Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Showing posts with label Stylis wanita hamil. Show all posts
Showing posts with label Stylis wanita hamil. Show all posts

Wednesday, July 23, 2014

Mengecat dan Mewarnai Rambut Kurang Aman untuk Ibu Hamil

ibu hamilKetika perempuan sedang hamil sebaiknya menjauh dari cat. Cat akan membuat wanita hamil terpapar lateks, minyak, pengencer, dan yang paling berbahaya adalah thinner. Thinner merupakan bahan berbahaya campuran cat. Thinner bisa membuat pusing bagi siapa saja yang menghirup zatnya dalam jumlah berlebihan. Thinner mengandung VOC bersifat merusak dan mampu masuk ke dalam aliran darah. Tentunya melihat fakta seperti ini,perempuan hamil sebaiknya menjauhkan diri dari cat berbahan solvent (thinner/ timbal). Jika Anda mengerik cat bertimbal, Anda bisa menghirup debu timbal. Menurut Food and Drug Administration (FDA), Amerika, hal ini bisa membuat anak keracunan timbal atau mengalami keterbelakangan mental! Studi lain membuktikan, terpapar pengencer kimiawi selama hamil bisa meningkatkan risiko memiliki anak yang lahir cacat. Memang, belum ada studi terhadap dampak cat bagi wanita hamil yang ingin mengecat kamar bayi terhadap tumbuh kembang si kecil.
  Di dalam cat juga terdapat zat pewarna yang bisa mengandung logam, seperti timbal, seng, dan aluminium. Karena pengecatan melibatkan seabrek zat kimia dan tidak mudah mengukur berapa banyak zat berbahaya yang diserap tubuh, sulit mengetahui persis risikonya terhadap kehamilan.  Dan hal ini sama berbahayanya dengan timbal yang terserap atau terhirup.
 Solusi terbaik adalah Anda meminta orang lain untuk mengerjakannya. Pun jika memang anda ingin sekali mengecat kamar calon bayi Anda sebaiknya pilihlah cat yang berbahan dasar air dan bersertifikasi EPHA-REACH dari Eropa tentang  standar penggunaan bahan kimia berbahaya seperti produk-produk Bio Industries yang berbahan dasar air, sangat aman dan ramah lingkungan.
 Bila terpaksa mengecat
  • Lindungi kulit Anda dengan cara memakai sarung tangan, celana panjang, serta blus berlengan panjang.
  • Batasi waktu mengecat. Sering-sering ke luar kamar untuk sekadar menghirup udara segar.
  • Pastikan udara mengalir dengan baik dalam kamar bayi. Bukalah jendela lebar-lebar dan kenakan masker untuk menghindari penghirupan uap cat atau partikel berbahaya.
  • Jangan makan atau minum ketika mengecat. Dengan begitu, Anda tidak akan menelan zat kimia berbahaya apapun.
  • Gunakan bahan cat berbasis air yang aman dan ramah lingkungan seperti cat Orchid Enamel Paint dari Bio Industries.
mengecat rambutPerempuan hamil pun sangat dianjurkan tidak mengecat rambut saat usia kehamilannya masih sangat muda. Menurut pendapat dokter, ibu hamil tidak boleh melakukan pengecatan rambut selama hamil karena berbahaya untuk janinnya. .
  • Sebuah studi di tahun 2005 yang didukung oleh National Institutes of Health, menemukan hubungan antara penggunaan cat rambut pada ibu hamil. Baik itu saat ataupun selama menjalani masa kehamilan. Hasil penelitian ini menemukan adanya hubungan antara penggunaan cat rambut dengan meningkatnya resiko pada janin yang dikandung terkena neuroblastoma, salah satu tipe kanker pada anak-anak. Peneliti masih belum mengetahui alasan mengapa cat warna ini terkait dengan kanker dan perlu mempelajarinya lebih lanjut. Sementara itu, cat temporer dapat lebih meningkatkan resiko kanker jika dibandingkan pewarnaan temporer.
  • Pendapat sebaliknya dikemukakan oleh American Pregnancy Associate yang menyebutkan, “Pewarnaan rambut seharusnya tidak berbahaya karena jumlah zat kimia dengan kulit sang ibu sangat kecil.” (masih dari sumber yang sama).
  • Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh dr. Frizar Irmansyah SpOG di go4healthylife.com memaparkan bahwa belum ada larangan ibu hamil mengecat rambut karena efeknya terhadap bayi, walaupun pernah dilaporkan kasus adanya efek (negative) ke bayi.
 Untuk Anda yang memang tetap ingin mengecat rambut di masa kehamilan, berikut tips untuk meminimalkan kemungkinan efek negatif dari proses ini pada janin Anda:
  1. Sebaiknya menunggu sampai usia kehamilan lebih dari 12 minggu. Agar sistem pada bayi Anda sudah terbentuk lebih baik.
  2. Pilihlah pewarna yang tidak permanen untuk mengurangi kekuatan bahan kimia yang digunakan didalamnya.
  3. Lakukan pewarnaan di tempat yang berventilasi baik.
  4. Pilihlah cat rambut yang terbuat dari bahan alami/ herbal, dan hindari yang sintetik.
  5. Jangan terlalu lama membiarkan cat rambut menempel dikulit kepala setelah proses pengecatan. Segeralah berkeramas untuk mengurangi masuknya bahan kimia dalam cat ke kulit kepala.
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ada baiknya jika perempuan hamil lebih banyak bersabar dan berhati-hati terutama ketika bersentuhan dengan bahan kimia. Sekecil apapun bahan kimia yang masuk kedalam tubuh akan sangat membahayakan.

Tetap Cantik Saat Hamil, Ini Tipnya

Bagi banyak wanita hamil yang ingin tampil cantik, produk kecantikan kerap menjadi masalah. Namun, ada saran aman dari ahli kecantikan yang bisa diterapkan.

“Wanita menghadapi banyak ketidakpastian karena tubuh mereka mengalami perubahan selama kehamilan dan banyak yang khawatir mengenai bagaimana bisa tampil terbaik,’ ujar Dr. Mary Rosser dari Department of Obstetrics, Gynecology, and Women’s Health di Montefiore Medical Center, Montefiore, seperti dikutip situs Health Day edisi 30 April 2013.

Dikatakan Rosser, wanita harus menghindari penggunaan pewarna rambut selama kehamilan. Jika tetap ingin mengecat rambut mereka, para ibu hamil disarankan melakukannya setelah trisemester pertama. Mereka harus menjelaskan kepada penata rambut mengenai kehamilannya dan meminta untuk menghindarkan bahan kimia agar tidak menyentuh kulit kepala mereka.

Masalah utama dari pewarnaan rambut adalah menghirup bau amonia yang bisa membahayakan perkembangan bayi pada tiga bulan pertama kehamilan. Asap dari proses pelurusan rambut ini juga merupakan masalah tersendiri, ujar Rosser.

Mengecat rambut bisa jadi lebih aman sebab pewarna rambut tertutup dan tidak menyentuh kulit. Henna, pewarna alami, merupakan pilihan paling baik selama kehamilan.

Wanita hamil juga bisa menjalani proses manikur setelah trisemester pertama. Jangan lupa mengecek kebersihan alat yang digunakan dan minta petugas untuk tidak memotong kulit ari mereka. Hal ini akan mencegah terpapar kuman, kata Rosser, yang juga asisten profesor di Albert Einstein College of Medicine di Yeshiva University, New York City.

Selain itu wanita hamil juga disarankan menghindari kuku akrilik. Bahan kimia dan adesifnya mengandung cyanoacrylate yang bisa berbahaya. Bahan ini bisa terhisap saat kuku dipasang, jadi kenakan masker dan pastikan ada ventilasi yang baik di dalam salon, ungkap Rosser.

Bagi wanita hamil yang berjerawat, sebaiknya menggunakan kosmetik bebas minyak dan membersihkan wajah mereka dua kali sehari dengan pembersih dan air hangat. Jika jerawat tetap ada, minta dokter untuk memberikan resep untuk erythromycin. Jangan gunakan Retin A atau tetracycline yang bisa menyebabkan kelahiran cacat.

“Yang paling penting dari semua itu adalah bahwa ini merupakan waktu membahagiakan dalam hidup Anda dan Anda cantik secara alami karena menjadi wanita hamil,” ujar Rosser. “Selama Anda membuat pilihan cerdas, Anda bisa menikmati kehamilan, terlihat cantik, dan merasa sehat serta mempunyai bayi yang sehat.”

Penggunaan sepatu atau sandal tinggi (high heels) pada kehamilan

Menurut dr Nasruddin AM SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, penggunaan sepatu atau sandal tinggi (high heels) pada kehamilan tidak memberi pengaruh atau dampak pada janin. Pengaruh yang kurang baik sebenarnya bukan pada janin, namun kondisi rahim tempat janin berkembang.
"Sepatu atau sandal yang tinggi menyebabkan perubahan anatomi dan fisiologi otot dan rangsang saraf tungkai bawah yang selanjutnya berpengaruh pada rahim," kata Nasruddin yang juga Wakil Dekan III Fakultas Kedoktern Universitas Muslim Indonesia Makassar ini.
Keluhan umum yang dapat dirasakan adalah kontraksi rahim atau nyeri tulang belakang yang berulang.
Nah, jika hal ini dibiarkan maka akan memicu ancaman abortus atau persalinan prematur. Namun kondisi ini tidak secara otomatis terjadi, juga sangat tergantung kondisi fisik wanita hamil.

Zat kimia yang terdapat pada cat rambut

Menurut penjelasan ahli kesehatan dr. Raden Furqon, zat kimia yang terdapat pada cat rambut pada umumnya mengandung bahan penyebab kanker (carsinogenik) dan bahan berbahaya terhadap janin (terratogenik). Bahan-bahan ini juga terdapat pada cat kuku.

"Zat kimia tersebut di samping berbahaya bisa juga menimbulkan reaksi alergi bahkan bisa menimbulkan kematian," ujar alumni kedokteran Universitas Padjadjaran ini.

Dia memaparkan, efek terratogenik itu terjadi pada fase organogenesis (0-16 minggu). Fase organogenesis merupakan masa pembentukan organ pada janin dalam kandungan.

Jadi pada kasus Kate Middleton yang hamil lima bulan atau lebih dari 16 minggu itu, kata dr Furqon, sebenarnya penggunaan cat rambut aman. Dalam arti, tidak akan menimbulkan kelainan pada organ dalam janin.

Namun, ia tetap mengingatkan, sebaiknya ibu hamil menghindari penggunaan zat-zat kimia tadi. "Biar bagaimana pun, efek lainnya pada pertumbuhan bayi kelak belum diketahui," ujarnya.

Lebih lanjut dr. Furqon memaparkan, kulit kepala lebih mudah menyerap bahan-bahan berbahaya dibandingkan kulit tubuh lainnya, karena kulit kepala mengandung banyak pembuluh darah.

Karena itu, pada ibu hamil, zat terratogenik lebih cepat menyerap lewat kulit yang banyak mengandung pembuluh darah seperti pada kulit kepala. Akibatnya bisa menimbulkan kelainan pada janin.

Bagaimana bila tetap ingin mengecat rambut?

Pria yang menyabet gelar dokter teladan pertama untuk tingkat nasional pada 2011 ini menyarankan:
1. Gunakan cat rambut yang aman, terutama bersifat alami (natural) tanpa zat kimia, seperti terbuat dari minyak zaitun.
2. Cari produk cat rambut yang memiliki izin resmi. Kendati keamananya pada wanita hamil tidak bisa dijamin, tapi legalitasnya tetap bisa dipertanggungjawabkan.
3. Hindari cat rambut yang mengandung Para Phenylenedediamine (PPD).
4. Pastikan usia kehamilan di atas lima bulan.
5. Periksa labelnya dengan teliti. Pastikan tidak ada larangan bagi wanita hamil.

Hati-hati Mewarnai Rambut Saat Hamil


Hati-hati Mewarnai Rambut Saat Hamil  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Zat kimia yang dioeles di kulit, termasuk kulit kepala akan diserap dan masuk ke aliran darah ibu. Harus dikaji seberapa banyak masuk, apakah menembus plasenta dan membahayakan janin. 

Ada 5 jenis pewarna rambut: permanen, semi permanen, temporer, dari tumbuhan dan gradual. Biasanya pewarna dan pelurus rambut mengandung zat-zat kimia, beberapa zat dilaporkan berhubungan dengan kanker, meski dibantah sejumlah penelitian.

Resiko pada janin. Penelitian pada hewan menunjukkan risiko kelainan janin untuk produk perawatan rambut yang mengandungphenylenediamine, aminophenols, danethanolamine dalam dosis cukup besar. Pada manusia, dilaporkan hanya sedikit yang terserap dan tidak sampai menggangu janin. Ada 2 penelitian menyatakan, tidak ada hubungan antara pemakaian pelurus atau pengeriting rambut degan risiko prematuritas dan gangguan pertumbuhan janin.

Gunakan produk yang aman. Pemakaian produk perawatan rambut 3-4 kali selama hamill, dilaporkan tidak berbahaya. Namun jangan gunakan pada trimester I kehamilan. Gunakan produk temporer dan jangan kena kulit kepala. Meski tabir surya dilaporkan aman, hindari saja. Tabir surya yang mengandung titanium dioxide dan zinc oxide, kuat tetapi tidak menembus kulit. Meski tabir surya dilaporkan aman, hindari saja. Tabir surya yang mengandung titanium dioxide dan zinc oxide, kuat tetapi tidak menembus kulit.