Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Tuesday, March 29, 2016

Penularan HIV dari ibu ke anak

Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui infeksi in utero, saat proses persalinan, dan melalui pemberian ASI.
Faktor maternal dan eksternal yg mempengaruhi transmisi HIV ke bayi:
Virus dan sel imun pada trisemester pertama
  • Kelahiran prematur
  • Penurunan sel imun (CD4+) pada ibu dan tingginya RNA virus dapat meningkatkan resiko penularan HIV dari ibu ke anak.
  • Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko infeksi HIV. 
Risiko penularan perinatal dapat dilakukan dengan:
  • Persalinan secara caesar
  • Tidak memberikan ASI 
  • Pemberian AZT pada masa akhir kehamilan dan setelah kelahiran bayi


Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak dilaksanakan melalui kegiatan komprehensif yang meliputi empat pilar (4 prong), yaitu:
1. Pencegahan penularan HIV pada perempuan usia reproduksi (15-49 tahun) (Langkah dini/ pencegahan primer). 
2. Pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan pada perempuan HIV positif
3. Pencegahan penularan HIV dari ibu hamil ke bayi yang dikandungnya
4. Dukungan psikologis, sosial, dan perawatan kesehatan selanjutnya kepada ibu yang terinfeksi HIV dan bayi serta keluarganya
"Pencegahan primer bertujuan mencegah penularan HIV dari ibu ke anak secara dini, yaitu baik sebelum terjadinya perilaku hubungan seksual berisiko atau bila terjadi perilaku seksual berisiko maka penularan masih bisa dicegah, termasuk mencegah ibu dan ibu hamil agar tidak tertular oleh pasangannya yang terinfeksi HIV."
3 faktor utama penularan HIV dari ibu ke anak:
1. Faktor Ibu
• Jumlah virus (viral load)sgt beresiko jika kadar HIV di atas 100.000 kopi/ml.
• Jumlah sel CD4 (Semakin rendah jumlah sel CD4 risiko penularan HIV semakin besar, maka status gizi vitamin & mineral selama hamil sangat penting dijaga
• Penyakit infeksi selama hamil (sifilis, infeksi menular seksual,malaria,dan tuberkulosis, berisiko meningkatkan jumlah virus dan risiko penularan HIV ke bayi).
• Gangguan pada payudara ibu dan penyakit lain, seperti mastitis, abses, dan luka di puting payudara dapat meningkatkan risiko penularan HIV melalui ASI"

2. Faktor obstetrik (saat persalinan, bayi terpapar darah dan lendir ibu di jalan lahir)
• Jenis persalinan( per vaginam lebih besar daripada seksio sesaria).
• Lama persalinan (Semakin lama  risiko penularan HIV semakin tinggi, karena semakin lama kontak antara bayi darah dan lendir ibu)
• Ketuban pecah lebih dari 4 jam sebelum persalinanberisiko 2 kali lipat 
• Tindakan episiotomi, ekstraksi vakum dan forseps berisiko karena berpotensi melukai ibu/ bayi."

3. Faktor Bayi
• Usia kehamilan dan berat badan bayi (Bayi lahir prematur/BBLR rentan tertular HIV karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang dengan baik
• Periode pemberian ASI (Semakin lama resiko penularan semakin besar).
• Adanya luka di mulut bayi berisiko tertular HIV ketika diberikan ASI





No comments:

Post a Comment