Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Thursday, October 16, 2014

Gumoh pada bayi (reflux)


menyendawakan bayi - foto:kellymom.com
Gumoh atau muntah kecil merupakan hal normal bagi bayi sehat, menurut Dr. Gregory White sebagai advisor La Leche League (LLL) “Gumoh seperti kegiatan rutin rumah tangga dan bukan masalah medis”, sangat normal bagi bayi karena lambung bayi yang belum sempurna gagal menahan isi lambung sehingga sangat mudah untuk mengalir kembali ke kerongkongan. Namun pada bayi dengan kondisi medis gastroesophageal reflux (GER), gumoh akan menyakitkan bayi kadang menangis dan rewel.Reflux terjadi saat ASI dan asam dari perut kembali menuju oesophagus, yang membuatnya sakit. Bayi mungkin memuntahkan ASI (muntahan kecil). Biasanya terjadi setelah bayi menyusu, tetapi juga dapat terjadi 1-2 jam setelah menyusu. Kebanyakan gumoh pada bayi umur 0-3 bulan sering terjadi, kadang sampai 1-3 kali sehari, puncaknya pada usia 2 – 4 bulan dan mulai berkurang pada usia 7 – 6 bulan, dan bahkan tidak lagi gumoh ketika bayi menginjak usia 12 bulan.
Reflux lebih umum pada bayi-bayi yang pernah diberi minum menggunakan selang, kelebihan pasokan ASI atau aliran ASI yang terlalu deras, kepekaan terhadap makanan dan mungkin ada masalah perut. Menyusui sebaiknya tetap dilanjutkan karena menurut penelitian bahwa bayi yang disusui memiliki potensi reflux atau gumoh yang lebih kecil, bahkan bila bayi yang disusui dengan reflux mungkin tidak memiliki gejala apapun (Lawrence 1994).
Terlihat satu atau lebih tanda pada bayi yang merupakan indikasi reflux, seperti: sering bersendawa atau cegukan, muntah, sering bangun malam, kenaikan berat badan buruk, kesulitan menelan, menangis tiba-tiba, dan melengkung ketika menyusu. Pemeriksaan medis untuk reflux pada bayi di bawah satu tahun jarang dilakukan, kecuali bayi menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang buruk, kenaikan berat badan yang kurang, atau penyakit paru-paru.
Bayi lebih jarang gumoh saat disusui dengan posisi yang lebih tegak, sehingga ASI tidak mengalir kembali dengan mudah. Menyendawakan bayi ketika setelah selesai menyusui, dan pemberian ASI sedikit-sedikit tetapi sering. Biasanya dapat membantu mengatasi gumoh. Memeluk dan menggendong bayi lebih nyaman dapat membantu menenangkan bayi ketika merasa sakit karena gumoh.

No comments:

Post a Comment