Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Thursday, November 6, 2014


Atasi Bayi Cegukan

Cegukan atau hiccups merpakan kondisi normal yang sering dijumpai pada bayi, khususnya bayi baru lahir sampai usia kurang lebih 3 bulan.
• Cegukan terjadi akibat perangsangan pada diafragma (sekat antara dada dan perut), lambung ,dan tenggorokan.
• Hingga kini, faktor penyebabnya belum jelas, terutama pada bayi. Meski begitu, beberapa buku menyatakan, iritasi terhadap diafragma bisa terjadi ketika bayiminum terlalu cepat atau banyak. Juga, gumoh bisa merangsang terjadinya cegukan.
• Cegukan tidak berbahaya. Meski begitu, Anda merasa kurang nyaman saat melihat ia cegukan. Apa yang harus dilakukan? Gendonglah ia, peluk hangat, dan tenangkan. Cegukan pun mereda, lalu sirna dengan sendirinya.
• Anda bisa mencoba mengurangi risiko cegukan dengan cara mengatur pola minumnya. Misalnya, bila ASI (Air Susu Ibu) terlalu deras, ia mudah tersedak atau muntah. Jadi, aliran ASI atau susu yang deras berpotensi merangsang otot diafragma, sehingga bayi mudah cegukan.
• Jika bayi sering gumoh dan atau muntah, tetapi laju pertumbuhan berat badannya baik, sangat mungkin gumoh atau muntahnya akibat terlalu banyak minum. Lebih sedikit, asal lebih sering. Biasanya, cara ini berhasil mengatasi gumoh. Yang pasti, Anda tidak perlu cemas. Sejalan dengan bertambahnya usia,bayi akan semakin jarang mengalami cegukan.

No comments:

Post a Comment