di dapatkan, sebenarnya alat perah ini sangat tidak direkomendasikan karena:
1.    Pompa ini sukar dibersihkan dengan baik. ASI mungkin terkumpul dalam pentolan karet dan sulit membersihkannya. ASI yang terkumpul di sana sering terkontaminasi.
2.    Pompa ini sangat tidak efisien, terutama bila payudara lembek.
3.    Pompa ini tidak cocok untuk mengumpulkan ASI untuk bayi.
Pompa ini lebih tepat digunakan untuk “pelega” pada payudara penuh. Bayi tidak dapat menyusu dengan baik pada payudara penuh, sehingga pompa ini digunakan untuk melegakan agar memudahkan bayi menyusu pada payudara. Pompa ini juga dapat digunakan apabila kita hendak memerah dengan tangan, pada payudara penuh memerah ASI dengan tangan menjadi lebih sulit.

No comments:

Post a Comment