Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Sunday, September 21, 2014

4 Langkah Agar Tidak Melahirkan Secara Caesar

img 


















Melahirkan secara caesar bukanlah pilihan umum untuk wanita yang tengah hamil. Mereka sebisa mungkin menghindari proses operasi dengan melahirkan bayi secara normal.

Wanita memilih menghindari caesar karena prosedur tersebut biasanya butuh waktu pemulihan lebih lama ketimbang melahirkan normal. Melahirkan secara caesar juga bisa berisiko pada bayi seperti mengalami komplikasi atau masalah pernapasan.

Jika memang Anda tidak mau melahirkan secara caesar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir proses tersebut harus Anda lalui. Cara-cara ini bisa dijalankan hanya jika memang kondisi Anda dan bayi tidak berbahaya dan harus segera dilakukan prosedur caesar. Berikut ini empat langkah menurunkan risiko melahirkan secara caesar seperti dipaparkan Fit Pregnancy:
1. Hindari Induksi Kecuali Memang Dibutuhkan
Studi yang sudah dilakukan berkali-kali menunjukkan persalinan yang dilalui melalui induksi berisiko menyebabkan caesar. Dr. Michael Klein dari Universitas British Columbia, yang kerap meneliti tentang proses caesar juga mengatakan hal serupa.

Menurut Klein, riset menunjukkan 44% wanita yang baru pertamakali melahirkan dan mendapatkan induksi, berakhir dengan menjalani caesar. Bandingkan dengan mereka yang melahirkan secara alami. Hanya 8% dari mereka yang pada akhirnya terpaksa caesar. 

2. Usahakan Tidak Terlalu Buru-buru Datang ke RS
Bagi wanita yang baru pertamakali menjadi ibu, pasti merasakan kekhawatiran dan bingung ketika mengalami kontraksi yang menjadi tanda-tanda awal melahirkan. Saat kontraksi dirasakan, wanita ingin buru-buru datang ke rumah sakit, khawatir sudah terjadi pembukaan. Padahal datang terlalu dini untuk menjalani proses persalinan bisa meningkatkan risiko Anda melahirkan secara caesar.

Dr. Elliott Main, direktur kebidanan di Sutter Health, Californa menyarankan agar para ibu menjalani persalinan awal di rumah sendiri, ketimbang di rumah sakit. Kenapa demikian? Menurut Dr. Elliott ini berkaitan dengan perasaan ibu. "Kegelisahan bisa membuat proses persalinan lebih lambat," jelasnya. Dan ketika berada di rumah sakit, biasanya yang dirasakan adalah ketidaknyamanan. Ruangan yang tidak homey dan kehadiran orang-orang asing serta berbagai pemeriksaan awal saat baru tiba di rumah sakit membuat ibu jadi gelisah, ketimbang tenang.

3. Pilih Dokter dan Rumah Sakit dengan Cermat
Kalau memang Anda sangat ingin melahirkan secara normal, teliti dulu sebelum memilih dokter dan rumah sakit untuk proses persalinan. Banyak-banyaklah membaca dan mencari tahu dokter dan rumah sakit mana yang mendukung ibu melahirkan normal.

Anda bisa membaca forum-forum kesehatan dan parenting di internet untuk mendapatkan informasi mengenai dokter kandungan yang mendukung melahirkan normal. Pengalaman teman atau saudara juga bisa menjadi referensi.

4. Bertanya
Beberapa situasi yang memang darurat, prosedur caesar harus dilakukan sesegera mungkin untuk menyelamatkan nyawa bayi. "Hal itu tidak bisa dinegosiasikan," ujar Dr. Timothy R.B. Johnson, ahli kandungan di Universitas Michigan. 

Namun, menurut Dr. Timothy, ada situasi dimana para orangtua bisa bertanya pada dokter apakah memang proses caesar benar-benar perlu dilakukan. Dia mencontohkan, misalnya dokter mengatakan bayi terlalu besar untuk dilahirkan dengan proses normal. "Pembicaraan bisa dilakukan. Anda bisa bertanya, apakah memang bayinya besar? Seberapa besar," ujarnya. "Kemampuan kami menduga ukuran bayi tidaklah absolut. Aku pernah menduga bayi beratnya 11 pound, namun ternyata setelah dilahirkan hanya 7 pound," jelasnya lagi.

Tips Melahirkan Normal


1. Persiapan posisi. Proses ini dilakukan agar pada saat tiba waktu melahirkan, bayi bisa dengan mudah keluar dari rahim ibu. Cara yang banyak dilakukan adalah dengan sering melakukan posisi sujud, karena hal ini akan memposisikan bayi pada letak yang memudahkannya meluncur. 
2. Naik turun tangga merupakan hal yang dianjurkan. Tentu intensitasnya tidak boleh terlalu sering dan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Tujuannya memudahkan janin untuk bisa segera turun dan berada pada posisi kelahiran.

3. Hindari tidur yang terlalu sering, terutama pada siang hari. Sebab, hal ini akan memicu terjadinya pendarahan.

4. Tetap tenang. Biasanya, kelahiran pertama akan menimbulkan kepanikan. Perlu diketahui bahwa jarak antara kontraksi pertama dan proses kelahiran membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga Anda masih akan memiliki waktu cukup untuk pergi kerumah sakit terdekat. 

5. Pada saat proses melahirkan, seorang ibu akan membutuhkanenergi yang cukup banyak. Oleh karenanya selama persalinan sebaiknya tetap diberikan asupan sebagai penambah tenaga.
6. Mengatur pernafasan. Pada saat kontraksi, biasanya seorang ibu akan mengambil nafas secara pendek dan terburu-buru. Ini adalah hal salah. Sebaiknya tarik nafas panjang serta hembuskan secara perlahan-lahan. Hal ini akan bermanfaat dalam meredakan ketegangan syaraf dan memberikan relaksasi.
7. Teknik mengejan. Pada saat mengejan, tarik nafas yang panjang, lalu hembuskan bersama waktu mengejan. Jangan pernah mengejan sambil menahan nafas. Selain akan menimbulkan kehabisan nafas, hal tersebut akan menjadikan seorang ibu akan menjadi lebih cepat lelah dan kehabisan nafas.
TIPS Menghindari robekan jalan Lahir :

  • Sering2 latihan KEGEL biar liang vagina lebih lentur dan lunak.
  • Sering jongkok, agar paha, panggul serta bagian kewanitaan lebih terlatih.
  • Bayi tidak terlalu besar
  • Sabar dan ga keburu-buru mengejan saat persalinan berlangsung, biarkan kepala bayi turun dengan santai, pasti dan tidak membuat robekan pada jalan lahir.
  • Saat Persalinan, rileks, tidak tegang, tersenyum dan melemaskan rahang mulut bagian bawah, karena ada hubungan antara rahang bawah dengan vagina.
  • Yang paling penting !!! Saat persalinan, jangan angkat pantat anda ke kanan dan kekiri, letakkan saja pantat anda di tempat tidur. Tetap tenang dan terkendali, mintapada penolong persalinan anda agar mengingatkan anda.
  • terakhir dari pihak penolong persalinan, bila si penolong sabar, dan menahan perineum (bag,kewanitaan anda) dengan kuat dan terkendali, sangat dmungkinkan anda tidak mengalami robekan. Keterampilan sangat dibutuhkan disini.



Friday, September 19, 2014

Proses pertumbuhan janin dalam tiap fase

Mengetahui diri Anda mengandung tentu sangat menggembirakan. Selama 9 bulan ke depan, Anda akan menjalani ‘kehidupan baru’ yang sangat menarik. Apa saja yang terjadi di dalam rahim Anda selama itu? Bagaimana proses pertumbuhan janin Anda dalam tiap fase? Panduan pertumbuhan janin berikut ini akan membantu persiapan Anda menyambut si kecil hadir dalam kehidupan Anda.
0-4 Minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.
4-8 Minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan
8-12 Minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.
12-16 Minggu
Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.
16-20 Minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.
20-24 Minggu
Pada saat ini, ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
24-28 Minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai
aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.
28-32 Minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
36 Minggu
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah "mempersiapkan diri" bagi kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernaPas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.

Kiat Mendapatkan Bayi Laki-Laki Atau Perempuan



Menurut dr UF Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital (BWCH), sebenarnya kelamin janin sudah terbentuk pada minggu ke-3 atau hari ke 21 setelah masa konsepsi. Kemudian, alat kelamin janin akan terus berkembang, dan umumnya pada minggu ke-21 kelamin sudah sempurna, ujarnya. Namun, menurut dr Bagazi, akurasi USG dalam memperlihatkan jenis kelamin bayi akan lebih optimal pada saat menginjak usia kehamilan 28 minggu atau sekitar 7 bulan. Mungkin, karena itulah ada mitos yang menyebutkan pantang bagi wanita hamil untuk membeli pernak-pernik bayi sebelum usia 7 bulan. Menurut dr. Bagazi juga, sebenarnya tidak ada faktor-faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi jenis kelamin janin. Meski demikian, ada sejumlah kiat yang dapat diusahakan pasangan yang menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu, seperti : 

  1. Sistem kalender Menentukan masa subur dengan menggunakan sistem kalender ada dua cara yaitu : 
a.     Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang. 
b.    Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal : siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 - 8 = 18, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20.
  1. Metode lendir serviks Dalam metode ini dinilai sifat dari lendir atau cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan merasakan basah pada saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks, lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari, cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan-pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari 10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si wanita sedang dalam masa subur.
  2. Intervensi/inseminasi Memilih menggunakan cara ini, berarti Anda akan membutuhkan bantuan dokter. Istilah yang cukup populer dalam merencanakan jenis kelamin dengan intervensi adalah inseminasi. Dokter akan mengambil komponen sperma suami. Bila ingin anak laki-laki, maka komponen sperma yang diambil adalah yang kemungkinan akan menjadi anak laki laki. Kemudian, sperma yang telah dipilih itu disuntikkan ke dalam rahim istri, begitupun sebaliknya bila menginginkan bayi perempuan. Meskipun pada banyak kasus cara ini cukup berhasil, tetap saja kegagalan dapat terjadi.
  3. Bayi tabung Anda dapat menggunakan sistem Pre-implantation Genetic Diagnostic (PGD). Cara ini cenderung lebih aman, karena dapat melakukan diagnostik mengenai faktor-faktor kemungkinan adanya kelainan pada janin dan bagi ibu yang berisiko. Setelah itu, barulah dilakukan screening. Selain dapat lebih memastikan jenis kelamin janin, juga dapat memungkinkan terhindar dari berbagai kelainan. Di Indonesia, program bayi tabung dilakukan menggunakan sperma suami, dan melalui rahim istri. Sehingga, bayi yang akan dilahirkan benar-benar anak kandung dari pasangan yang bersangkutan. Program bayi tabung dapat diikuti oleh siapapun, terutama bagi pasangan yang kesulitan memiliki anak. Seperti kita ketahui, setiap kali ejakulasi, laki-laki normal mengeluarkan sperma 2 sampai 5 semprotan. Dalam durasi tersebut, sperma yang dihasilkan sekitar 2 sampai 5 cc. Sperma yang normal tiap cc mengandung 60 - 200 juta spermatozoa. Jadi setiap seorang laki-laki mengalami ejakulasi, 120 sampai 1 milyar sperma telah dikeluarkan dari tubuhnya. Adapun sperma itu sendiri mempunyai dua gen yaitu, Androsperma yang juga disebut gen Y dan Gynosperma yang bisa kita sebut sebagai gen X. Gen Y adalah gen yang memungkinkan kita seorang ibu mengandung anak perempuan, sedangkan gen X adalah sebaliknya. Jika suami dan istri sama-sama dominan gen X nya maka kemungkinan besar, keduanya akan mempunyai anak perempuan. Tapi jika sang ayah dominan gen Y dan sang ibu gen X maka kemungkinan besar anak yang dilahirkan adalah laki-laki.
Ciri-ciri spermatozoa: Androsperma, membawa gen Y:
-       Bergerak lebih lambat.
-       Lebih mampu bertahan hidup lebih lama (berumur rata-rata kira-kira 2 sampai 3 hari). - Lebih tahan dalam suasana asam.
-        Tidak tahan dalam suasana basa.
-       Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih ringan. Gynosperma, membawa gen X:
-       Bergerak lebih gesit.
-       Hidup lebih singkat (berumur rata-rata kira-kira hanya 1 hari saja)
-       Tidak tahan dalam suasana asam.
-       Lebih tahan dalam suasana basa.
-       Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih berat.
Tabel dibawah ini juga akan membantu untuk memprediksi jenis kelamin dari anak yang akan dilahirkan. Akurasi dari tabel dibawah telah dibuktikan oleh ribuan orang dan hal ini dipercaya sebagai 99% kebenarannya. Tabel ini diambil dari Royal Tomb dekat Peking, China. Original copy tersimpan di Institute of Science of Peking . UMUR ISTRI (TAHUN) 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 


Keterangan : P = Perempuan L = Laki-laki Penjelasan : Anda dapat memilih musim atau bulan yang Anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel di atas. Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan. Dengan berpedoman pada tabel di atas Anda akan dapat memilih waktu kapan harus berhubungan menurut jenis kelamin anak yang diinginkan. Jadi Anda dapat merencanakan untuk mempunyai anak laki-laki ataupun perempuan. Contoh singkat : Jika istri berusia 27th dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel di atas, bayi yang akan dilahirkan adalah perempuan. Tabel di atas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi. Keterangan : Ahli - ahli genetika China telah meneliti dan menyajikan kembali tabel ini setelah terkubur lama di Royal Tomb selama 700 tahun yang lalu. Tentu saja pilihan-pilihan di atas ditujukan bagi pasangan yang tidak mempunyai masalah dengan sistem reproduksinya. Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan, manusia boleh berusaha, tapi Tuhan juga yang menentukan. Sumber: Berbagai sumber

Ayah Juga Bisa Alami ‘Baby Blues’

Tak hanya ibu, depresi pasca-melahirkan atau ‘baby blues’ juga bisa dialami ayah.
Depresi dan stres pasca-melahirkan atau biasa disebut ‘baby blues’, seringkali dialami para ibu. Namun, ternyata sang ayah juga bisa mengalaminya. Kecenderungannya adalah pada saat anak mencapai usia 12 minggu, sebanyak satu dari empat orang ayah merasa depresi.
Gejala tersebut dalam penelitian yang dilakukan tim dari Eastern Virginia Medical School, di Amerika Serikat, bukan hormonal tetapi karena tekanan menjadi ayah baru. Tekanan yang mereka rasakan termasuk biaya perawatan anak, perubahan hubungan dengan istri saat keintiman menjadi berkurang, dan rasa takut karena tanggung jawab yang besar menjadi seorang ayah.
Pada minggu-minggu awal, ayah juga mengalami kurang tidur, dan sering bekerja ekstra dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Di tambah lagi, ayah harus bekerja keesokan harinya. Hal ini menurut para ahli kesehatan mental, bisa membuat ayah stres.
Penelitian ini menempatkan rata-rata tingkat depresi yang terjadi pada ayah baru pada 10,4 persen, dua kali lipat dari estimasi sekitar 4,8 persen untuk semua pria, dalam periode 12 bulan. Sekitar delapan persen depresi muncul 12 minggu sebelum dan setelah melahirkan.
Penelitian yang dikepalai oleh Dr. James Paulson, melakukan review pada 43 penelitian yang melibatkan 28.000 orang. Mereka menemukan, baik pria ataupun wanita akan merasa lebih stres menjadi orangtua baru, jika pasangannya tidak bisa mengatasi stres dengan baik.
Diperkirakan satu dari sepuluh wanita mengalami depresi pasca melahirkan meskipun mereka sebelumnya tidak mengalami masalah kejiwaan. Tanpa perawatan, kondisi tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi, perasaan depresi bisa muncul kembali enam bulan kemudian.
“Masalah depresi usai melahirkan menjadi hal serius. Jika berlangsung lama dan tidak segera diatasi bisa menciptakan emosi dan perilaku tidak stabil yang bisa berpengaruh negatif pada perkembangan anak-anak,” kata Dr. Paulson seperti dikutip dari Daily Mail.

Menyambut Bayi Baru

Dari rahim ibu ke dunia
 Bayi yang baru lahir biasanya tubuhnya gemetar karena seolah disentakkan dari dalam perut yang hangat dan nyaman ke dalam dunia yang dingin dan terang. Untuk membantu menenangkan bayi Anda di dunia luar, tip berikut mungkin berguna:
Redupkan lampu
Karena bayi Anda sudah berada di dalam rahim selama sembilan bulan, cahaya yang terlalu terang mungkin membuat dia tak nyaman, jadi usahakan agar cahaya di ruangan Anda agak remang-remang. Cahaya lampu yang redup juga membantu dia fokus pada benda-benda dalam jangkauan pandangannya, yang awalnya berjarak sekitar 20 cm – 38 cm
dari wajah dia.
Lama-lama dia akan belajar membedakan siang dan malam jika Anda membiasakannya tidur dengan jadwal yang normal. Jadi, jangan nyalakan lampu kamar kalau dia sedang menyusu di malam hari atau ganti popok. Nyalakan saja lampu tidur yang redup.

Hangatkan dia
Bayi Anda masih terlalu kecil untuk mempertahankan kehangatan tubuhnya sendiri. Agar tak kedinginan, tambah satu lapis selimut lagi di tubuhnya selain yang biasa Anda berikan.
Anda bisa menggunakan T-shirt, kaos atau selimut katun. Tapi hati-hati jangan terlalu rapat membungkus dia karena bayi yang tubuhnya terlalu hangat akan selalu mengantuk dan tidak menyusu dengan baik.

Bedong tubuhnya
Bayi Anda yang baru lahir sekarang punya ruang yang lebih besar untuk menggerak-gerakkan tangan dan kaki, tapi gerakan-gerakan itu bisa memicu refleks kejutnya – sehingga menyentakkan kaki tangannya. (Refleks ini juga muncul sebagai respon terhadap suara keras atau sensasi seperti terjatuh.) Cobalah untuk membungkus bayi Anda dalam selimut agar mirip ruang terbatas yang ada di dalam rahim sampai dia berumur sekitar dua minggu. Sesudah itu, dia akan mampu melenturkan otot-ototnya, memperkuat otot-otot tubuhnya dan mengembangkan koordinasi.

Gerak-gerakkan tubuhnya
Dia sudah bergerak bersama Anda sejak pembuahan, jadi masuk akal kalau guncangan akan membuatnya merasa aman dan nyaman. Buaian,
ayunan, jalan-jalan di kereta dorong akan menggantikan hal itu, tapi tak ada yang bisa menyaingi buaian lengan ibu ketika meninabobokannya.

Jangan kecilkan volume suara
Bayi Anda sudah terbiasa dengan suara berisik rahim, sehingga suara bising di rumah seperti penyedot debu ruangan, denting peralatan makan yang dicuci, atau suara Anda saat membaca dengan keras atau berbisik manis, yang selama ini sudah sangat dia kenal dan tak asing bagi telinganya, akan membuat dia merasa baik-baik saja di rumah.

Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Perempuan setelah melahirkan biasanya punya program utama menurunkan berat badan dan memiliki tubuh seperti dulu. Ada 4 cara sehat yang bisa dilakukan tanpa obat-obatan, karena obat pelangsing mempengaruhi ASI.
Peneliti telah menemukan kehamilan menjadi salah satu penyebab
utama kenaikan berat badan perempuan. Hal ini telah diteliti secara ilmiah selama dua dekade terakhir. Tapi bukan berarti seorang perempuan tidak akan gemuk jika ia tidak hamil, karena banyak faktor lain yang bisa mempengaruhinya.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity tahun 2000 menemukan bahwa sebesar 6 persen perempuan memiliki kelebihan berat badan setelah melahirkan anak pertamanya. Penelitian ini diikuti oleh 1.300 perempuan sehat yang melahirkan antara tahun 1980-1990.
“Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan yang mempertahankan berat badannya setelah kehamilan akan membuat perempuan tersebut menjadi gemuk dan memiliki risiko kesehatan seperti diabetes atau jantung,” ujar Prof Raul Artal, MD, ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi serta Kesehatan Perempuan di Saint Louis University Medical School, seperti dikutip dari Sheknows, Sabtu (16/10/2010).
Dr Artal menuturkan tidak ada rumus ajaib untuk menurunkan berat badan setelah memiliki bayi. Pertambahan berat badan saat hamil terjadi secara bertahap, maka penurunannya pun harus bertahap sehingga bisa mempertahankan berat badan idealnya dalam jangka waktu panjang.
Ada 4 tips yang diberikan oleh Dr Artal dalam hal menurunkan berat badan setelah melahirkan, yaitu:
1. Menyusui
Banyak rumor beredar mengenai efek menyusui terhadap tubuh perempuan, seperti payudara menjadi kendur atau menimbulkan stretch mark. Tapi rumor tersebut tidaklah benar, karena menyusui adalah cara yang mudah dan sehat untuk menurunkan berat badan.

Dr Artal menuturkan menyusui tidak hanya menguntungkan bagi bayi yang baru dilahirkan, tapi juga untuk ibunya. Rata-rata perempuan yang menyusui bisa membakar lebih dari 600 kalori per harinya.
2. Bergerak
Melakukan aktivitas fisik tidak terbatas harus berolahraga, seperti ke pusat kebugaran, tenis atau basket. Tapi berjalan kaki, bersepeda atau mengurus bayinya sehari-hari bisa membantu membakar kalori.

Jika perempuan memberikan ASI eksklusif dan mengurus bayinya sendiri, maka kedua hal tersebut akan sangat membantunya mengurangi berat badan.
3. Memiliki pemikiran makan untuk satu orang
Setelah bayinya dilahirkan, maka hilangkan ungkapkan harus makan untuk dua orang karena kondisi ini justru akan menambah berat badannya.

Dr Artal merekomendasikan bagi perempuan yang baru melahirkan untuk berpesta makanan padat nutrisi seperti sayuran, daging tanpa lemak dan karbohidrat kompleks yang akan membuatnya merasa kenyang lebih lama.
4. Meminta bantuan profesional
Jika berat badan tak juga turun meskipun sudah melakukan lengkah-langkah tersebut, Dr Artal menyarankan untuk konsultasi dengan dokter kandungan atau ahli gizi.

Hal ini penting karena ibu menyusui tetap harus mendapatkan asupan gizi yang baik agar bayi yang disusui terpenuhi nutrisinya.