Motherhood is one of the greatest adventures that a woman will experience but it doesn’t come without its challenges.You know you’re a mother when your child throws up and you run to catch it before it hits the rug. We grow, deliver and nourish our babies and then worry about them for the rest of our lives

Showing posts with label Ginekologi. Show all posts
Showing posts with label Ginekologi. Show all posts

Sunday, August 3, 2014

Penyakit Kista Pada Wanita


Umumnya, adanya kista tidak disadari oleh penderitanya dan menghilang sebelum wanita mengetahui adanya kista tersebut. Meski demikian, beberapa wanita mengeluhkan adanya nyeri didaerah perut atau perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat timbul jika kista mengalami ruptur atau pecah, akibat membesarnya kista dan peregangan jaringan disekitarnya, perdarahan di dalam kista, atau karena terpuntirnya kista yang mengganggu pembuluh darah disekitarnya. Kista yang berukuran besar dapat menimbulkan penekanan atau pergeseran organ di sekitarnya.


Gejalanya dapat berupa cepat kenyang, kembung, dan sering merasa ingin buang air besar, atau kesulitan BAB, atau nyeri saat berhubungan seksual. 
Karena tidak sering timbul gejala penyakit kista, kista umumnya baru diketahui saat  pasien menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG), atau pemeriksaan di daerah perut bagian bawah. Pada wanita berusia kurang dari 40 tahun, kista biasanya berupa kista folikuler atau kista korpus luteum yang tidak berbahaya. Kista jenis ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
Meski demikian, pada wanita yang menggunakan pil KB, seharusnya tidak akan mengalami kista jenis ini, untuk itu, wanita yang minum pil KB namun memiliki kista sebaiknya menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk kista yang berbentuk padat. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah pemeriksaan darah untuk mencari suatu protein bernama CA-125. Kadar zat ini dapat meningkat jika kista diduga ganas, meski pemeriksaan ini tidak selalu akurat dan spesifik untuk keganasan.
Pada kasus kista yang jinak, dilakukan observasi dalam beberapa bulan untuk melihat apakah kista menghilang dengan sendirinya. Jika kista tampak padat, dilakukan pemeriksaan tambahan. Kista yang berbentuk tumor dapat dikeluarkan melalui tindakan pembedahan terutama jika menimbulkan nyeri berat, tidak menghilang atau ada kecurigaan keganasan. Setelah dikeluarkan, jaringan kista diperiksa menggunakan mikroskop untuk menentukan jenis kista.
Masalah resproduksi pada wanita dapat dikatakan lebih rumit dibanding pria. Mungkin inilah alasan mengapa wanita seringkali menjadi pihak yang disalahkan pada kasus-kasus infertilitas. Meski demikian, wanita tidak perlu berkecil hati, karena kebanyakan masalah reproduksi ini dapat diatasi hingga tuntas. Dari sejumlah problem di daerah kewanitaan yang paling sering menjadi momok adalah kista ovarium dan mioma uteri. Berikut beberapa fakta mengenai keduanya yang mungkin ingin anda ketahui.
Kista Ovarium
Ovarium atau indung telur, adalah sepasang organ reproduksi yang terletak diantara pelvis. Masing-masing ovarium berukuran sebesar kacang almond, berada di kedua sisi rahim. Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur setiap bulannya. Ia juga bertugas untuk menghasilkan hormon kewanitaan, serta mengatur siklus menstuasi dan kehamilan.
Kista ovarium adalah semacam kantung tertutup yang dapat berisi cairan, gas, atau benda padat. Kista dapat terbentuk melalui bermacam-macam proses dan menghasilkan berbagai jenis kista, antara lain:
  • Kista folikuler
    Merupakan jenis kista yang paling sering terjadi. Kista ini terbentuk karena sel telur  tidak dilepaskan pada saat ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur ke rahim). Jenis kista ini kadang dapat menimbulkan nyeri, namun kebanyakan tidak menimbulkan gejala dan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
  • Kista korpus luteum
    Merupakan kista yang terbentuk setelah sel telur dilepaskan dari ovarium. Daerah ovarium yang menghasilkan sel telur kemudian akan berubah menjadi jaringan bernama korpus luteum yang akan menghilang jika tidak terjadi kehamilan. Namun pada kasus tertentu, ia dapat terisi dengan cairan atau darah yang menetap di dalam ovarium tanpa menimbulkan gejala.
  • Kista dermoid 
    Merupakan kista yang berisi jaringan tubuh, seperti lemak, tulang, gigi, rambut, dll. Kista ini dianggap sebagai tumor jinak yang bisanya mengenai wanita muda.
  • Kista cokelat atau endometrioma
    Merupakan kista yang terbentuk karena adanya jaringan dalam rahim yang terdapat di dalam ovarium. AKibatnya, saat siklus menstruasi ia akan luruh dan mengeluarkan darah, namun terjebak di dalam ovarium. Ini dapat menyebabkan nyeri dan gangguan kesuburan pada wanita.
  • Cystadenoma 
    Merupakan tumor jinak yang berkembang dari jaringan ovarium berisi cairan berlendir. Kista jenis ini dapat membesar dengan berdiameter mencapai lebih dari 12 inchi.
Pada beberapa wanita, kista yang terbentuk dapat berjumlah lebih dari satu. Pada kasus Sindroma polikistik ovarium, kedua ovarium dapat memiliki beberapa kista. Ini disebabkan oleh gangguan hormonal dan merupakan penyebab kemandulan utama pada wanita.
Secara keseluruhan, struktur tubuh wanita lebih kompleks daripada pria. Demikian pula organ vital dan penyakit yang mungkin di deritanya, misalnya kista. Kista adalah tumor berupa kantong yang berisi cairan. Organ reproduksi yang dapat mengalami kelainan berupa kista adalah ovarium. Kista ovarium pun beragam jenisnya, tergantung dari jaringan yang membentuknya, dan cairan yang ada didalamnya.
Penyebab timbulnya kista sangat bervariasi, tetapi yang paling sering disebabkan oleh pertumbuhan folikel pada indung telur yang berubah menjadi kista folikel. Folikel sebenarnya adalah kantong yang berisi cairan dalam jumlah normal (tidak berlebihan) dan mengandung sel telur. Kista folikel terbentuk bila pada satu siklus haid, folikel tumbuh menjadi lebih besar dari biasanya dan sel telur tidak bisa keluar dari indung telur (tidak bisa ovulasi).
Seiring berjalannya waktu, kista folikel bisa berubah dengan sendirinya. Kista ini bisa berisi darah yang disebut kista hemoragik atau kista endometrioid. Penyebabnya adalah trauma atau terjadi kebocoran dari pembuluh darah yang sangat kecil ke dalam kantong telur. Cairan kista endometrioid berupa darah haid, dan kista dermoid terdiri dari jaringan rambut dan lemak. Kista termasuk jenis tumor yang angka kejadiannya cukup tinggi pada alat reproduksi. Kista dapat mengganggu proses reproduksi untuk terjadinya kehamilan.
Biasanya, seorang wanita tidak menyadari bila dirinya menderita kista, kecuali kalau sudah besar dan teraba dari luar. Kalaupun ada gejala, yang paling sering timbul adalah rasa sakit bila wanita tersebut menggerakkan perutnya. Rasa sakit ini bisa timbul karena terjadi robekan kista, pertumbuhan yang cepat, tegangan, atau perdarahan yang terjadi ke dalam kistanya sendiri atau kista yang berliku di sekitar suplai perdarahannya. Kista sering ditemukan secara kebetulan saat seorang wanita diperiksa karena ada keluhan pada kandunganya. Pemeriksaan USG merupakan teknik pemeriksaan yang sangat akurat terhadap adanya kista di daerah kandungan.
Teknik USG ini tidak menimbulkan rasa sakit atau berbahaya. Meskipun demikian, pemeriksaan USG harus dilakukan oleh dokter yang memang kompeten dalam pemeriksaan USG. Selain pemeriksaan USG, kista juga bisa terdeteksi dengan pemeriksaan lain seperti pemindaian CAT atau MRI (magnetic resonance imaging). Namun, pemeriksaan ini biasanya relatif lebih mahal.
Pada wanita yang berusia 40 tahun atau kurang dari 40 tahun dan siklus haidnya normal, bila ada benjolan pada indung telur umumnya merupakan kista ovarium yang fungsional. Namun benjolan tersebut tidak benar-benar abnormal karena kondisi abnormal karena kondisi tersebut berkaitan dengan proses ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) yang terjadi pada siklus haid normal. Pada umumnya benjolan seperti ini akan menghilang dengan sendirinya pada siklus-siklus haid berikutnya. Oleh karena itu, bila hal tersebut terjadi, terutama pada wanita berusia 20-30 tahun, kista ini harus diobservasi, apakah pada siklus-siklus haid berikutnya masih ada atau tidak. Jika masih ada, apakah besarnya tetap atau makin membesar.
Ada kista yang dapat dicegah dan ada pula yang tidak. Kista yang berasal dari sisa-sisa sel embrional jelas tidak dapat dicegah karena sudah ada sejak lahir. Namun, kemunculan kista jenis lain sebenarnya dapat dicegah, termasuk pada orang yang secara keturunan (herediter) memiliki bakat kista, miom atau adenomiosis. Caranya tak lain adalah dengan menjalani pola hidup sehat, seperti pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.
a. Lebih banyak sayur dan buah
Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh di masa pemulihan setelah masa pengobatan berlangsung. Terutama untuk meningkatkan stamina tubuh dan menetralisis dampak bahan kimia yang masuk kedalam tubuh selama masa pengobatan
b. Mengatur asupan daging
Atur porsi asupan daging Anda. Bukan berarti membatasi asupan daging; melainkan mengkonsumsinya lebih sering dalam porsi kecil. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah, makanlah menu daging secaa perlahan-lahan. Aktivitas ini penting untuk menghindari proses pencernaan daging dalam jumlah banyak secara cepat. Kondisi tersebut cenderung memicu produksi hormone yang justru menghambat proses pemulihan.
c. Makanan ber-GI rendah
GI atau glycemic index, adalah takaran yang menunjukkan tinggi atau rendahnya kadar glukosa di dalam makanan. Saat menjalani proses pengobatan kista, Anda sangat disarankan mengonsumsi makanan berkadar glukosa rendah, seperti; biji-bijian, dan kacang-kacangan. Pastikan Anda menambah porsi jenis makanan ini dalam menu sehari-hari.
d. Minum air putih
Selain jenis makanan tersebut diatas, konsumsilah air putih secara rutin. Minimalkan atau bakan hindari minuman berkafein dan beralkohol serta batasi konsumsi makanan berkadar gula tinggi.
e. Tidur secara teratur
Tidak disangsikan lagi bahwa tidur secara teratur dan cukup memberi dampak kesehatan yang memadai, sebab semua jenis saraf, kelancaran aliran darah dan pertumbuhan sel serta hormone tubuh terkait dengan faktor bekerja dan istirahatnya organ tubuh.

Kista

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi menjadi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.
Kista mempengaruhi siklus haid perempuan karena system hormonal yang terganggu. Secara alami, hormone akan meregulasi pertumbuhan sel telur di ovarium. Medis belum mampu dengan gamblang menjelaskan bagaimana siklus hormonal perempuan penderita terganggu.
Namun berbagai penelitian terus dilakukan untuk memecahkan kasus medis ini agar jumlah penderita kista dapat ditekan.
Follicles adalah semacam kantung-kantung di dalam ovarium yang berisi sel telur. Pada kasus kista, follicles di dalam ovarium hanya berjumlah sedikit. Sel telur di dalam follicles tidak matang, sehingga tidak bisa masuk ke dalam ovarium. Alih-alih, akan membentuk Kristal di dalam ovarium.
Hal inilah yang menyebabkan seorang perempuan mandul. Follicles yang tidak matang dan ketidakmampuan untuk menyalurkan sel telur (proses ovulasi) sepertinya menjadi penyebab rendahnya jumlah hormone stimulasi follicle (HSF), melebihi kandungan hormone androgen di dalam ovarium.
Seorang perempuan yang didiagnosis menderita kista biasanya berusia sekitar 20 – 30tahun. Biasanya perempuan yang memiliki kista, jika dirunut silsilah keluarganya, ada ibu atau nenek yang mengalami gejala kista serupa.
Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan didaerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh didaerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh didaerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Itu merupakan alasan mengapa tumor jinak relative mudah diangkat melalui pembedahan dan tidak terlalu membahayakan kesehatan bagi penderitanya.

Kista Ovarium


Pengobatan untuk kista ovarium tergantung dari beberapa hal, seperti usia, apakah sedang menstruasi atau tidak, ukuran kista, tampilan kista dan gejala yang ditimbulkannya. Jika Anda sedang menstruasi, gejala yang dirasakan ringan, dan kista merupakan jenis fungsional, maka Anda mungkin tidak memerlukan operasi. Jika kista tidak menghilang setelah beberapa siklus menstruasi, jika ukurannya bertambah besar, atau jika tidak terlihat sebagai kista fungsional pada sonogram, dokter mungkin akan meminta untuk dilakukan operasi untuk mengangkat kista tersebut. Terdapat banyak jenis kista ovarium pada wanita di usia produktif yang memerlukan tindakan pembedahan. Jika Anda sudah menopause dan memiliki kista ovarium, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjalani operasi. Jika tidak segera ditangani, maka kista ini akan berkembang menjadi ganas, dan dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Upaya dini pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk deteksi dini Kista Ovarium adalah :
1. Pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
2. Pemeriksaan USG, bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
3. Pemeriksaan petanda tumor (tumor marker)
4. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu 

Pemeriksaan diatas sangat dianjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :
1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
4. Wanita penderita kanker payudara dan kolon 

Sangat disarankan bagi para wanita, bila terdapat gangguan-gangguan yang berhubungan dengan organ-organ reproduksi Anda, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan lainnya, segera periksakan diri Anda kepada dokter yang berkompeten dibidangnya.

Faktor Penyebab Kista Ovarium


Seorang wanita yang sehat biasanya memiliki sepasang ovarium di kanan dan kiri rahim. Setiap ovarium menghasilkan satu telur setiap bulannya dan telur itu terbungkus dalam kantong yang bernama folikel. Setelah telur matang, telur akan keluar menuju rahim dan dinding rahim akan menebal untuk mempersiapkan tempat bagi telur yang telah dibuahi oleh sperma. Namun apabila telur tidak dibuahi, rahim yang menebal tersebut akan luruh bersama telur dan kemudian keluar. Inilah yang disebut menstruasi.
Ketika folikel tidak berhasil pecah untuk mengeluarkan telur di dalamnya, cairan di dalamnya akan membentuk kista kecil yang tidak lebih besar dari 4 cm. Kista varium ini disebut kista fungsional yang lumrah terbentuk pada salah satu ovarium wanita. Setelah beberapa waktu, kista ini akan menyusut dan hilang dengan sendirinya.
Kista Ovarium
Beberapa faktor resiko berkembangnya kista ovarium, adalah wanita yang biasanya memiliki:
- riwayat kista ovarium terdahulu
- siklus haid tidak teratur
- perut buncit
- menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
- sulit hamil
- penderita hipotiroid
- penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)

Endometriosis


Endometriosis adalah radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) dan menyebabkan pelvic pain. Endometriosis dikatakan terkait dengan estrogen sebab perkembangan dan simtoma yang ditimbulkan akan hilang seiring datangnya menopause, oleh karena itu perawatan paling umum bagi penderita radang ini adalah penggunaan terapi hormonal yang menginduksi kondisi hipoestrogenik. Estrogen merupakan kelompok hormon steroid yang disekresi ovarium setelah distimulasi oleh FSH dan/atau LH yang disekresi oleh kelenjar hipofisis. Lebih lanjut sekresi FSH dan LH dihambat oleh hormon GnRH yang disekresi oleh hipotalamus.
Setelah kista endometriosis telah terbentuk sepenuhnya, muncul simtoma hiperalgesia vaginal yang disertai dengan hiperalgesia otot perut. Jaringan di sekitar kista akan mensekresi berbagai sitokina antara lain IL-1, IL-6, IL-8, dan IL-10,TNF-α, faktor pertumbuhan seperti VEGF dan NGF.
Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut. Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim. Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan rongga dada. Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.

Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia di atas 30 tahun dan kulit putih.
Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.

Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut:

  1. Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur). Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut.
  2. Teori sistem kekebalan. Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim.
  3. Teori genetik Keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis.
Setiap bulan ovarium menghasilkan hormon yang merangsang sel-sel pada lapisan rahim untuk membengkak dan menebal (sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan). Endometriosis juga memberikan respon yang sama terhadap sinyal ini, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas selama menstruasi. Kadang terjadi perdarahan ringan tetapi akan segera membaik dan kembali dirangsang pada siklus menstruasi berikutnya.
Proses yang berlangsung terus menerus ini menyebabkan pembentukan jaringan parut dan perlengketan di dalam tuba dan ovarium, serta di sekitar fimbrie tuba. Perlengketan ini bisa menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopii terganggu atau tidak terlaksana. Selain itu, perlengketan juga bisa menyebabkan terhalangnya perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju ke rahim.
Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada
  1. Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis
  2. Wanita yang siklus menstruasinya 27 hari atau kurang
  3. Wanita yang mengalami menarke (menstruasi pertama) terjadi lebih awal
  4. Wanita yang biasa mengalami menstruasi selama 7 hari atau lebih
  5. Wanita yang mengalami orgasme ketika menstruasi

Gejala[sunting | sunting sumber]

  1. Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
  2. Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
  3. Kemandulan
  4. Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).
Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih.
Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.
Kadang tidak ditemukan gejala sama sekali.

Diagnosis[sunting | sunting sumber]

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang vagina atau di daerah ovarium.

Pemeriksaan lain[sunting | sunting sumber]

  1. Laparoskopi
  2. Biopsi endometrium
  3. USG rahim
  4. Barium enema
  5. CT scan atau MRI perut.
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut:
   Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur). Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut.
   Teori sistem kekebalan. Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim.
   Teori genetik Keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis.
Setiap bulan ovarium menghasilkan hormon yang merangsang sel-sel pada lapisan rahim untuk membengkak dan menebal (sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan). Endometriosis juga memberikan respon yang sama terhadap sinyal ini, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas selama menstruasi. Kadang terjadi perdarahan ringan tetapi akan segera membaik dan kembali dirangsang pada siklus menstruasi berikutnya.
Proses yang berlangsung terus menerus ini menyebabkan pembentukan jaringan parut dan perlengketan di dalam tuba dan ovarium, serta di sekitar fimbrie tuba. Perlengketan ini bisa menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopii terganggu atau tidak terlaksana. Selain itu, perlengketan juga bisa menyebabkan terhalangnya perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju ke rahim.
Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada
   Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis
   Wanita yang siklus menstruasinya 27 hari atau kurang
   Wanita yang mengalami menarke (menstruasi pertama) terjadi lebih awal
   Wanita yang biasa mengalami menstruasi selama 7 hari atau lebih
   Wanita yang mengalami orgasme ketika menstruasi

 Gejala
   Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
   Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
   Kemandulan
   Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).
Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih.
Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.
Kadang tidak ditemukan gejala sama sekali. [sunting] Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang vagina atau di daerah ovarium. [sunting] Pemeriksaan lain
   Laparoskopi
   Biopsi endometrium
   USG rahim
   Barium enema
   CT scan atau MRI perut.

 Antisipasi
Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit. Obat-obatan yang dapat menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium adalah pil KB kombinasi, progestin, danazole dan agonis GnRH. Agonis GnRH adalah zat yang pada mulanya merangsang pelepasan hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis, tetapi setelah diberikan lebih dari beberapa minggu akan menekan pelepasan gonadotropin.

Antisipasi[sunting | sunting sumber]

Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit. Obat-obatan yang dapat menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium adalah pil KB kombinasi, progestin,danazole dan agonis GnRH. Agonis GnRH adalah zat yang pada mulanya merangsang pelepasan hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis, tetapi setelah diberikan lebih dari beberapa minggu akan menekan pelepasan gonadotropin.

Pembedahan[sunting | sunting sumber]

Pada endometriosis sedang atau berat mungkin perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat sebanyak mungkin, yang seringkali dilakukan pada prosedur laparoskopi. Pembedahan biasanya dilakukan pada kasus berikut:
  • Bercak jaringan endometrium memiliki garis tengah yang lebih besar dari 3,8-5 cm
  • Perlengketan yang berarti di perut bagian bawah atau panggul
  • Jaringan endometrium menyumbat salah satu atau kedua tuba
  • Jaringan endometrium menyebabkan nyeri perut atau panggul yang sangat hebat, yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan.
  • Untuk membuang jaringan endometrium kadang digunakan elektrokauter atau sinar laser. Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara, karena endometriosis sering berulang.
  • Ovarektomi (pengangkatan ovarium) dan histerektomi (pengangkatan rahim) hanya dilakukan jika nyeri perut atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi.
  • Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Terapi bisa dimulai segera setelah pembedahan atau jika jaringanendometrium yang tersisa masih banyak, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan.

Pengobatan[sunting | sunting sumber]

Pilihan pengobatan untuk endometriosis:
  1. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium
  2. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis
  3. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan
  4. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba falopii dan ovarium.

Luliberin[sunting | sunting sumber]

Pengobatan dengan menggunakan GnRH pada wanita premenopausal menunjukkan penurunan serum FSH dan LH yang disusul dengan stabilitas supresi.[2] Turunnya serum estradiol dan progesteron ke tingkatan oophorectomized telah banyak dilaporkan, sehingga penggunaan hormon ini banyak diterapkan pada kanker payudara metastatik pada wanita premenopausal, walaupun menimbulkan simtoma hipoestrogenia dan gangguan tidur, turunnya kepadatan mineral tulangdan peningkatan risiko kardiovaskular. GnRH juga digunakan pada pengobatan kanker ovarium dalam bentukpyrrolinodoxorubicin untuk dikombinasikan dengan bombesin dan somatostatin.[4]
Sekresi GnRH dapat distimulasi dengan ion Mn2+, sebuah mineral yang diperlukan bagi pertumbuhan tulang, tulang rawan,jaringan penghantar dan sistem reproduksi;[5] juga dapat distimulasi oleh NO,[6] namun dapat dihambat oleh asam askorbathanya apabila serum vitamin C tersebut mencapai hipotalamus.