Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Tuesday, October 14, 2014

Cara Menyusui

Jika dilihat dari tujuan dan dari prosesnya, sederhananya kita dapat mengharapkan kegiatan menyusui berjalan seperti ini :
–    Bayi mendapatkan asupan yang dibutuhkan, pertumbuhannya sesuai harapan, perilakunya menunjukkan ia puas dengan menyusu. Tentu saja, tujuan utama kita menyusui adalah untuk memberi makan bayi, bukan?
–    Ibu terhindar dari rasa tidak nyaman saat menyusui (perih, lecet, bengkak). Jika mengikuti lamanya waktu menyusui yang disarankan WHO, yaitu sejak baru dilahirkan hingga setidaknya anak berusia 2 tahun, tentunya ibu perlu merasa nyaman saat menyusui sejak hari pertama.
Nah, setiap ibu dan bayi dapat menggunakan beragam cara menyusui yang nyaman untuk keduanya, yang tentunya akan berbeda-beda untuk tiap ibu dan bayi. Tidak ada cara yang paling tepat atau benar. Tapi pada umumnya untuk mencapai hal tersebut ada satu poin utama : agar ASI dapat keluar dengan lancar dari payudara ibu, penelitian menunjukkan bahwa lidah bayi perlu menjangkau banyak bagian dari payudara, tak hanya puting tapi juga areola.
cara menyusui
cara menyusui
Di gambar pertama kita dapat melihat, seluruh saluran yang menyambungkan kelenjar ASI dengan puting ada di dalam mulut bayi. Dalam kondisi seperti ini ASI akan mudah keluar. Sementara di gambar kedua, saluran-saluran tersebut ada di luar mulut bayi, hal ini menyebabkan bayi lebih sulit mengeluarkan ASI.
Pelekatan yang baik tersebut dapat kita dapatkan dengan beragam cara. Setiap pasangan ibu dan bayi dapat mencoba berbagai gaya untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman, di antara gaya dan posisi tersebut adalah :
BIOLOGICAL NURTURING (laid back breastfeeding position)
biological nurturing
Biological Nurturing, sumber gambar: www.llli.org


Untuk menghasilkan pelekatan yang baik, di masa lalu biasanya para ibu diajari cara-cara gaya menggendong dan memposisikan bayi dalam keadaan duduk tegak. Tapi sebuah penelitian yang dilakukan Suzanne Colson dan kawan-kawan pada tahun 2008 menawarkan alternatif yang jauh lebih mudah.
Dari penelitian tersebut ditemukan, para ibu yang baru saja melahirkan akan lebih nyaman dan lebih bertahan lama menyusui saat mereka melakukan menyusui dalam posisi laid-back/semi-reclining atau rebahan. Caranya: ibu mengambil posisi rebahan sambil bersandar, dengan sudut kemiringan antara  15°-64° kemudian bayi diletakkan di atas dada, dan dibiarkan melekat dengan sendirinya. Pada cara ini, ibu tidak banyak mengintervensi posisi bayi, kedua tangan ibu bebas, memegang bayi sekedar untuk menjaganya agar tidak terguling. (catatan: Ingat bahwa ibu rebahan bersandar, bukan telentang 180 derajat)
Dalam posisi duduk tegak seperti biasa kita diajari, refleks-refleks bayi baru lahir biasanya menyulitkan kita untuk memosisikan bayi – contohnya: refleks “mengayuh sepeda” tangan mendorong-dorong, kaki menendang-nendang, gerakan kepala depan-belakang seperti “mematuk-matuk”. Dalam Biological Nurturing  gerakan-gerakan refleks tersebut justru akan membantu bayi untuk bergerak mencapai payudara. Dalam posisi ini juga gravitasi yang biasanya menghambat bayi mencapai payudara karena berat kepalanya, malah akan membantu bayi untuk memasukkan areola jauh ke dalam mulutnya.
Yang lebih membuat nyaman lagi, dalam posisi laid-back ini juga para ibu merasa lebih badan lebih rileks, ketegangan di kepala, leher, pundak dan punggung sangat jauh berbeda dibanding duduk tegak. Luka jahitan pun – baik luka episiotomi ataupun luka operasi caesar – dirasakan lebih minimal dibandingkan duduk tegak. Ibu juga tidak perlu terlalu berkonsentrasi untuk memikirkan posisi dan pelekatan yang benar. Hal ini sangat mendukung proses lepasnya hormon oksitosin karena ibu lebih rileks dan tenang.
Tentunya kita tetap boleh memilih posisi menyusui dengan duduk tegak, atau posisi tidur menyamping. Kita dapat mencoba bermacam-macam cara untuk mencari posisi yang betul-betul nyaman bagi ibu dan bayi.
Untuk posisi selain Biological Nurturing ada beberapa poin penting dalam memosisikan bayi yang perlu kita ingat, yaitu :
1.    Kepala dan badan bayi harus satu garis lurus
Sama seperti halnya kita orang dewasa, bayi akan lebih nyaman saat menyusu dan menelan, jika kepalanya tidak menoleh. Jika lehernya harus menoleh untuk mencapai payudara, bayi mungkin akan pegal dan terlalu cepat melepas payudara dari mulutnya.
2.    Tubuh bayi didekap dekat dengan tubuh ibu
Kalau badan bayi terlalu jauh dari payudara, bayi cenderung hanya bisa “menangkap” puting saja.
3.    Ibu menopang seluruh tubuh bayi – bukan hanya kepala dan bahu
4.    Bawa bayi menghadap payudara, hidung berhadapan dengan puting
Dengan catatan 4 poin di atas, kita bisa memilih posisi-posisi ini :
•    CRADLE HOLD, ibu duduk tegak, kepala bayi disangga oleh tangan yang satu sisi dengan payudara yang disusukan. Posisi ini paling umum digunakan, termasuk di masyarakat kita, tapi bukan berarti semua orang pasti nyaman dengan posisi ini. Pada cradle hold kita biasanya agak sulit mengatur kepala bayi dan mengarahkannya ke payudara ibu.
Posisi Menyusui - crade hold
Posisi Menyusui – crade hold

•    CROSS-CRADLE HOLD, kepala bayi disangga oleh tangan yang berlawanan arah terhadap payudara yang disusukan. Posisi ini bisa digunakan untuk bayi kecil atau sakit.
Cara Menyusui: Posisi Cross Cradle
Cara Menyusui: Posisi Cross Cradle

• FOOTBALL HOLD/POSISI BAWAH LENGAN, posisi bayi ada di bawah lengan ibu yang satu sisi dengan payudara. Jika bayi agak sulit melekat, posisi ini juga bisa dicoba. Juga cocok digunakan saat menyusui bayi kembar atau jika saluran ASI tersumbat.
Cara Menyusui: Posisi dibawah lengan
Cara Menyusui: Posisi dibawah lengan

• SIDE-LYING POSITION/TIDUR MENYAMPING. Posisi ini bisa digunakan saat ibu ingin menyusui sambil istirahat, atau setelah operasi caesar.
Cara Menyusui: Posisi Berbaring Menyamping
Cara Menyusui: Posisi Berbaring Menyamping

Untuk ibu yang memiliki anak kembar, bisa menyusui dua anak sekaligus dengan posisi double football atau double cradle, atau kombinasi keduanya. Saat menyusui bayi kembar, pada awalnya mungkin Bunda perlu bantuan anggota keluarga lain, dan perlu menyiapkan bantal-bantal untuk memudahkan.
Cara Menyusui anak kembar
Sumber gambar : Unicef’s Brochure “How to Breastfeed”


CARA MEMASUKKAN PAYUDARA KE MULUT BAYI

Untuk memasukkan payudara ke mulut bayi, biasanya akan lebih mudah jika kita menunggu sampai mulut bayi benar-benar terbuka lebar dan mendahulukan majunya dagu dan bibir bawah untuk menempel pada payudara.
Cara Menyusui
Sumber gambar : Womenshealth.gov

TANDA BAYI SUDAH MELEKAT DENGAN BAIK
cara menyusui
Sumber gambar: WHO, Unicef. 40 hours Breastfeeding Counselling: A Training Course

Ayah dapat membantu untuk mengecek apakah bayi kemungkinan sudah melekat dengan baik atau belum. Dari luar, umumnya bayi yang melekat dengan baik akan terlihat seperti gambar di atas sebelah kiri.
Tanda pelekatan sudah baik :
1. Daerah areola yang terlihat di atas mulut bayi lebih luas daripada di bawah mulutnya
2. Mulut bayi terbuka lebar
3. Bibir bayi terputar keluar (dower)
4. Dagu bayi nempel ke payudara
Pelekatan yang baik biasanya terlihat asimetris atau ”asymmetrical latch”.
Jika bayi sudah melekat dengan baik, kita bisa melihat ada gerakan menelan, bahkan bisa mendengar bunyi tegukan. Kita juga dapat merasakan payudara yang tadinya terisi jadi “kosong”. Bayi rileks, melepas payudara sendiri, mungkin tertidur.
Sebelum pulang ke rumah, akan lebih menenangkan jika kita pastikan cara menyusui kita sudah dinilai baik oleh konselor menyusui di tempat kita melahirkan. Jangan segan-segan untuk terus berkonsultasi sampai menyusui dirasakan benar-benar nyaman dan mantap.
Jika proses menyusui betul-betul telah bisa mencukupi kebutuhan bayi, pada hari VI bayi sudah buang air kecil setidaknya 6 kali setiap 24 jam, dan di usia 2 minggu beratnya sudah kembali ke berat lahir, lalu di bulan selanjutnya diharapkan berat bayi mengikuti kurva growth chart WHO atau KMS. Hal-hal inilah yang menjadi TANDA PASTI bahwa ASI yang diminum bayi sudah mencukupi kebutuhannya.
Akan sangat baik jika sejak baru melahirkan ibu sudah didampingi tenaga kesehatan atau orang yang sudah terlatih untuk melakukan konseling menyusui. Untuk mendeteksi bagaimanakah proses menyusui berjalan, ibu juga dapat menggunakan bantuan formulir skrining menyusui dini.
Nah, bagaimana, menyusui itu mudah kan? :)

Penulis: dr. Fitra Sukrita, IBCLC. |Volunteer Gema Indonesia Menyusui | @TipsMenyusui | Konsultan Menyusui

Sumber : 
WHO, Unicef (1993). 40 hours Breastfeeding Counselling : A Training Course. Participants’ Manual. <http://www.unicef.org/nutrition/files/Brochure_how_to_breastfeed.PDF>
Colson, S. D., Meek, J. H., & Hawdon, J. M. (2008). Optimal positions for the release of primitive neonatal reflexes stimulating breastfeeding. Early Human Development, 84(7), 441-449. <http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18243594>
Office on Women’s Health US Department of Health and Human Services (2010). Learning to breastfeed. <http://www.womenshealth.gov/breastfeeding/learning-to-breastfeed>
La Leche League International (2010). Laid-back Breastfeeding. The Womanly Art of Breastfeeding, Chapter 20. <http://www.llli.org/docs/0000000000000001WAB/WAB_Tear_sheet_Toolkit/01_laid_back_breastfeeding.pdf>

Comments

0 comments

Meningkatkan produksi ASI

Lactagogue atau laktogog adalah makanan, minuman atau jamu-jamuan khusus yang diyakini orang bisa meningkatkan suplai ASI. Laktogog tidak bekerja seperti obat, tapi bisa membantu seorang wanita merasa percaya diri dan rileks, jadi substansinya adalah kepercayaan dapat meningkatkan produksi ASI.Ketika kita merasa ASI berkurang, kadang kita berfikir untuk mengkonsumsi obat atau makanan lain yang menurut kepercayaan masyarakat dapat meningkatkan produksi ASI, hal ini tidak salah tetapi juga kita tau bahwa menyusui adalah proses supply and demand sehingga bayi tetap perlu sering menyusu untuk meningkatkan pasokan ASI yang baik, bila tidak maka obat dan juga laktogog menjadi tidak efektif
Beberapa hal lain yg perlu dilakukan sebagai langkah awal  adalah: Melakukan perunutan riwayat menyusui pada anak dan ibu,untuk mengevaluasi apakah produksi ASI dan transfer ASI ke bayi cukup untuk mempertahankan suplai yang adekuat. Jadi, sebaiknya kita mengidentifikasi dan mengatasi semua faktor yang mempengaruhi rendahnya produksi ASI sehingga hal yang kita lakukan memberikan hasil yang baik.
Torbangun atau Ajeran (sunda) dan Canim (Jawa Tengah)
Torbangun atau Ajeran (sunda) dan Canim (Jawa Tengah)
Apa saja yang bisa digunakan sebagai Lactagogue? Semua makanan, obat, herbal yg dipercaya  dapat meningkatkan produksi ASI itu adalah laktogog.
Obat yg diketahui memiliki efek sebagai laktogog adalah Metokloperamid & Domperidone yang merupakan obat mual, selain itu juga ada Oksitosin nasal spray yang berperan untuk meningkatkan Let Down Reflect (LDR) saat LDR ibu terhalang oleh rasa nyeri dan stress.
funugreek - foto: fenugreek.in
funugreek – foto: fenugreek.in
Makanan yg terbukti secara ilmiah sebagai laktogog adalah Fenugreek dan Torbangun. Fenugreek sulit dicari di Indonesia.  NCBI didapatkan hasil penelitian dosen IPB tentang Torbangun. Orang sunda menyebut Torbangun dengan nama Ajeran sedangkan orang Jawa Tengah menamakannya Canim ternyata terbukti dapat meningkatkan produksi ASI.
Nah, karena yg dapat menjadi laktogog mayoritas adalah sugesti. Maka apa booster ASImu? Share ya..

bahasASI: ASI Saya Tidak Cukup


Logo Gema Indonesia Menyusui
ASI produk tubuh kita yang sifatnya semakin banyak dikeluarkan berarti semakin banyak ASI diproduksi. kebanyakan ibu menganggap ASInya kurang bahkan walaupun anaknya tumbuh baik sekalipun. Sebaiknya kita tidak berfikir seberapa banyak ASI yang diproduksi, tetapi seberapa sering dan efektifkah bayi menyusu.
1. hallo breast friends.. hari ini waktunya #bahasASI tema apa yaa yg ingin kt bahas? mari share ya. skrg kt bahas “ASI tidak cukup” ya.
2. kita tau bahwa problem paling umum ktika kt mnyusui, kt mrasa asi kita kurang, atau tdk cukup. dgn alasan yg berbeda-beda.hehe #bahasASI
3. meski pd faktanya, meski kt mrasa ASI kt kurang, bayi kt tetap tumbuh sehat, dan sangat lucu ;) . apalagi pd 2 minggu pertama.#bahasASI
4. bayi menangis, sudah disusui msh minta lg, bayi mnyusunya lama, payudara tdk mmbesar, atau payudara lembek. biasanya jd alasnya.#bahasASI
5. fakta lagi : ASI diproduksi sesuai kebutuhan bayi, artinya semakin banyak dikluarkan, maka ASI akan byk. dan begitu sebaliknya. #bahasASI
6. kita sebaiknya tidak terlalu merisaukan berapa banyak ASI yg kt produksi, tetapi seberapa sering bayi menyusu. #bahasASI
7. lebih tepatnya, seberapa efektif bayi menyusu dari kita, maka pelekatan dan posisi perlu kita perhatikan. #bahasASI
8. Hanya ada dua tanda yg dpt dipercaya bayi tdk mndapat cukup ASI, yaitu 1.berat badan bayi tdk mngikuti kurva referensi pada KMS.#bahasASI
9. dan yg kedua adalah, bayi pipis kurang dr 6 kali sehari. dan biasanya pipisnya berbau tajam. tanda dehidrasi juga nih. #bahasASI
11.lho? trus gmn bisa bayi tidak mndapat cukup ASI? “banyaak”.apakah krn kurang menyusu? “yaa” atau krn ibu berjauhan? “bisa jadi” #bahasASI
12.pertama kt bagi dlm 4 faktor, kenapa bayi tdk dpt cukup ASI: a.faktor menyusui,b.psikis ibu,c.fisik ibu dan d.kondisi bayi.#bahasASI
12.a.1. faktor menyusui bisa krn:stelah melahirkan bayi dipisahkan,menyusui dgn dijadwal,tidak sering menyusui,mlm hr g mnyusui.#bahasASI
12.a.2. pelekatan dan posisi yg krg tepat, bayi dikasih dot/empeng,bayi dah dikasih makanan lain bahkan air putih sekalipun. #bahasASI
12.b. psikis ibu: ibu gk pede, gk keras kepala, ibu khawatir, stress, gk mau mnyusui,penolakan pd anak,kelelahan. #bahasASI12.c. faktor fisik: pil kontrasepsi,mal nutrisi berat,ibu meminum alkohol,ibu merokok, payudara ibu tdk berkembang -ini jarang- #bahasASI
12.d. sedangkan kondisi yaa bisa saja bayinya sakit, atau bayi cacat bawaan, yg mmbuat bayi jarang menyusu. #bahasASI
13. jd untuk meningkatkan produksi ASI yaa kt cari dari hal-hal itu yg membuat produktifitas ASI kt berkurang. :) #bahasASI
14. ada beberapa tips unk meningkatkan produksi ASI, atau bahasa kerennya boosting ASI. hehe. #bahasASI
15. ktika menyusui, jgn sambil liat jam, hehe. nikmati kebersamaan ama bayi, biarkan bayi menyusu semau bayi. #bahasASI
16. pastikan posisi dan pelekatannya. dulu pernah kt bahas lho ada di http://goo.gl/bNGZca . tujuanya,agar efektif mnyusunya #bahasASI
17. sebaiknya mnghindari penggunaan dot, botol. dan semua pemberian makanan atau minuman lain (unk 0-6bln). trmasuk air putih ya :) #bahasASI
18. kalau susu formula gmn biar mmbantu ASI(0-6m)? ASI saja dah cukup memenuhi kbutuhan bayi. duit unk sufornya ksh ke mimin aja :D #bahasASI
19. kl dah diatas 6 bln boleh ya min? kl dah diatas 6 bulan bayi butuh makan, bun. makanan padat dan ASI. kan menyusui sampai 2y. #bahasASI
20. kalau dah dua tahun blh ya di kasih sufor? hehe.. pengen banget ngasih sufor bun.. hehehe. . #bahasASI
21. kembali ke boosting ASI.menyusuilah dgn keras kepala bun.istirahat yg cukup, makan yg cukup jgn berlebihan, rileks, dan tawakal.#bahasASI
23. terakhir.. menyusui lebih dari sekedar memberi ASI. :) ayoo jd “corong ASI” semakin banyak yg bicara ASI itu semakin baik. #bahasASI
24. karena ASI adalah permata sesungguhnya, air susu lain itu hanya besi yang dipoles dan dipackage menjadi seolah2 permata,bun. :) #bahasASI
25. nomor terakhir cuma untuk ucapin terimakasih.. hehe.. terimakasiiihh. semoga bermanfaat. :)#bahasASI

Agar ASI Cepat “Keluar”

Kapankah ASI saya akan keluar?” “Bagaimana agar ASI saya cepat keluar setelah melahirkan?”
Pertanyaan-pertanyaan ini cukup sering ditanyakan ketika seorang ibu baru melahirkan. Tak jarang hal ini menyebabkan rasa was-was pada si ibu, bahkan keluarga besar. Mengetahui dan memahami bagaimanakah sebenarnya cara ASI diproduksi dan cara ASI dikeluarkan akan membuat kita lebih tenang dan percaya diri.

Bagaimanakah cara ASI diproduksi dan dikeluarkan?

Produksi ASI saat hamil dan pasca melahirkan
Saat seorang perempuan hamil, payudaranya sudah mulai bekerja untuk mempersiapkan nutrisi bagi bayi yang kelak akan lahir. Sel-sel penghasil ASI mulai memperbanyak diri dan membesar. Di minggu ke-16 air susu ibu sudah mulai diproduksi. Akan tetapi ketika masih dalam masa kehamilan, aktivitas sel-sel penghasil ASI tersebut masih dihambat oleh hormon kehamilan, sehingga produksi ASI belum terjadi sepenuhnya.
Sesaat setelah plasenta lahir, hormon-hormon kehamilan yang tadinya menghambat produksi ASI mendadak turun. Dalam 30-72 jam setelah lepasnya plasenta, mulai terbentuklah ASI transisi yaitu ASI peralihan dari kolostrum ke ASI matang. Dan di hari ke-9 payudara mulai membentuk ASI matang.
Ketika bayi menyusu di hari-hari pertama, kolostrum yang sudah terbentuk di masa kehamilanlah yang akan keluar. Setelah itu – umumnya di hari ke-2-3 – baru ASI terasa tiba-tiba “muncul” dalam jumlah banyak, tiba-tiba payudara terasa penuh, dan ASI keluar lebih deras. Saat inilah biasanya kita menganggap ASI baru “keluar”, padahal sebelumnya juga ASI sudah keluar sebagai kolostrum dalam jumlah dan komposisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi di hari-hari pertama.
Cara tubuh kita memproduksi dan mengeluarkan ASI
ASI diproduksi di dalam payudara oleh kelenjar penghasil ASI. Dalam memproduksi ASI, kerja sel-sel penghasil ASI dipengaruhi oleh “perintah” dari sebuah hormon yang biasa disebut hormon prolaktin. Hormon ini memerintahkan payudara untuk menghasilkan susu.
Sementara itu di sekeliling sel-sel penghasil ASI ada sel-sel otot yang tugasnya berkontraksi untuk “memompa” mengeluarkan ASI yang telah dibuat ke saluran-saluran ASI yang bermuara di puting. Sel-sel “pemompa ASI” tersebut dipengaruhi hormon yang dikenal sebagai oksitosin.
Proses keluarnya ASI ini menjelaskan kenapa meski kita merasa payudara ada isinya tapi ASI tidak terus-menerus mengalir keluar sepanjang waktu hingga baju basah kuyup. Refleks payudara ketika sedang mengeluarkan ASI biasa disebut refleks oksitosin, atau refleks pengeluaran ASI, atau mungkin ada yang mengenalnya dengan istilah let down reflex (LDR).
Kedua hormon tersebut, baik oksitosin maupun prolaktin, sama-sama dipengaruhi oleh hisapan bayi pada payudara ibu. Hisapan bayi akan merangsang dikeluarkannya hormon prolaktin yang memerintahkan kantung alveoli membuat ASI, dan akan memerintahkan hormon oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara.
Ketika bayi baru lahir, hisapan bayi akan merangsang payudara mengeluarkan ASI yang telah ada sejak kehamilan dalam bentuk kolostrum. Kolostrum akan keluar di hari-hari pertama dalam jumlah 2-20 mililiter tiap sesi menyusui, kemudian proses produksi ASI selanjutnya berubah seiring dengan semakin tingginya jumlah prolaktin.

Hal-hal yang Dapat Membantu Hormon-hormon Menyusui

Nah, sekarang mari kita kembali ke pertanyaan tadi, jadi… Bagaimanakah caranya agar ASI kita cepat “keluar” saat baru melahirkan?
Seperti tadi sudah disinggung, keberadaan hormon prolaktin dan oksitosin sangat dipengaruhi oleh hisapan bayi. Karena kerja payudara dalam membuat dan mengeluarkan susu dipengaruhi oleh kedua hormon tersebut, yang keduanya akan hadir ketika bayi menghisap payudara, maka cara memperbanyak ASI yang terbaik adalah tentu saja dengan memberi kesempatan pada bayi untuk menyusu sesering mungkin.
Selain itu, hormon oksitosin – yang bertugas mengeluarkan ASI – memiliki cara kerja yang unik, hormon ini bisa mulai muncul sejak sebelum bayi menyusu. Hormon ini sangat mudah dipengaruhi pikiran, perasaan dan sensasi yang ditangkap oleh panca indera ibu. Perasaan senang, kasih sayang dan percaya diri dapat membantu oksitosin bekerja. Sensasi seperti menatap dan menyentuh bayi pun (apalagi kontak kulit yang banyak) akan membantu refleks oksitosin. Itu sebabnya sering kali ketika mendengar bayi tangisan bayi atau bahkan baru saja teringat kepada bayinya, ibu sudah dapat merasakan ASInya menetes keluar.
Sebaliknya, perasaan negatif akan menghambat refleks ini. Sakit, khawatir, atau ragu-ragu misalnya. Jadi saat ibu baru melahirkan, sangat penting untuk selalu dekat bayi, mudah melihat, menyentuh, dan merespon bayi. Dan sangat penting untuk menjaga perasaan ibu agar tetap tenang dan percaya diri. Jika refleks oksitosin ibu tak bekerja dengan baik ASI akan sulit keluar, bisa membuat kita menganggap seakan-akan ibu belum ada ASInya.
Dari uraian tadi kita bisa mengambil kesimpulan, untuk melancarkan proses keluarnya ASI ada beberapa poin yang dapat kita lakukan :
  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir metode ampuh merangsang ASI cepat keluar. Ibu merasa tenang, bahagia, bisa melihat dan menyentuh bayi. Semua sensasi indera dan perasaan tersebut akan merangsang dikeluarkannya oksitosin.
  • Setelah IMD selesai, kebersamaan ibu dan bayi dilanjutkan dengan rawat gabung. Selalu dekat dengan bayi akan menenangkan hati ibu dan memudahkan ibu merespon kebutuhan bayi. Tanda ingin menyusu pada bayi baru lahir kadang sangat halus, jika jauh dari bayi ibu akan sulit merespon, kita mungkin akan melewatkan beberapa jadual menyusui, sehingga rangsangan untuk memproduksi ASI kurang dari semestinya.Hisapan bayi akan memancing refleks pengeluaran ASI ini dalam 54 detik sementara pompa ASI memerlukan waktu sekitar 4 menit. Karena hisapan bayi adalah stimulus terbaik, maka memberi kesempatan bayi seluas-luasnya untuk menyusu adalah hal yang sangat penting.
  • Ibu baru melahirkan perlu dukungan dari sekitar agar perasannya tetap positif. Suami, keluarga, nakes yang membantu persalinan, seyogyanya adalah pihak-pihak yang telah siap dengan dukungan penuh untuk menyusui.
  • Ibu sendiri perlu berusaha untuk senantiasa berpikiran positif, dukungan sempurna tak selalu didapatkan. Melengkapi diri dengan kesiapan mental dan pengetahuan yang cukup, akan sangat membantu kesiapan menyusui.
  • Ibu bisa menggunakan berbagai metode untuk melancarkan proses keluarnya ASI, seperti : kompres hangat, mandi air hangat, masase payudara, pijat oksitosin (pijat punggung atas) dan mempraktikkan teknik relaksasi. Demikian juga stimulus pada puting (sentuh, putar) secara halus dan hati-hati juga dapat merangsang refleks oksitosin.
Hal-hal di atas akan lebih mudah terjadi jika ibu melahirkan di fasilitas kesehatan yang menjalankan 10 Langkah Menuju Kesuksesan Menyusui, dan membantu mempersiapkan ibu untuk menyusui sejak masa kehamilan.

Pentingnya Memerah ASI

Jika saat Inisiasi Menyusu Dini dan dalam 6 jam pertama bayi tampak belum lancar menyusu, ibu disarankan sudah mulai memerah ASI yang masih dalam bentuk kolostrum dan memberikannya kepada bayi. Hal ini menjamin asupan bayi dan melancarkan proses diproduksinya ASI. Ibu bisa menampung kolostrumnya di sendok atau spuit kecil (bisa meminta ke pihak rumah sakit), dan langsung meminumkannya ke bayi.
Pentingnya “Mengosongkan” Payudara
Ketika ASI dikeluarkan secara rutin, payudara terpacu untuk memproduksi ASI lagi bagi kegiatan menyusui selanjutnya. Sementara jika tidak dikeluarkan atau terlalu jarang dikeluarkan, ASI yang tersisa di payudara akan menghambat produksi selanjutnya. Di waktu-waktu setelah itu produksi ASI akan dikurangi.
Begitupun ketika bayi jarang disusui dan payudara jarang dikosongkan karena manajemen menyusui yang kurang tepat, payudara akan menganggap ia memproduksi ASI terlalu banyak sehingga akan mengurangi produksi. Hal ini perlu dihindari, dalam setiap sesi menyusui setidak-tidaknya kita perlu mengosongkan satu payudara agar produksi ASI tetap lancar.
Posisi dan pelekatan yang baik juga sangat penting agar bayi dapat mengosongkan payudara dengan efektif.
Kata kunci :
“Rutin mengeluarkan ASI sejak hari-hari pertama baik dengan menyusui langsung atau diperah,akan melancarkan produksi ASI selanjutnya.”

Memerah ASI: Cara memerah ASI dengan tangan

Sebelum kita memerah ASI, sebaiknya kita mencari wadah atau tempat untuk menampung ASI perah kita. Kita pilih wadah berupa cangkir, gelas, botol atau kendi yang bermulut besar. Jangan lupa untuk mencuci wadah tersebut dengan sabun dan air dan kemudian disterilkan menggunakan air mendidih yang kita biarkan beberapa menit untuk kemudian kita tumpahkan dan kita tutup atau simpan wadah tersebut di tempat yang bersih. Yaa betul, kita juga sebaiknya cuci tangan dengan sabun dan itu sangat baik.Membersihkan payudara tidak dianjurkan, kita cukup perah sedikit ASI dan kita oleskan ke sekitar areola dan puting. Tentunnya kita sebaiknya rileks dan nyaman.
Wadah yang sudah kita bersihkan tadi kita pegang dibawah puting. Kemudian menggunakan tangan lainya, kita letakan ibu jarinva pada payudara, di atas areola (arah jam 12) kemudian jari telunjuk kita pada payudara bagian bawah (arah jam 6) dan jangan terlalu dekat dengan puting, gunakan jari lain untuk menyanggah payudara.
Cara memerah ASI dengan tangan
Cara memerah ASI dengan tangan
Mulai tekan ke dalam (ke arah dinding dada) lalu pencet ke dalam dan lepas. Ulangi terus seperti tadi. Jika dirasa sudah mulai berkurang, coba pindahkan jempol ke arah jam 9 dan jari telunjuk di arah jam 3 lakukan seperti yang kita lakukan sebelumnya.
Perah ASI pada satu payudara terlebih dahulu sekitar 20-30 menit, kemudian baru pindah ke payudara satunya jika dinginkan.
Usahakan untuk menghindari, memeras puting – ini akan menghambat aliran asi dan meluncurkan (mengurut) jari-jari pada payudara ke arah putting.

Tips Sukses Menyusui : Rencanakan Bertahap

8 seorang ibu mengambil keputusan untuk menyusui, sebuah pilihan berikutnya muncul: Untuk berapa lama? Merencanakan menyusui untuk jangka panjang seperti disarankan WHO – ASI eksklusif hingga 6 bulan dan setelah bayi makan tetap melanjutkan menyusui hingga 2 tahun – mungkin tampak sebagai rencana yang terlalu besar bagi sebagian ibu yang baru saja akan memulai.
Untuk memudahkan rencana menyusui, kita dapat membaginya menjadi beberapa tahapan. Demikian tips yang disarankan Office on Women’s Health, US Department of Health and Human Services dalam situs resminya Womenshealth.gov. Inilah step-stepnya :
•  Komitmen di 2 minggu pertama
Zemanta Related Posts ThumbnailSetelah melahirkan, tugas kita di dua minggu pertama adalah berkonsentrasi untuk menyusui dan pemulihan setelah melahirkan. Itu saja. Seperti dulu saat kecil kita belajar berjalan, kita mungkin terpeleset dan terjatuh, tapi toh kita bisa bangkit kembali. Minggu-minggu pertama adalah saat yang penuh tantangan bagi para ibu baru. Menyusui sering dipersalahkan sebagai sumber kesulitan ibu saat ini, tapi saat menyusui itu jugalah seorang ibu terpulihkan dari dua peristiwa besar – kehamilan dan persalinan, jadi berilah kesempatan.
Jadi di saat awal, cukup fokus ke 2 minggu pertama, gol kita adalah melewatinya. Tandai tanggalnya di kalender. Jika di hari-hari pertama kita mengalami sakit setelah kita menjalaninya sesuai teori yang kita tau, mungkin ada sesuatu yang perlu dibenahi. Segera kontak tenaga kesehatan atau konselor menyusui yang siap membantu kita sehingga masalahnya segera diketahui dan dapat ditangani dengan tepat.
•   Tenggat 6 minggu
Setelah melewati 2 minggu pertama, 6 minggu setelah melahirkan adalah waktu yang bisa kita jadikan patokan tenggat selanjutnya. Di 6 minggu itu ASI kita sudah menjadi ASI matang sepenuhnya, juga biasanya ibu dan bayi telah menemukan satu ritme menyusui yang nyaman. Saat ini juga mungkin kita telah mulai mencoba menyusui sambil bepergian.
Dalam 6 minggu yang juga kita tandai di kalender, bayi harus sudah melewati dua atau tiga kali kunjungan ke dokter, memastikan kegiatan menyusui telah memenuhi asupan nutrisi yang bayi butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
•   Kembali bekerja atau bersekolah
Situasi setiap ibu berbeda. Kapanpun kita akan kembali ke rutinitas sehari-hari, seperti bekerja atau sekolah, baik dalam 12 minggu, 6 minggu, bahkan 2 minggu setelah melahirkan, kita tetap dapat menyusui jika kita dapat memerah atau memompa ASI selama meninggalkan bayi. Jika kita beruntung, perusahaan kita mungkin salah satu yang mengijinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah dan atau bekerja paruh waktu. Kalaupun tidak, yakinlah bahwa di luar sana ada banyak ibu yang tetap dapat menyusui meski jadual kerjanya menantang. Kita dapat menetapkan gol yang realistis, dan mengumpulkan banyak tips dan trik yang berguna tentang menyusui sambil bekerja.
•  Menyusun rencana penitipan bayi dan memerah ASI
Kembali bekerja atau bersekolah cukup menantang karena sebagai ibu bayi kita harus memiliki orang-orang yang dapat dipercaya untuk menjaga bayi selama kita tinggalkan. Jadi apakah anggota keluarga atau tenaga profesional yang kita percaya untuk menjaga bayi, yakinkan bahwa dia paham target menyusui kita dan mengikuti instruksi kita tentang bagaimana bayi kita akan diberi makan. Jika memilih fasilitas day care, pilihlah yang dekat dengan tempat kerja. Jika bayi kita lebih muda dari 12 bulan dan kita akan meninggalkannya seharian, kita perlu tetap memerah ASI sesuai jadual menyusui bayi untuk menjaga suplai ASI. Berinvestasi untuk pompa ASI yang nyaman tetap lebih murah dibanding membeli susu formula.
•    Melangkah lebih jauh, dengan bertahap
Banyak ibu menyusui lebih lama dari yang sebelumnya ia tetapkan. Dengan teknik yang tepat dan dukungan yang tepat, menyusui akan berjalan lebih mudah saat bayi lebih besar. Tambahan lagi, saat menyaksikan bayi tumbuh baik dengan ASI kita, akan terasa “bayaran” atas jerih payah kita yang akan semakin menyemangati kita. Sebagian ibu bekerja merasakan bahwa di akhir hari, sebuah momen tenang menyusui membantu mereka menenangkan diri dan menguatkan ikatan kembali setelah letih bekerja seharian. Saat bayi mulai memulai makanan padat di usia 6 bulan, jadual menyusui kita akan berkurang dan menyusui terasa lebih ringan.
Tapi dapat dipahami, bahwa situasi terus berubah, juga perasaan. Jika menyusui berjalan dengan baik lanjutkanlah, jika tidak bicaralah dengan dokter, perawat atau konselor menyusui kita tentang kendala kita. Jika memutuskan untuk menyapih, idealnya menyapih bayi dilakukan bertahap. Ingat-ingatlah bahwa setiap kali kita menyusui, anak kita menjadi lebih sehat karena itu.

Tuesday, October 7, 2014

Bedah caesar dan mengapa diperlukan

inmagine.com
Bedah caesar  dan mengapa diperlukan?
Bila menurut para dokter persalinan normal terlalu membahayakan bagi Ibu dan bayi Ibu, dokter akan menyarankan  Ibu untuk menjalani bedah sesar caesar  dengan  beberapa alasan :
  • Plasenta praevia, plasenta ada di bagian bawah  rahim atau menghalangi jalan keluar bayi Ibu
  • Ibu  sedang mengandung tiga bayi atau lebih
  • Bayi Ibu  dianggap terlalu besar untuk keluar melewati tulang panggul
  • Tekanan darah Ibu sangat tinggi atau Ibu menderita penyakit lainnya misalnya pre-eklampsia
  • Kesehatan bayi Ibu terancam dan para dokter harus cepat mengeluarkan bayi Ibu
  • Bayi Ibu sungsang
  • Prolaps tali pusar, tali pusar melorot ke arah depan sehingga bayi Ibu tidak bisa lahir dengan mudah
  • Ibu  terjangkit penyakit herpes genital yang bisa menular ke bayi Ibu melalui persalinan vaginal
Apa yang terjadi selama bedah sesar caesar?
Sebelum menjalani proses bedah caesar, konsultasikan pada dokter semua hal yang Ibu ingin ketahui tentang proses ini. Apalagi bagi Ibu yang belum pernah menjalani pembedahan pasti hal ini membuat Ibu takut. Ibu akan merasa lebih tenang dan siap bila mengetahui bagaimana bedah itu dilakukan.
Bersiap untuk bedah sesar Caesar atau Sectio
Ahli bius anastesi Ibu  akan memberi bius lokal (blok epidural atau spinal) dan Ibu  akan mendapat kateter untuk mengosongkan kandung kemih Ibu. Kateter akan tetap terpasang selama sekitar 12-24 jam setelah operasi. Sebagian rambut kemaluan Ibu  mungkin dicukur agar area yang akan dibedah menjadi bersih.
Proses bedah caesar
Saat bius berfungsi, dokter mulai membuat irisan-irisan pada perut dan rahim  agar   bisa menjangkau bayi yang berada dalam kantung air ketuban. Dokter kemudian mengeluarkan bayi Ibu. Semuanya berlangsung cepat dan Ibu hanya merasakan sedikit tekanan.
Bila Ibu membutuhkan bius total karena keadaan darurat tertentu, maka ayah si bayi boleh menunggui Ibu dari awal sampai akhir. Ibu bahkan dapat mendengarkan musik  selama bedah sesar caesar  ! berlangsung.
Apa yang terjadi setelah bayi lahir?
Setelah bayi Ibu lahir, ia diletakkan di ranjang kecil yang hangat untuk diperiksa oleh dokter anak. Si kecil akan dibungkus selimut lalu diberikan pada Ibu atau suami Ibu  untuk menggendongnya.
Setelah plasenta keluar, dokter bedah Ibu akan menjahit rahim dan perut Ibu dengan   rapi. Ini berlangsung sekitar 30 menit  lalu Ibu  dibawa kembali ke ruang rawat dimana dokter, bidan, atau perawat akan membantu Ibu  untuk menyusui bayi Ibu.
Pemulihan dari bedah caesar
Biasanya Ibu akan sehat kembali dalam waktu 24 jam dan keluar dari rumah sakit dalam waktu lima hari. Tapi butuh waktu sekitar 6 minggu untuk pulih dari bedah Caesar.
Sekalipun Ibu  menjalani bedah sesar  caesar kali ini, bukan berarti proses kelahiran bayi Ibu  berikutnya akan berakhir dengan cara yang sama. Sekitar 70% wanita berhasil melakukan persalinan normal meskipun persalinan sebelumnya dilakukan dengan bedah sesar  caesar.
Memilih untuk Bedah Caesar sesar
Bedah caesesar sar adalah salah satu cara persalinan. Yang  penting diingat,  prosedur bedah caesar dilakukan jika ada indikasi yang memang tidak memungkinkan terjadinya persalinan normal.
Sebagian calon ibu mungkin memilihnya karena menghindari rasa sakit yang dialami bila melahirkan normal. Padahal pada masa pemulihan, rasa sakit  akibat pembedahan bisa terasa lebih lama dari persalinan biasa.

Jika Ibu memilih bedah sesar caesar, pastikan Ibu tahu semua kebaikan dan keburukannya.