Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Tuesday, November 17, 2015

Warna & Bentuk Feses Bayi



Kuning =  normal. warna feses bayi sangat dipengaruhi oleh susu yang dikomsumsinya. “Bayi  ASI penuh dari foremilk (ASI depan) hingga hindmilk (ASI belakang), tinja berwarna lebih cerah & cemerlang/ didominasi warna kuning (golden feces). Warna kuning karena proses pencernaan lemak oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus. ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.
Hijau= kategori normal. Cara ibu memberikan ASI belum benar, hanya foremilk/ ASI depan (kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak), sehingga sering kentut & bayi kolik / tidak nyaman, sedangkan hindmilk/ ASI belakang  tidak sempat terhisap padahal mengandung banyak lemak. “Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning, biasanya bila ASI sangat melimpah
Tips agar ibu dapat memberi ke 2 ya pada bayi dengan menyusui dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis, baru pindah ke payudara berikutnya.
Merah = karena tetesan darah yang menyertai, bisa dari tubuhnya sendiri atau ibunya. Jika bayi mengisap darah ibu pada proses persalinan, fesesnya ada bercak hitam/darah, biasanya 1-3 hari. Bila darah tetap muncul (bisa cair ataupun bergumpal), bukan berasal dari darah ibu, bisa karena alergi susu formula & penyumbatan usus/invaginasi yg perlu dioperasi. Bila ada perut membu/ menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan pertanda penyakit serius.
Putih/Keabu-abuan= gangguan hati atau penyumbatan saluran empedu. “Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai tinja, langsung dibawa ke dokter (bila bayidibawah 3 bulan), perlu USG pada hati dan saluran empedunya, jika terlambat maka dilakukan transplantasi hati yang sangat mahal.

BENTUK
Feses bayi 2 hari pertama setelah persalinan  berbentuk ter atau aspal lembek, yang dibawa dari kandungan, lalu bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji/seeded atau cairan.
Feses bayi ASI eksklusif tidak berbentuk seperti pasta/krem, berbiji (seeded), mencret/cair.
Feses bayi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat shg susah buang air besar, Red. Jika feses berbentuk cair, kemungkinan bayi alergi terhadap susu formula atau susu tercemar bakteri yang mengganggu usus. Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan ASI yang diselang-seling susu formula , kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena sistem pencernaannya memang belum sempurna. Tetap susui bayi agar ia tidak mengalami dehidrasi. Tapi bila mencretnya disertai keluhan demam, muntah, atau keluhan lain, dan jumlahnya sangat banyak serta mancur, berarti memang ada masalah dengan bayi, segera dibawa ke dokter.

 FREKUENSI
 Frekuensi BAB setiap bayi berbeda-beda. ditiap minggu karena belum menemukan pola yang pas. 4 atau 5 minggu pertama, sehari bisa >5-6x. Bayi ASI eksklusif, BAB bisa off  dalam 2-4 hari. Bukan berarti ia mengalami gangguan sembelit, tapi bisa saja karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. Feses normal jika seperti pasta, tidak cair dengan banyak lendir, atau berbau busuk disertai demam dan penurunan berat badan bayi.
 Harus BAB Dalam 24 Jam Pertama
Bayi yang pencernaannya normal, akan BAB pada 24 jam pertama setelah dilahirkan. BAB pertama ini disebut mekonium, berwarna hitam kehijau-hijauan & lengket seperti aspal. BAB ini menjadi indikasi apakah pencernaannya normal atau tidak. Hal ini juga untuk memantau penyakit Hirschsprung/ gangguan pengeluaran tinja akibat tidak adanya syaraf tertentu pada usus sebelah bawah, indikator masalah pencernaan di kemudian hari. Penting bagi para ibu setelah bersalin memastikan apakah bayinya sudah BAB dalam waktu 24 jam &  mencatatnya di buku .


No comments:

Post a Comment